Desember 11, 2017

[Buku] Melangkah ke Seberang - Karina Nurherbyanti Herbowo




Judul: Melangkah ke Seberang
Penulis: Karina Nurherbyanti Herbowo
Editor: Afrianty P. Pardede & Andiyani Lo
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Cetakan: September 2017
Tebal: vi + 194 hlm.
ISBN: 9786020445564
Harga: Rp 54.800

Novel Melangkah ke Seberang ini bercerita tentang pengalaman Arya berkunjung ke Indonesia. Ia datang ke Banten bersama sepupunya, Cody. Tujuannya untuk liburan, sekaligus mengenal kerabat yang memang belum pernah Arya kenal. Pasalnya, Arya sudah sejak lahir tinggal di Amerika.


Di Indonesia, Arya bertemu Fatma, anak dari seorang Gubernur. Perkenalan ini membawa pengaruh dalam menilai seseorang, sekaligus membuka pandangan baru baginya. Pengalaman apa saja yang dialami Arya di Indonesia?

Novel Melangkah ke Seberang bisa dikatakan novel yang mengenalkan kembali pembaca pada negara Indonesia. Melalui sudut pandang Karina, pembaca akan disuguhkan sajian politik, agama, kemanusiaan, dan nilai lokal daerah Banten.

Sedari awal, penulis sudah menyuguhkan satu ironi mengenai arti Indonesia bagi warganya. Arya yang keturunan darah Indonesia tidak paham tentang Indonesia dan tidak bisa berbahasa Indonesia. Lain hal dengan sepupunya yang blasteran, Cody justru lebih mengenal Indonesia dan bisa berbahasa Indonesia. Ironi ini efek dari pikiran orang tua Arya yang menganggap pentingnya Arya memahami Amerika daripada Indonesa, untuk bersaing hidup. Sebab orang tua Arya sudah memilih untuk tinggal di Amerika. Tetapi nilai positif orang tua Arya adalah mereka tetap mementingkan pendidikan agama Islam meski mereka hidup di Amerika. Sehingga Arya tumbuh dengan pemahaman agama yang baik, diukur dari tidak pernahnya ia meninggalkan salat.

Menurut saya, konflik utama novel ini bukan terletak pada Arya. Saya melihat konflik paling seru terletak pada kehidupan Ratu Fatma Alifya, yang anak dari seorang Gubernur Banten. Ia merasa kehilangan kehangatan keluarga akibat jabatan yang diemban Papa dan Kakak pertamanya. Ia merasa kehidupannya selalu dinilai dari latar belakang keluarga. Ia juga merasa jadi korban popularitas jabatan tersebut. Penulis membahas konflik itu dengan sangat baik. Pembaca diberikan gambaran bagaimana politik itu kejam. Papa Fatma sebagai orang yang jujur terkena fitnah perihal pembangunan bandara oleh mitra kerjanya. Dan kasus ini berimbas kepada Fatma sebagai anak. Ia bahkan sampai diusir oleh orang tua murid ketika menjadi relawan guru di sekolah SMP tempat ia pernah belajar hanya karena fitnah yang pada saat itu belum muncul kebenarannya.

Konflik menarik lainnya, Arya mesti memutuskan untuk memilih Brie (pacarnya yang di Amerika) atau Fatma (gadis yang baru ditemuinya di Indonesia). Proses memutuskan ini yang menarik. Sebab Arya sebagai tokoh utama harus bisa bijaksana. Dan penulis mengakhiri konflik ini dengan adil dan elegan.

Gaya bahasa yang digunakan penulis cukup baik. Meski pada beberapa bagian terasa janggal (saya lupa menandai bagian mana yang saya maksud). Tetapi, secara keseluruhan novel ini sangat bisa dinikmati. Melalui plot yang mengusung plot maju dan plot mundur, seluruh bagian cerita saling melengkapi. Walau di awal pembaca akan diberikan banyak tanda tanya, penulis membayar tuntas jawabannya secara bertahap. Berada di akhir buku, cerita berakhir tuntas dan manis.

