Januari 16, 2026

Novel (Bukan) Pengantin Baru - Yessie L. Rismar

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]



Judul: (Bukan) Pengantin Baru

Penulis: Yessie L. Rismar

Editor: Anindya Larasati

Ilustrasi & desain sampul: Amelia Maulida

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Terbit: Desember 2024

Tebal buku: vi + 190 hlm.

ISBN: 9786230068072


Setelah sekian lama akhirnya saya bisa menyelesaikan membaca novel pertama di tahun 2026 ini. Kenapa saya memilih novel ini karena selain fresh baru dibeli pas Penerbit Elex ulang tahun, novel ini juga lumayan tipis jadi pas mulai baca sudah yakin bakal sampai selesai.

Kesan pertama di bab awal-awal, saya sudah mencak-mencak dengan konflik yang disajikan. Jadi, pasangan suami istri, Kiara dan Yaris, sudah menikah selama tiga tahun tapi mereka belum punya anak. Omongan tetangga dan omongan orang tua soal kehamilan membuat pasangan ini mesti banyak-banyak bersabar.

Tapi... masalahnya bukan karena pasangan ini ada kendala kesuburan. Masalah mereka itu cuma gagal melulu kalo mau berhubungan seksual. Mereka belum pernah bercinta.

APA-APAN INI!? TIGA TAHUN NGAPAIN AJA!! KOK LAKINYA KUAT YA!!

Dari sini saya pun kaget. Ditambah mereka terang-terangan enggan ke dokter karena bingung mesti jawab apa kalau ditanya keluhan. Yaris itu dosen, Kiara itu editor, harusnya mereka aware soal beginian, bukan bertingkah ogah-ogahan buat pergi ke dokter.

Ketika Kiara tertekan dengan omongan orang soal kehamilan, saya sebagai pembaca pengen banget ngomong lantang begini, "Ya kamu, masalah dipelihara, bukannya cepet pergi ke dokter malah bersikap sok paling dilukai orang-orang sekitar." 

Maafkeun kebawa emosi. Soalnya saya jadi ingat video seorang istri yang menyampaikan kabar ke mertuanya, sekaligus minta maaf karena belum bisa memberikan keturunan untuk suaminya. Di situ jelas ada masalah dengan kesuburan. Sampai si mertuanya bilang, "Enggak apa-apa, Nov. Ini bukan maunya. Novi."

Kalau Kiara dan Yaris kan memang bukan karena mandul atau apa, belum tau malah masalah kesuburan mereka gimana karena belum mencoba, jadi agak susah untuk saya memahami penderitaan mereka sebab mereka sendiri memilih tidak melibatkan dokter selama tiga tahun itu.

Kiara itu punya tiga sahabat yang deket banget; Alin, Sava, dan Indi. Dan selama tiga tahun itu juga Kiara enggak coba sharing dengan mereka. Padahal, ujung-ujungnya yang jadi perantara mereka ketemu dengan dokter baik yang melabeli diagnosa medis soal kondisi Kiara itu ya sahabatnya sendiri, Sava. Coba aja mereka cerita lebih awal, pasti enggak perlu menanggung tekanan psikis selama itu.

Alasan kenapa Kiara dan Yaris gagal bercinta karena setiap kali mereka mau melakukannya, Kiara akan menegang, menutup pahanya rapat-rapat, melakukan penolakan, bahkan bisa sampai mencakar. Menurut dokter Anne kondisi ini disebut Vaginismus. Vaginismus adalah kondisi kakunya otot vagina, sehingga ketika terjadi penetrasi atau dimasukkan sesuatu, secara otomatis akan merapat.

Pasangan Kiara dan Yaris akhirnya menemukan harapan dan kelegaan karena ternyata yang mengalami kondisi seperti mereka bukan mereka saja. Di luaran sana banyak juga yang senasib. Dan kondisi vaginismus ini bisa disembuhkan. 

Teknik penyembuhannya ternyata membutuhkan alat yang disebut Dilator. Prosesnya ternyata lumayan memakan waktu dan emosi untuk istri yang mengalami vaginismus. Dan di novel ini penulis berhasil menyampaikan dengan baik bagaimana usaha keras dilatasi yang dilakukan Kiara.

