[Buku] Xanny - Herlinssi


Judul:
Xanny

Penulis: Herlinssi

Penyunting: Haitiwi

Penyelaras akhir: Arreuvia

Penerbit: Aria Media Mandiri (Shira Media Group)

Terbit: 2022, cetakan pertama

Tebal: vi + 362 hal.

ISBN: 9786025921681

***

Jika bukan obsesi, apakah ini disebut balas dendam?

Jika tidak bisa memiliki, apakah harus menjadi bayangan untuk melupakan?

"Tertawalah hari ini, bisa jadi tawa itu tidak akan ada lagi esoh hari!"

***

Sinopsis

Novel Xanny ini menceritakan tokoh utama seorang gadis bernama Kang Seulji yang mesti bekerja keras untuk menghidupi dirinya dan ibu tirinya setelah ayahnya dipenjara dengan kasus korupsi. Ia bekerja siang malam tapi tetap tidak cukup memenuhi. Apalagi ibu tirinya menghamburkan uang untuk bayar sewa unit flat sehingga mesti berseteru dengan pemilik flat. Nasib naas menimpa Seulji karena terlalu bekerja keras siang malam, ia lalai mengerjakan pekerjaan dan berakibat dipecat. Seulji sangat sedih dan menderita.

Tanpa dia ketahui ada sosok lelaki yang selama ini menguntit dan memotretnya. Dan saat lelaki ini tahu Seulji dipecat, ia gunakan kesempatan itu untuk menarik Seulji ke sampingnya. Lelaki itu bernama Park Jimmy, lelaki dari masa kuliah yang menyimpan amarah sekaligus cinta kepada Seulji. Dulu, ia mengutarakan perasaan cintanya kepada Seulji, tapi ia menerima penolakan dan hinaan. Amarah yang membakar Jimmy dimulai sejak itu.

Niat dendam yang dipendam selama ini terwujud dengan begitu mudah. Jimmy melancarkan aksinya membalas dendam kepada Seulji. 


Mampukah Seulji melepaskan diri dari kungkungan Jimmy?


***

Resensi

Setelah kelar membaca novelnya, saya bertanya-tanya pemilihan judul Xanny ini apa maknanya, sebab saya tidak menemukan kata ini di sepanjang novel. Lalu, saya mencari tahu dan menemukan ini: 

Xanny atau xanax adalah sejenis obat-obatan untuk mengatasi rasa kegelisahan, depresi, gejala panik yang berlebihan. Xanny seringkali digunakan dengan tujuan pengunaannya sebagai rekreasi.

Mungkin ya, kata Xanny merujuk pada obat-obatan yang dikonsumi Park Jimmy untuk meredakan emosinya yang meluap-luap. Dan judul novel ini menegaskan kondisi tokoh lelaki yang memang kurang waras. Ups!

Isu besar novel ini membahas kesehatan mental, dan di novel ini disebutkan tiga kondisi kelainan mental: Bipolar Disorder, Obsessive, dan Personality Disorder. Bipolar Disorder kerap disebut gangguan bipolar yaitu keadaan perubahan mood seseorang secara ekstrim. Obsessive sendiri dikatakan sebagai ide, pikiran, atau rangsangan yang terus muncul tidak terkendali di benak seseorang. Sedangkan Personality Disorder diartikan kepribadian yang menyimpang dari orang normal. Saya tidak bisa membayangkan betapa 'sakit'-nya orang yang didiagnosa mengidap ketiganya.

Sebelum membahas lebih jauh, saya mau kasih tau dulu kalau novel ini punya vibes drama korea karena tokoh dan latar tempat diambil dari negeri sana. Dengan tau ini, kita sebagai pembaca bisa menerapkan mode nonton drama korea dulu pas mau membacanya. Buat saya cara ini berhasil.


Konflik yang muncul berkutat pada balas dendam Jimmy kepada Seulji. Dengan kekuasaan yang dia punya, Jimmy bisa mengatur banyak hal agar Seulji jatuh ke tangannya. Dan berkat ancaman, dia melakukan tindakan abnormal dan keji, seperti menelanjangi paksa, memotret ketika telanjang, mencium paksa, menyundut rokok di perut, membenturkan tubuh korban sembarangan, membenamkan kepala ke bathtub, dan masih banyak kekerasaan fisik lainnya. 

Seulji sebagai korban tidak punya daya. Sejauh apa pun ia lari, Jimmy bisa menangkapnya dengan gampang. Dan ketika ia meminta tolong kepada ibu tirinya, Seulji justru diabaikan dan rengekkannya itu dianggap bentuk Seulji menolak kesempatan emas mendapatkan gaji besar. Pada poin ini, saya ingin menekankan kalau permintaan tolong dari korban intimidasi , pemerasaan, atau ancaman tidak bisa dianggap remeh sebab mereka tidak bisa melepaskan diri tanpa bantuan orang lain. Dan jika lingkungan acuh terhadap mereka, ujungnya pasti kematian sebab mereka terlambat ditolong.

Membaca bagaimana Seulji disiksa dengan dalih balas dendam, kemudian ia diperlakukan baik atas dasar cinta, membuat saya geram. Saya perlu menyebutkan kalau Jimmy ini SAKIT JIWA. Dan sepanjang membaca novelnya, kita akan terus dibuat penasaran dengan nasib Seulji ke depannya.