Tokoh utama di novel ini adalah Ratu Fatma Alifya dan Arya Soeraadiningrat. Keduanya berusia dua puluh tahunan. Ratu Fatma Alifya condong berkarakter ceria, periang, dan berpikir positif. Gonjang-ganjing keluarganya akibat hawa politik masih ditanggapi Fatma dengan santai. Bahkan ketika ia diusir oleh orang tua murid dari sekolah SMP tempat ia membantu mengajar, Fatma tidak bersedih hati. Dalam hitungan waktu ia kembali menjadi Fatma yang periang. Sedangkan Arya Soeraadiningrat memiliki kedewasaan. Bisa jadi karakter ini hasil didik orang tuanya yang mengarahkannya jadi pribadi pekerja keras dan mandiri. Ia juga tipe pria yang bijak dalam memutuskan sesuatu. Dan yang utama, ia pria yang taat beragama. Ketaatan ini membawa pengaruh baik di sisi karakter lainnya sebab ketaatan dalam beragama berarti menerapkan nilai-nilai baik di agama.

Selain mereka, masih ada Cody Hudleston (sepupu Arya), Brie Ann (pacar Arya), Naira (sepupu Arya), Ibu Santi (pengasuh Fatma), Tubagus Ali Samudra (Kakek Fatma), Jhendra (Papa Fatma), dan ada beberapa lainnya lagi.

Memperhatikan kover novelnya, saya merasa terkecoh. Dari judulnya saja, saya kira novel ini akan diisi cerita petualangan mengeksplorasi wisata alam secara detail. Terlebih di kover ada dua sosok pria muda yang berkostum petualang. Namun, eksplorasi wisata alam di novel ini sangat minim. Saya sedikit kecewa. Terlepas dari isi cerita, pemandangan kovernya memikat. Akhir-akhir ini saya memang sedang menggandrungi foto-foto atau gambar yang menampilkan pemandangan alam. Sehingga rasa kecewa tadi cukup terhibur dengan foto kovernya.

Nilai novel Melangkah ke Seberang yang paling melekat di benak saya adalah betapa pentingnya menjadi diri sendiri yang dikokohkan dengan ilmu agama. Saya merasa diingatkan jika selama ini saya tidak memahami nilai-nilai agama yang saya anut. Padahal, pemahaman terhadap agama akan membawa banyak kebaikan.

Saya dengan senang hati memberikan nilai 4/5. Saya sangat menyukai ceritanya hingga saya harus membaca novel ini sampai dua kali.

April 28, 2017

[Buku] Bidadari-Bidadari Surga, Tere Liye


Judul : Bidadari-Bidadari Surga
Penulis : Tere Liye
Desain cover : Eja-creative14
Penerbit : Penerbit Republika
Terbit : Februari 2017, cetakan XXV
Tebal buku : viii + 363 halaman
ISBN : 9789791102261
Harga: Rp47.500 

Ini kali kedua aku membaca buku Bidadari-Bidadari Surga. Seperti keyakinanku, membaca kali berikutnya sebuah buku akan ditemukan hal baru. Dan rasa yang dulu ketika membaca, masih aku temukan pada proses membaca kemarin.

Bidadari-Bidadari Surga mengisahkan satu keluarga di Lembah Lahambay. Terdiri dari Mamak (ibu), Laisa, Dalimunte, Wibisana, Ikanuri, dan Yashinta. Keluarga sederhana setelah ditinggal mati Babak (ayah) dan mengharuskan anggota keluarga yang ada untuk berjuang melanjutkan hidup.

Dalam ungkapan sederhana, keluarga Kak Lais bagai bermetamorfosis. Dari sederhana menjadi istimewa. Perubahan itu disajikan Tere Liye dengan apik. Secara perlahan pembaca dibawa hanyut oleh peristiwa-peristiwa penting yang menjadi sebab istimewa.

Salah satu nilai paling besar yang aku temukan di buku ini adalah arti pengorbanan. Kak Lais memutuskan berhenti sekolah agar adik-adiknya bisa melanjutkan sekolah. Kondisi ekonomi saat itu tidak memungkinkan untuk membiayai semuanya. Pengorbanan itu semakin berarti karena Kak Lais tidak lepas tangan begitu saja. Ia pun galak memastikan adik-adiknya amanah masuk sekolah dan belajar dengan baik. Dan proses itu tidak mudah sebab Wibisana dan Ikanuri kerap membolos tanpa sepengetahuan Kak Lais.