Saya iseng mencari tahu apakah Dilator ini sama dengan Dildo. Jawabannya ternyata beda. 




Karena kondisi vaginismus ini, drama di novel ini begitu kental dan berhasil mengaduk emosi. Jujur, saya paling gampang dibikin sedih kalau baca cerita yang konfliknya tentang anak dan orang tua. Puncak konflik di novel ini muncul saat Kiara diminta dengan bahasa halus oleh ibu mertuanya untuk mundur dari pernikahan. Ibu mertuanya sudah merancang akan mendekatkan Yaris dengan mantan pacarnya waktu SMA, Ine.

Sedihnya mengoyak batin. Siapa pun perempuan di posisi Kiara pasti hancur hatinya karena diminta berpisah dengan suaminya. Dan lebih menyayat hati lagi saat Yaris kesal dengan ibunya dan ia memohon agar tidak dipisahkan dengan istrinya. Di posisi Yaris, ia ingin marah besar tapi lawannya adalah ibunya sendiri. Saya enggak bisa bayangin batin Yaris menahan amarah yang meledak demi tidak menyakiti ibunya. Di situlah saya ikut terbawa menangis.

Ini yang paling bener, ketika istri berkonflik dengan ibu mertua, suami memang harusnya berada di pihak istri. Dicari tahu masalahnya, dicari jalan keluarnya. Dan saya sangat terharu biru saat tahu latar belakang ibu mertua Kiara bersikap demikian. Apalagi saat akhirnya mereka saling bicara, saling memahami, dan saling meminta maaf. SUMPAH BANJIR BANDANG SEDIHNYA!

Menurut saya, novel ini mengandung banyak teladan baik untuk pasangan suami istri. Pelajaran yang enggak diajarkan di sekolah atau kuliah, tapi bisa didapatkan dari pengalaman orang-orang (walaupun ini fiksi). 

Penulis berhasil menyajikan cerita yang komplit, ada kisah manis, kisah sedih, kisah haru, juga kisah menegangkan. Drama domestik rumah tangga dituturkan dengan apik dan tidak menggurui. Diksi yang tidak bertele-tele. Dan ada wawasan baru yang disodorkan, ya soal vaginismus ini. Secara penokohan pun terasa sangat hidup. Pembaca bakal gampang berdiri di POV Kiara dan Yaris. 

Dari novel ini saya belajar soal bagaimana seorang suami mencintai istrinya, belajar bagaimana menempatkan posisi diri antara istri dan ibu sendiri, dan belajar kalau kesabaran pasti selalu berbuah baik.

Novel ini sangat saya rekomendasikan untuk pembaca yang gemar bacaan islami, konflik tentang rumah tangga, dan romansa dewasa. Dan kayaknya bakal membantu untuk pembaca yang memang sedang bersabar menunggu kehadiran buah hati dalam pernikahannya. Siapa tahu dari kisah Kiara dan Yaris ini banyak pembaca yang terkuatkan dalam proses kesabarannya.

Nah, sekian jurnal baca saya untuk novel (Bukan) Pengantin Baru karya Yessie L. Rismar ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!



Januari 01, 2026

Hai 2026!


Ada banyak hal seru yang terjadi di tahun kemarin, baik di kehidupan nyata maupun di dunia perblogan. Dan jika dirangkum dalam satu kalimat, saya mau bilang, "Harusnya bisa lebih baik lagi."

Sedikit kecewa karena ternyata banyak hal baik yang dilewatkan. Ketidaksiapan diri ketika kesempatan datang jadi alasannya. Banyak keputusan salah yang saya ambil sehingga buang-buang tenaga, waktu dan uang. Hasilnya, progres kemajuan hidup saya hanya sedikit. Tapi kini penyesalan enggak berguna kalau tidak diambil pelajarannya.

Awal tahun harus jadi momen bagus untuk melakukan perubahan. Ibaratnya seperti membuka lembaran baru dan kembali siap menulis petualangan yang lebih seru. Di tahun 2026 ini saya ingin belajar lebih banyak. Energi belajar ini yang akan saya pupuk sepanjang tahun karena banyak hal yang ingin saya ketahui dan akan saya coba. Harapannya dengan banyak belajar, saya mempunyai kesiapan yang mumpuni untuk menyambut kesempatan dan peluang yang menghampiri. Semoga hal baik dan keberuntungan melimpah ruah di tahun ini. Amin ya Rabb!