Kemunculan polisi bernama Kim Taejoon memberikan harapan tetapi prosesnya lagi-lagi sulit karena Jimmy tergolong orang berkuasa. 


Memang sih menjerat hukum orang berkuasa itu sulit, lebih licin. Ops!


Kim Taejoon tertarik dengan kasus ini karena ia melihat kesamaan dengan kasus adik perempuannya yang meninggal setelah mengalami ancaman dan berujung pelecehan seksual. Adiknya sampai bunuh diri karena tidak sanggup menanggung beban berat itu. Sejak itu ia mengasah kepekaan dengan kondisi orang yang ia temui, termasuk Seulji. Kim Taejoon terus menyelidiki sampai semua terbongkar.


Bagaimana, sangat menarik bukan? Udah kayak drama korean genre thriller belum?



Gaya bercerita novel ini terbilang lugas dan menggunakan space yang rapat. Pembaca akan dibawa maju terus mengikuti konflik yang disodorkan. Persis seperti sedang menonton drama kejar-kejaran, enggak mau beralih dulu sebelum selesai. 

Alurnya sendiri dominan maju walau pada beberapa bagian kita akan diajak kilas balik untuk menegaskan apa yang terjadi di masa lalu yang melatarbelakangi kejadian saat ini. Beruntung bagian kilas balik ini dibuat dengan font yang miring sehingga pembaca tidak keder membedakannya.

Untuk penokohannya sendiri sudah sangat tebal, terutama kedua tokoh utama; Seulji dan Jimmy. Kang Seulji digambarkan sebagai gadis cantik, sempat populer tapi karena jatuh miskin jadi lebih realistis, pekerja keras, dan pemikir. 

Bagian pemikir ini yang saya tidak suka dari Seulji. Ini sampai saya kesal sekali ketika membaca bagian akhir novelnya. Setelah Seulji bisa bebas dan Jimmy akan dihukum, ia malah bersikap lunak terhadap Jimmy dan bersimpati. Seolah ia lupa dengan semua yang sudah dilakukan Jimmy terhadapnya. Bukan cuma melukai, tetapi Jimmy mempermalukannya dengan menyebarkan foto tak senonoh. Dan dia masih memikirkan nasib Jimmy, bahkan Seulji terang-terangan bilang kepada Kim Taejoon kalau ia tidak setuju Jimmy dihukum berat. Dalih Seulji karena ia merasa bertanggung jawab atas kondisi Jimmy yang sekarang akibat ulahnya di masa lalu. Saya sempat mengumpat, jangan-jangan Seulji juga karakter SAKIT JIWA.

Park Jimmy sendiri sudah saya bilang sebagai lelaki sakit jiwa yang didiagnosa tiga kelainan mental. Perubahan emosinya cepat, tempramental, sadis, dingin, muram, dan kompleksitas masalah. Tidak ada bagus-bagusnya Jimmy di mata saya walau semua tindakan jahatnya didasari pada kesalahan Seulji di masa lalu. Buat saya, setiap orang harus bertambah baik di masa depan. Saya juga pernah mengalami perundungan di jaman SMP. Hampir 3 tahun malah, tetapi saya berdamai dengan semuanya dan bisa menemukan banyak hal baik di masa depan. Tidak terus terjerat dengan kejadian buruk di masa itu.

Kim Taejoon merupakan polisi yang peka terhadap kejadian di sekitarnya. Dia baik, penolong, dan bijaksana. Hanya saja karakter Kim Taejoon tidak digali banyak sehingga kehadirannya di sini sabagi hero bagi korban. Walaupun disinggung kedekatan Kim Taejoon dengan Seulji selama mengawal kasus Jimmy, sampai ujung cerita saya tidak menemukan kemungkinan interest keduanya karena penulis selalu mematahkan dengan situasi Seulji yang selalu membahas Jimmy. 


Seulji memang menyebalkan, haha.


Ada karakter pendukung lain yang muncul dan kerasa keberadaannya seperti Sora (ibu tiri Seulji) dan Namgyoon (rekan kerja Kim Taejoon).

Usai membaca novel ini saya mendapatkan pelajaran untuk lebih peka terhadap orang di sekitar. Ini semakin menegaskan jika bersosialisasi dengan orang terdekat jangan sekadar formalitas. Kita tidak mau bukan kecolongan kehilangan orang terdekat yang didera masalah gara-gara kita melewatkan mengetahui kondisi dia?

Untuk penerbitnya sendiri saya punya catatan kalau masih ditemukan typo beberapa kata walau semua itu tidak mengganggu proses membaca. Sayangnya saya lupa merekap saking menikmatinya alur ceritanya yang bikin ngos-ngosan.

Dan kovernya sudah sangat bagus, dua tokoh muncul di situ, dengan gestur si lelaki mencekik leher si perempuan, menggambarkan secara gamblang kejadian di dalam ceritanya.

Untuk keseluruhan cerita ala drama korea yang seru dan berujung pada kekesalan saya dengan karakter Seulji pada akhir kisahnya, saya memberikan nilai 4/5 bintang. Ini pengalaman menyenangkan membaca novel dengan jalan cerita yang beneran persis kayak drama korea.

Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!