Melalui buku ini juga aku melihat potret arti kerja keras. Ada ungkapan yang mengatakan ‘hasil tidak pernah mengkhianati usaha’ dan semakin jelas maksudnya setelah membaca habis kisah Kak Lais. Ada satu bagian yang mengisahkan usaha Kak Lais menanam strawberry di ladang. Mendobrak kebiasaan umum. Banyak sekali yang meragukan niatan Kak Lais berkebun strawberry. Dan penulis memang tidak membuat cerita Kak Lais dengan kesuksesan yang mujur. Usaha itu harus terbentur kegagalan. Semua tanaman strawberry layu dan mati. Seperti bertaruh, setelah itu Kak Lais lebih berani dan mencoba kembali. Yang harus diingat, usaha keras apa pun harus dibarengi ilmu. Bisa saja usaha keras berakhir kebuntungan bukan keberuntungan karena tidak memakai ilmu.

Sebenarnya masih banyak sekali nilai-nilai kebaikan yang dimunculkan penulis melalui cerita keluarga Kak Lais. Dan cara penulis menyampaikan nilai-nilai itu tidak seperti menggurui. Justru sangat mengena dengan cara yang sederhana karena disampaikan melalui gambaran kejadian sehari-hari. Pembaca jadi lebih mudah mengiyakan apa yang menjadi tujuan penulis.

Sebenarnya yang membuatku mengatakan ‘hal baru’ di awal adalah tentang jumlah SMS yang dikirimkan Mamak. Ada lima nomor tujuan; Dalimunte, Wibisana, Ikanuri, dan Yashinta. Lalu yang terakhir adalah orang yang sebenarnya menjadi sudut pandang novel ini dan dia bukan orang yang ikut menjadi saksi metamorfosis keluarga Kak Lais. Aku lupa fakta tentang dia ini. Mungkin pada waktu membaca buku ini dahulu, aku terlalu hanyut dengan jalan cerita sehingga mengabaikan bagian itu.

Dan terakhir, buku Bidadari-Bidadari Surga ini aku rekomendasikan untuk dibaca oleh anak-anak. Sangat sah jika orang dewasa membacanya pula. Tetapi seperti yang diungkapkan pada salah satu bagian buku ini, bercerita bisa menjadi salah satu cara untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak. Dan buku ini punya potensi besar untuk melakukannya.


April 24, 2017

[Buku] Gie Dan Surat-Surat Yang Tersembunyi, Tim Buku TEMPO


Judul : Gie Dan Surat-Surat Yang Tersembunyi
Penulis : Tim Buku TEMPO
Penyunting : Amarzan Loebis, Anton Aprianto, Bagja Hidayat, Redaksi KPG
Tim produski : Djunaedi, Eko Punto Prambudi, Fitra Moerat Sitompul, Rudi Asrori, Tri Watno Widodo
Perancang sampul & tataletak : Landi A. Handwiko
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
Terbit : Desember 2016
Tebal buku : x + 107 halaman
ISBN : 9786024242329
Harga : Rp50.000 

Sesuatu yang baru ketika aku memilih bacaan buku biografi yang terkait sejarah. Sebelumnya aku belum pernah membaca jenis buku seperti itu. Pilihan pun jatuh ke sosok Soe Hok Gie. Kerap dipanggil Gie. Awal mula aku mengenal nama Gie dari sebuah film Gie yang pemerannya Nicolas Saputra. Tidak ada bayangan siapa itu Gie ketika menonton filmnya.

Buku Gie Dan Surat-Surat Yang Tersembunyi memberikan aku penggalan-penggalan lain terhadap sosok Gie. Pemuda yang lahir pada tanggal 17 Desember 1942 ini merupakan tokoh terkenal pada peristiwa gerakan mahasiswa 1966. Peristiwa gerakan mahasiswa 1966 itu sendiri adalah masa transisi dari Orde Lama jadi Orde baru.

Melalui sudut pandang Gie, pembaca diperkenalkan dengan situasi negara pada saat itu. Gie merupakan mahasiswa yang suka sekali mengkritik lingkungan bahkan negara. Presiden pada masa itu pun tidak terlewat dari kritikannya.

Lewat buku ini pula, aku baru tahu jika kebiasaan buruk petinggi-petinggi negara yang korupsi sudah muncul sejak masa Presiden Sukarno. Dan PR besar untuk menghapus korupsi di jajaran petinggi negara hingga saat ini belum membuahkan hasil. Atau apakah memang tidak akan pernah berhasil menghapus korupsi dari negara indonesia?