Selain itu, di tahun 2026 ini saya juga ingin mengelola blog dengan lebih baik. Saya ingin konsisten membuat postingan setiap bulannya baik itu ulasan buku atau artikel di luar itu. Dan yang paling penting, tahun ini saya tidak ingin terbebani dengan target bacaan yang begitu ambisius sehingga ujung-ujungnya malah kelelahan sendiri, target tidak tercapai, dan tidak menikmati prosesnya. Sayang banget kan sudah meluangkan waktu membaca buku tapi sekadar ritual saja, huft! 

Dan untuk mewujudkan itu semua saya memutuskan melakukan banyak penyesuaian, dan berikut adalah target-target perblogan untuk tahun 2026:

1. Target Goodreads 2026 Reading Challenge adalah 26 buku. Artinya saya harus baca sekitar rata-rata 2 buku per bulan dan penting banget membuat ulasannya di blog. Judul apa saja yang sudah saya rencanakan untuk dibaca, bisa klik di sini: 26 Books For 2026

Ini hampir turun setengahnya dari target tahun kemarin. Tahun kemarin saya menargetkan baca 50 buku dan tidak tercapai. Saya hanya berhasil membaca 23 buku saja. Semoga dengan penyesuian ini bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

2. Mengurangi timbunan dengan fokus membaca buku-buku yang sudah dimiliki. Setelah dihitung-hitung jumlah buku yang belum saya baca sebanyak 571 buku. Jumlah yang mengerikan karena entah kapan semua bukunya bakal dibaca. Enggak kebayang tumpukannya segimana, soalnya ini belum menghitung tumpukan buku yang sudah dibaca juga. 

Untuk masalah kebanyakan TBR ini saya membuat aturan baru agar koleksi buku saya banyak yang dibaca dan jumlah TBR-nya menurun. 

Pertama, buku-buku yang jelas-jelas tidak akan dibaca harus segera dialihkan, bisa dengan cara dijual, diberikan ke orang, atau dibuang. Karena pas menghitung kemarin, banyak sekali judul-judul yang kayaknya enggak akan dibaca. Kalau enggak diakalin, pasti makin bertambah karena seiring setiap tahunnya pasti akan terbit buku-buku baru.

Kedua, Menganggarkan budget 100K setiap bulan untuk beli buku baru. Ini komitmen yang menantang karena saya hampir tidak pernah bisa membeli buku dengan anggaran segitu. Setiap bulannya selalu lebih dari itu. Tapi karena TBR yang segunung, saya harus sadar diri soal nasib buku-buku itu yang kemungkinan akan ditumpuk lebih lama.

3. Mengadakan Giveaway Buku. Sebagai bentuk rasa syukur saya ingin berbagi buku dengan pembaca lain. Ketika memberi sesuatu yang kita suka kepada orang lain jadi pengalaman rasa yang sangat menyenangkan. Pengennya mengadakan giveaway setiap bulan tapi karena melihat budget beli buku yang dibatasi jadi saya akan maksimalkan setiap 3 bulan sekali (doakan biar rejekinya lancar ya biar wacana giveaway setiap bulan bisa terwujud hehe...). 

4. Konsisten membuat postingan blog berupa Ulasan Buku, artikel Bebukuan Bulanan, artikel Notice, dan artikel Intermeso. Contoh bentuk postingan ini semua sudah ada di blog dan yang menjadi kendala saat ini perihal konsistensi membuatnya. Tahun kemarin artikel Bebukuan saja ada beberapa bulan yang tidak terbit.


Segitu saja target yang ingin saya realisasikan di tahun 2026 ini. Saya tidak bikin banyak-banyak. Sekarang sih yang penting konsisten saja. Lebih baik pasang target sederhana tapi terkendali dan bisa diwujudkan dengan santai dibandingkan target yang banyak dan malah bikin pusing sendiri.

Saya mohon doanya agar apa yang saya inginkan bisa diwujudkan dan diberkahi. Amin! Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku ya!

November 23, 2025

Giveaway Aroma Karsa



Halo! Apa kabar?

Alhamdulillah, menjelang akhir tahun ini saya bisa merealisasikan untuk membuat giveaway. Padahal pengennya mengadakan tiap bulan tapi momennya belum tepat melulu. Mohon doanya ya semoga tahun depan saya bisa lebih sering berbagi buku.

Kemarin juga saya seneng banget karena bisa membeli dua buku Aroma Karsa karya Dee Lestari dengan harga sangat terjangkau. Sebenarnya saya sudah membaca novel ini tapi karena kepikiran mau baca ulang lagi jadi saya memutuskan beli lagi. Dan daripada punya double bukunya, saya mau jadiin hadiah giveaway aja. Semoga banyak yang suka sama hadiahnya ya.

Tapi sebelum ke giveaway-nya, temen-temen boleh baca ulasan saya untuk novel Aroma Karsa karya Dee Lestari ini dulu. 


Seperti biasa, untuk ikutan giveaway ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Insyaallah enggak susah kok. Cek di bawah ini ya: 


  • Mempunyai alamat kirim di Indonesia.
  • Opsional, follow twitter saya: @adindilla
  • Opsional, follow blog saya via GFC
  • Tulis di kolom komentar dengan format: nama lengkap - domisili.
  • Periode giveaway dari tanggal 23 - 27 November 2025. Pemenang akan ditentukan dengan cara diundi pada tanggal 29 November 2025 (semoga tidak ada halangan ya) dan akan diumumkan di update postingan ini.
  • Untuk hadiahnya saya sudah menyiapkan 1 novel Aroma Karsa karya Dee Lestari buat kamu.


Gimana-gimana, susah enggak syarat-syaratnya? Semoga enggak ya.

Yuk ikutan giveaway-nya dan jangan lupa berdoa semoga kalian yang beruntung jadi pemenangnya!

Kalau ada yang kurang jelas, silakan menghubungi saya di alamat email hapudincreative@gmail.com atau DM ke akun twitter saya. 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

UPDATE PEMENANG!!!

Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk teman-teman yang sudah ikutan Giveaway Aroma Karsa ini. Senang sekali karena ternyata masih ada yang mau ikutan. Peserta yang ikutan ada 12 orang dan dari berbagai wilayah. Enggak nyangka bakal ada peserta yang cukup jauh juga lokasinya. 

Dan seperti yang saya bilang, tanggal 29 November 2025, tepatnya hari ini, saya melakukan undian dengan dibantu situs https://wheelofnames.com/.

Dan siapakah pemenang di Giveaway Aroma Karsa ini..... 

Jeng!

Jeng!

Jeng!

cek videonya ya!


Yeay, selamat untuk pemenang!!! Kamu mendapatkan 1 novel Aroma Karsa karya Dee Lestari...

Jangan lupa DM twitter atau email ke saya untuk informasi alamat pengiriman hadiahnya ya!

Dan untuk yang belum beruntung, tenang, insyaallah di Desember 2025 saya akan siapkan lagi giveaway dengan hadiah novel yang bisa dibilang series, yang terdiri dari dua buku. Kira-kira novel apa ya?

Sampai ketemu di giveaway berikutnya!!!



November 20, 2025

Blog Dalam Perbaikan


Halo! Apa kabar?

Saya belum mau update Bebukuan lagi kali ini. Tapi saya mau bilang kalau kemarin-kemarin saya dibikin susah dengan hilangnya tombol balas atau reply di kolom komentar. Sudah mencoba mencari tahu di google tentang solusinya tapi enggak berhasil juga. Saya yang enggak paham soal utak-atik html sempat menghubungi orang yang buka jasa perbaikan template blog tapi responnya super lambat, dan ujung-ujungnya enggak jadi.

Beberapa hari saya ulik terus, sampai membandingkan dengan blog baru dengan template yang sama, namun tetap tidak ketemu sumber masalahnya. Akhirnya, ketemu solusi memindahkan konten dari blog yang bermasalah ke blog baru. Lalu blog baru dikaitkan kembali ke domain yang sudah dibeli.

JRENG! BERHASIL!

Seneng banget bisa kembali melihat tombol balas atau reply di kolom komentar.

Apakah semulus itu hasilnya? TIDAK.

Ternyata banyak perubahan yang terjadi. Contohnya, banyak komentar yang hilang. Dan mungkin masih banyak yang berubah di dalam postingannya kalau dicek satu-satu.