Gie meninggal ketika dirinya sedang mendaki Gunung Semeru pada tanggal 16 Desember 1969. Bagian yang menceritakan kronologis kematian Gie dan salah satu kawannya lumayan membuat saya merasa sedih. Dari awal buku kita sebagai pembaca memang didekatkan dengan sosok Gie. Dari mulai kebiasaan, jalan pikirian, idealisme, hingga sisi Gie lainnya yang belum pernah diungkap. Ketika sampai pada bagian Gie meninggal, aku merasa perjuangannya belum selesai tetapi takdir memaksanya untuk selesai, dan itu getir.

Dengan mengenal Gie pula, aku merasa sosok mahasiswa seperti dia akan jarang dijumpai pada masa sekarang. Mahasiswa yang peduli kepada rakyat dan mau menyentuh bidang negara untuk melakukan perubahan. Sebagian besar mahasiswa saat ini sudah terbuai dengan kondisi nyaman dan aman tanpa perlu berpikir bagaimana membangun negara yang bersih.

Tidak banyak yang bisa saya ungkap untuk menceritakan buku ini. Bingung harus melihat dan mengupas dari sisi mana. Yang pasti, buku Gie Dan Surat-Surat Yang Tersembunyi akan memberikan pengetahuan sejarah baru utamanya pada tahun 1966.



April 19, 2017

[Wishful Wednesday] 24 Jam Bersama Gaspar, Sabda Armandio


Judul : 24 Jam Bersama Gaspar
Penulis : Sabda Armandio
Penerbit : Penerbit Mojok
Terbit : April 2017
Harga : Rp58.000 


Tiga lelaki, tiga perempuan, dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam.

*******

Terlalu singkat sinopsis di atas. Dan karena sinopsis yang terdiri dua kalimat tersebut membuat saya penasaran. Ini sebuah novel yang diterbitkan Penerbit Mojok, yang setahu saya selalu menerbitkan buku dengan kualitas bagus. 

Selain itu, novel ini juga menyandang label Pemenang Unggulan Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2016. Prestasi yang tidak bisa diremehkan untuk cerita di dalamnya.


[ Untuk kamu yang mau bikin artikel serupa, cek blog PerpusKecil saja ]

April 15, 2017

[Buku] Kuda Terbang Maria Pinto, Linda Christanty


Judul : Kuda Terbang Maria Pinto
Penulis : Linda Christanty
Penyunting : Cep Subhan KM
Pemeriksa aksara : Solikhin
Penata sampul & isi : Azka Maula
Penerbit : EA Books
Terbit : Februari 2017
Tebal buku : x + 156 halaman
ISBN : 9786021318492
Harga buku : Rp67.000 

Buku Kuda Terbang Maria Pinto adalah buku kumpulan cerita pendek. Berisi dua belas cerita pendek dengan ragam tema. Kesemuanya memikat dengan gaya bahasa yang renyah dan sederhana. 

Aku sebenarnya bukan yang suka buku kumpulan cerita pendek. Pengecualian untuk buku ini. Seperti keunggulan yang aku sebutkan di awal; gaya bahasa yang renyah dan sederhana, buku ini pun punya rasa cerita yang segar. Aku terkesima oleh tema yang diangkat penulis dan eksekusi cerita yang apik dipilih. Mengikuti judul-judul yang disajikan tidak membuatku kebosanan atau merasa ada ketidakutuhan pada ceritanya.

Ketidakutuhan yang aku maksud berupa kebiasaan dalam menyajikan cerita pendek yang memuat bagian-bagian cerita terbatas. Berbeda dengan novel yang punya kelengkapan cerita. Perbedaan di kumpulan cerita buku ini adalah pembaca sudah dibuat lena dengan gaya bercerita dan akhirnya memilih menikmati cerita tanpa pusing berpikir kenapa dan bagaimana atas ceritanya.

Tidak ada yang begitu mengganjal selama mencerna alur cerita. Kalau pun ada bagian yang terlalu fantasi, diabaikan dahulu dan keputusan itu tidak membuat cerita jadi cacat.

Dari kedua belas cerita pendek, aku pilih cerita paling menarik versi aku. Pertama adalah Makan Malam. Kisah seorang anak perempuan dan Ibunya yang hidup berdua. Kesibukan membuat keduanya menjadikan makan malam sebagai waktu ketika keduanya bisa bersinggungan. Selain waktu malam malam, rasanya keduanya susah bertemu. Percakapan suatu hari dengan sang ibu menyinggung sosok ayah. 