Tapi itu enggak masalah, setidaknya blog baru ini masih punya postingan lengkap sesuai tanggal saya mempublikasikannya.

Tugas berikutnya buat saya ya harus sidak ke semua postingan. Ini akan saya lakukan sambil jalan saja. Setidaknya blog ini sudah kembali normal dan siap di-update lagi, hehe.

Segitu dulu update kali ini, sampai jumpa di postingan berikutnya!



November 13, 2025

Kenapa Jarang Update?


Ini sebenarnya enggak penting untuk disampaikan. Tapi enggak apa-apalah, biar ada update blognya.

Jadi jawaban buat pertanyaan di atas itu karena 2 alasan:

Pertama, mood baca saya lumayan turun. Plus, rada kesulitan untuk bikin review bukunya. Kalo dipikir-pikir kondisi ini akibat betapa pusingnya kegiatan di luar Bebukuan.

Kedua, laptop saya layarnya blank. Alhasil enggak bisa apa-apa. Sudah coba buat menyelesaikan draft blog di ponsel, tapi masih kesusahan gara-gara ponsel saya kentang banget.

Kabar baiknya....

Alhamdulillah, saya bisa beli laptop pengganti. Semoga ini bisa jadi motivasi buat menulis lagi. Tinggal gimana meningkatkan motivasi baca buku aja ini mah.

Akhir tahun sudah tinggal menghitung hari saja. Semoga ada beberapa buku yang bisa saya baca. Amin!



September 18, 2025

Novel Koloni - Ratih Kumala

[ Ulasan di bawah ini adalah kesan pribadi saya setelah membaca bukunya. Semua poin berdasarkan penilaian sendiri sesuai selera pribadi. Terima kasih. ]


Judul: Koloni

Penulis: Ratih Kumala

Editor: Mirna Yulistianti

Ilustrasi sampul & isi: Alit Ambara

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Agustus 2025, cetakan pertama

Tebal: vi + 246 hlm.

ISBN: 9786020684451

Tag: fabel, semut, koloni, kekuasaan, ratu



SINOPSIS

Novel Koloni ini menceritakan semut ratu muda bernama Darojak yang masih hidup setelah sarang dan koloninya porak-poranda diterjang perusakan hutan oleh mesin yang dikendarai manusia. Ia diselamatkan oleh semut jantan bernama Sunar dan membawanya ke koloninya.

Mak Momong yang bekerja di Departemen Perawatan dan Pengasuhan menyembunyikan keberadaan Darojak dari Ratu Gegana dengan mempekerjakannya sebagai pengasuh. Ini dilakukan karena Darojak adalah semut ratu dan dalam satu koloni tidak boleh ada dua ratu.

Rahasia pasti terbongkar dan begitu juga keberadaan Darojak. Ratu Gegana tahu keberadaan Darojak dari feromon cinta yang dikeluarkan Darojak saat kasmaran dengan Sunar. Mak Momong menentang pengusiran Darojak karena Darojak lebih memungkinkan melahirkan semut pekerja, bukan semut jantan, dan bisa memperkuat dan memperpanjang keberlangsungan koloni. Ratu Gegana yang selama ini hanya melahirkan semut jantan tidak bisa berbuat apa-apa. Sejak itulah persaingan dua ratu semut api dimulai.



RESENSI

Sempat maju-mundur mau beli novel ini karena saya belum baca novel Gadis Kretek dan novel Saga Dari Samudra yang sudah saya punya. Tapi gara-gara diskon di Lazada akhirnya beli juga.

Novel ini kategori fabel karena tokoh ceritanya berupa hewan yaitu semut api. Konsep cerita yang menarik karena jarang banget ada novel begini. Dan setelah saya membaca sampai tuntas, jujur, rasanya kayak habis nonton drama korea.

Konflik utama novel ini tentang perebutan kekuasaan antara dua ratu semut, Ratu Gegana dan Ratu Darojak, di sebuah koloni. Ratu Gegana adalah ratu asli koloninya, sedangkan Ratu Darojak adalah ratu pendatang yang diselamatkan dan masuk koloni. 

Mak Momong sebagai semut tua di Departemen Perawatan dan Pengasuhan menjadi yang paling bertanggung jawab atas situasi tersebut. Dia mempertahankan Darojak untuk melengkapi kekurangan Ratu Gegana dan tujuan besarnya agar koloni tidak punah.

Saya suka dengan penggambaran dunia semut yang detail. Saya baru tahu kalau semut bisa mengeluarkan feromon berbagai jenis sesuai situasi yang dihadapi misalnya feromon cinta, feromon panik, feromon menyerang, feromon sedih dan masih banyak lagi. Dunia semut juga punya hierarki yang jelas. Ratu adalah posisi tertinggi yang dilayani oleh semut pekerja, semut pemburu, semut prajurit, semut dayang dan semut jantan. Setiap posisi memiliki tugas masing-masing dan tidak boleh mencampuri posisi semut lain. Yang paling dikritisi adalah semut jantan karena ternyata tugasnya hanya mengawini semut ratu, dan tidak bisa diandalkan untuk bertarung atau mencari makan.

Proses kawin semut juga sangat menarik. Semut ratu akan terbang lalu dinaiki semut jantan. Kemudian terjadilah proses transfer sperma ke spermatheca untuk dibuahi bertahun-tahun. Semut ratu bisa dikawini oleh banyak semut jantan. Naasnya kebanyakan semut jantan yang telah mengawini semut ratu akan mati sebagai konsekuensi perannya.

Saya salut dengan penceritaan penulis yang bagus yang bisa membuat saya lupa kalau tokoh di novel ini tuh semut. Gampang banget saya diajak bersimpati dengan nasib beberapa tokoh. Ini bukti kalau emosi yang dibangun penulis bisa sampai ke pembacanya. 

Kita juga bakal menemukan kejutan-kejutan yang mengagetkan. Yang paling susah saya terima itu keputusan penulis membuat beberapa tokohnya mati padahal perannya vital dan saya sudah berharap tokoh itu bakal punya happy ending. Saya kaget tapi enggak sekecewa itu karena tahu ini cara penulis agar tokoh utamanya punya kedalaman karakter dari peristiwa menyedihkan yang dialaminya. Hasilnya novel ini jadi begitu emosional.

Walau ini cerita semut, banyak momen yang justru terasa sangat manusiawi. Terutama jika menyoroti dinamika hubungan antar semut. Ada penggambaran hubungan tidak harmonis antara ibu dan anak perempuan. Ada persaingan dan iri hati antara saudara kandung. Ada romansa merah jambu sepasang kekasih semut. Ada juga gambaran hubungan antara penguasa dan bawahan. Ceritanya terasa begitu kaya pembelajaran.

Tokoh semut yang muncul begitu hidup. Ratu Darojak adalah semut ratu yang baik, tahu diri, dan bijaksana. Ratu Gegana jadi antagonis dengan sifat iri, pemarah, dan jahat. Terasa sekali ambisinya menjadi ratu satu-satunya di koloni, sampai-sampai dia tega melakukan tindakan brutal. Mak Momong jadi sesepuh di koloni dengan pembawaan tenang, cerdas, dan bijaksana. Dia terlatih karena pernah jadi semut ratu sebelum akhirnya dikudeta anaknya sendiri. Sunar sebagai semut jantan yang memiliki pola pikir berbeda dengan mimpi melakukan petualangan di luar koloni. Jantung Hati adalah anak semut Ratu Darojak yang lahir dengan kondisi sayap tidak sempurna padahal dia semut ratu yang akan jadi penerus di koloni. Hari Bahagia adalah saudara Jantung Hati yang lahir dengan kesempurnaan namun ia diperlakukan berbeda oleh Ratu Darojak sehingga membuatnya begitu kesal.

Oya, latar tempat yang dipilih penulis ternyata di IKN sebelum hutannya dibabat. "Ya sudah, kita bikin saja proposal dananya. Ini kan mau bikin ibukota baru, nggak mungkin nggak ada duitnya, kan?" (hal. 242) Jadi masuk akal kenapa koloni Darojak dihantam perusakan, buat IKN toh!

Menurut saya novel Koloni ini punya ide cerita yang fresh, seru, dan emosional. Saya merekomendasikan novel ini untuk pembaca yang suka cerita politik kekuasaan walau di sini masih skala kecil. 

Nah, sekian ulasan saya untuk novel Koloni ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!