Bagi si anak sosok ayah adalah impian. Ia memang tidak pernah tahu siapa ayahnya. Ada lelaki dewasa yang pernah ia lihat di rumah tetapi itu adalah 'pekerjaan' ibunya. Pekerjaan seperti apakah yang kumaksud? Silakan baca sendiri bagian itu.

Kata ibunya, ayahnya akan datang ke rumah. Benar saja, ayahnya datang. Mereka makan malam bertiga seperti keluarga utuh. Tetapi malam itu juga si ayah kembali pergi. Si ayah datang ke rumah itu untuk minta maaf kepada si anak dan si ibu. Sebab di kota lain si ayah sudah punya kehidupan yang lain.

Penulis mengangkat korban pria yang meninggalkan keluarga. Apalagi jika sampai si pria memulai kehidupan di tempat lain. Salah satu harus dipilih. Memilih keduanya bukan solusi yang pas. Dan kegetiran hidup sebagai korban berusaha dikenalkan penulis.

Cerita kedua adalah Balada Hari Hujan. Mengetengahkan kisah seorang waria yang menjalin asmara dengan pria paruh baya. Si waria sepertinya merasa tertipu oleh si pria paruh baya atas kisah hidupnya yang mematikan istrinya dalam penjelasannya. Ia patah hati. Tapi menyadari pria tetaplah pria. Cerita ini membuka pembaca pada bentuk roman yang berbeda. Dan aku ingatkan, jangan menghakimi apa pun ceritanya. Cukup dinikmati saja.

Selain kedua belas cerita pendek, di akhir buku terdapat esai atau resensi yang dibuat oleh Cep Subhan KM atas buku ini, selaku dirinya sebagai editor juga.

Cerita dalam buku Kuda Terbang Maria Pinto memiliki latar yang beragam. Ada keluarga, perang, asmara, seks, keabnormalan, dan banyak sisi lainnya yang panjang jika dikategorikan secara mendetail. Dan bukan pekerjaanku sebab aku masih menempatkan diri sebagai pembaca bukan penganalisis.

Buku ini penting dibaca. Aku sarankan sebagai referensi jika kalian ingin belajar membuat cerita pendek. Pelajari gaya bercerita dan cara menyajikan cerita pada Linda Christanty. Kelak kalian pun akan punya karya cerita pendek yang memikat seperti cerita-cerita di buku ini.


April 14, 2017

[Buku] Vegetarian, Han Kang


Judul : Vegetarian
Penulis : Han Kang
Penerjemah : Dwita Rizkia
Penyunting : Anton Kurnia
Pemeriksa aksara : Aniesah Hasan Syihab
Penata isi : Aniza Pujiati
Perancang sampul : Wirastuti – TEKOBUKU
Penerbit : Penerbit Baca
Terbit : Februari 2017, cetakan pertama
Tebal buku: 224 halaman
ISBN : 9786026486073
Harga : Rp65.000

Aku penasaran dengan hubungan waktu yang dihabiskan untuk membaca buku dengan kualitas buku sesuai prestasinya. Soalnya, untuk buku Vegetarian karya Han Kang ini, yang mendapatkan penghargaan Man Booker International Prize, aku membutuhkan lebih banyak waktu menyelesaikan membacanya dibandingkan dengan buku lain.

Vegetarian ini mengungkap fenomena psikologis kegilaan. Perempuan bernama Young Hye mendadak memutuskan tidak makan daging setelah bermimpi. Mimpi yang dialami Young Hye sangat detail dan buatku itu menjijikan. Namun, dari mimpi yang menjijikan itu sulit untuk diterima oleh akalku, mampu merubah kebiasaan seseorang secara drastis. Bahkan Young Hye menolak ajakan suaminya untuk bersetubuh dengan alasan badan suaminya berbau daging.

Perubahan yang dialami Young Hye mempengaruhi psikologis Young Hye sendiri, psikologis suaminya, psikologis kakak iparnya, dan psikologis kakak perempuannya. Seperti bola salju yang menggelinding, dari satu putaran kecil berubah menjadi tambah besar. Masalah kecil yang dialami Young Hye memengaruhi secara luas hubungan orang-orang di sekitarnya.

Vegetarian sendiri dibagi menjadi tiga bab. Bab pertama adalah Vegetarian. Bab yang menceritakan awal mula Young Hye jadi Vegetarian dengan menggunakan sudut pandang suaminya. Bab ini pun jadi perkenalan pembaca dengan anggota keluarga lain Young Hye seperti suaminya, kakak perempuannya, ibunya, ayahnya, adik dan istrinya, dan kakak iparnya.

Suatu hari di perkumpulan keluarga yang diadakan di rumah baru kakak perempuan Young Hye terjadi drama keluarga yang menakjubkan. Young Hye dipaksa makan daging oleh ayahnya. Ia tidak menggubris. Ayahnya yang pemarah akhirnya menampar Young Hye dan mencoba menjejalkan paksa daging ke mulut Young Hye. Young Hye justru menghindar dan meraih pisau lalu mengiris pergelangan tangannya. Ini merupakan awal pemicu konflik berikutnya.

Yang membuatku penasaran justru sifat tertutup dan pendiamnya Young Hye ini ternyata sudah tampak sejak ia remaja. Sepanjang buku ini saya tidak mendapati satu peristiwa yang menunjukkan kalau Young Hye pernah ceria dan periang. Sehingga perubahan kebiasaan Young Hye yang bertambah pendiam dan tertutup tidak membuatku kaget.

Pada bab ini pula pembaca disuguhkan kegilaan Young Hye yang semakin tidak masuk akal. Selain menolak makan daging dan bersetubuh, Young Hye pun kerap bertelanjang dada di bawah sinar matahari. Alasan yang ia ucapkan ketika pertanyaan mengapa ditujukan padanya; gerah.

Bab kedua adalah Tanda Lahir Kebiruan. Bab yang memasukkan unsur cerita erotis dengan menggunakan sudut pandang Kakak Ipar. Kegilaan Young Hye menulari kejiwaan Kakak Iparnya yang berprofesi sebagai seniman film. Sejak peristiwa Young Hye mengiris pergelangan tangannya, kakak ipar mulai terobsesi dengan tanda lahir kebiruan yang ada di sebelah kiri atas bokong Young Hye. Dan puncak kegilaan kakak iparnya memunculkan kegilaan istrinya. Dan cerita masuk ke bab ketiga; Pohon Kembang Api.

Hubungan kakak ipar dan istrinya hancur. Kim in Hye; kakak perempuan Young Hye, melanjutkan hidup dengan anak laki-lakinya yang saat itu berusia enam tahun. Young Hye dirawat di rumah sakit di pegunungan. Ada kejadian Young Hye kabur dari rumah sakit dan ditemukan di dalam hutan yang gelap sedang berdiri kaku seolah dirinya pohon.

Perubahan lainnya atas kegilaan Young Hye, ia mengaku dirinya adalah pohon. Sering akhirnya Young Hye berdiri terbalik. Ia merasa dari tangannya akan muncul akar yang mencuat ke tanah. Dan ia juga merasakan akan tumbuh bunga di selangkangannya.

Di bab ini akan dikupas secara total siapa kakak perempuan Young Hye. Sebagai anak pertama Kim Hye menanggung beban hidup yang tidak sedikit. Rasa lelah itu ia sembunyikan hingga bertumpuk dan puncaknya berupa kehancuran keluarga. Ada sisi perenungan tentang kebahagian di bab ini dan lumayan mengusik pribadiku. Menjadi pribadi yang apa adanya dan berada di lingkungan keluarga yang kondusif, bisa menjadi terapi kebahagiaan untuk jangka panjang. Dan jangan biarkan masalah kecil ditunda diselesaikan sehingga pada akhirnya jadi masalah besar.

Setelah membaca sampai akhir buku, kesanku tidak jauh dari rasa depresi, stres, lelah, kesedihan, dan kehilangan harapan. Vegetarian bukan buku tentang bagaimana menjadi vegetarian yang berhasil. Melainkan buku drama yang khusus menggali sisi gelap manusia. Dan aku mengaku sepertinya tidak akan membaca ulang buku ini. Selain butuh konsentrasi mencerna alur cerita dan narasinya, suasana buku ini yang mencekam dan gelap bisa memberikan efek yang tidak bagus untuk mood. Tapi, buat kalian yang suka membaca buku, rasanya sayang sekali kalau tidak mencicipi buku yang berprestasi ini.