April 07, 2026

Buku Anak Whispers Of The Shadow: Three Tales Of Wonder - M. Sutandi

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]


Judul: Whisper Of The Shadow: Three Tales Of Wonder

Penulis: M. Sutandi

Ilustrator: Gratiani & Pratita

Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo)

Terbit: Oktober 2024

Tebal: vi + 162 hlm.

ISBN: 9786020531175



Karena sering melihat buku ini di lokapasar, saya memutuskan untuk membelinya. Bukan apa-apa, saya memang suka dengan bacaan anak-anak. Selain ceritanya yang sederhana, formatnya yang pendek jadi alasan lain, sekalian untuk selingan karena sedang susah menyelesaikan baca novel.

Yang membuat buku ini spesial karena diproduksi penuh warna dan disajikan dalam bilingual; bahasa indonesia dan bahasa inggris. Anaka-anak pasti suka dengan gambar-gambarnya.

Sebagai buku anak, buku ini juga memiliki visi mengajarkan nilai-nilai kebaikan. Ada tiga cerita yang disuguhkan: The Girl and Her Shadow, The Little Flower, dan The Proud Hermit Crab.





The Girl and Her Shadow menceritakan tentang anak perempuan yang dalam pencarian jati dirinya dia mengusir dan meninggalkan bayangannya. Padahal dari sejak kecil hanya bayangannya yang menemani dan selalu ada. Namun setelah dewasa, saat ia kehilangan segalanya dan semua orang yang ia anggap teman justru pergi, ia tersadar kalau ada yang kurang dalam dirinya. Memori kecil teringat kembali menyadarkan apa yang sudah ia lupakan selama ini.






The Little Flower menyadarkan kepada kita kalau memaksakan memiliki sesuatu yang sebenarnya tidak boleh dimiliki justru akan membawa hal tidak baik. Bunga kecil yang tumbuh indah di padang rumput dekat pohon besar mencoba bertahan saat seorang anak kecil merusaknya dengan bola yang dia mainkan. Setelah kembali pulih, datang lagi anak kecil yang merayunya agar mau dibawa kerumah. Kegigihan anak itu membuat bunga kecil mengiyakan dengan syarat: memberinya air dan membawanya ke tempat yang bisa kena cahaya matahari. Tapi namanya anak-anak, mereka akan memiliki teman dan sibuk bermain, hingga melalaikan bunga kecil itu hingga bentuknya hampir mati. Sebelum terlambat, si anak mengabulkan keinginan bunga kecil untuk dikembalikan ke tempat semula ia tumbuh.




Sedangkan cerita The Proud Hermit Crab membahas soal anak umang-umang yang dimanja dan disanjung orang tuanya hingga ia berpikir kalau ia paling segalanya. Saat si anak melakukan salah pun, orang tuanya tetap membela. Begitu umang-umang sudah dewasa dan meninggalkan orang tuanya untuk menemukan pasangan sekaligus membentuk keluarganya, kesombongan itu tetap melekat. Setiap berpapasan dengan hewan lain, kesombongan itu dia tunjukkan. Tetapi pertemuannya dengan elang laut dada putih membuat umang-umang sadar apa kesalahannya. 



Dari ketiga cerita saya menemukan benang merah yang entah disengaja atau enggak yaitu soal kesendirian. Semua ceritanya membahas itu: anak perempuan yang awalnya sangat tertutup, bunga kecil yang ditinggalkan karena si anak menemukan kesukaan baru, dan si umang-umang yang kerap ditinggalkan di rumah bila orang tuanya pergi mencari makan. 

Ada benarnya juga, ketika masih anak-anak ada semacam kegugupan untuk berbaur dengan orang atau lingkungan baru. Jika orang tuanya paham, si anak akan digandeng untuk mulai membaur. Tetapi ada beberapa anak yang karena tidak ada yang menggandeng, ia memilih mundur menjauh dan jadi anak yang tertutup. Pola asih ini membentuk karakter si anak dan jika tidak ada perubahan maka bisa terbawa sampai saat ia dewasa. Seserius itu ya pembahasannya padahal ini cerita anak lho!

Buku ini bisa selesai dibaca dalam sekali duduk. Nilai yang dikandung ceritanya mengingatkan kembali pembaca pada nilai baik yang sifatnya universal, yang harus tetap dimiliki sampai kapan pun. 

Nah, sekian jurnal baca saya untuk buku anak Whispers Of The Shadow: Three Tales Of Wonder ini. Terakhir dari saya, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!





April 04, 2026

Bebukuan Maret 2026


Halo, apa kabar?

Maret sudah berlalu. Masuk bulan baru lagi aja. A-P-R-I-L, April, A-nya apa nih? Buat saya A-nya adalah Alhamdulillah. Saya mau belajar bersyukur lebih dalam lagi. Artinya menerimakan segala yang diberikan walau semua harapan tetap saya langitkan.

Kok tiba-tiba saja bijaksana?

Bukan tiba-tiba juga, dari kapan waktu sudah sempat memikirkannya. Saya tuh pengen banget menjalani hidup dengan bahagia. Enggak mau yang tergesa-gesa, apalagi ambisius. Saya pengen tetap memiliki nilai, dikenal orang sebagai pribadi baik dan menyenangkan, dan hidup damai tanpa tekanan yang terlalu memusingkan.

Mungkin karena usia udah enggak muda lagi, jadinya refleksi diri dan simpulannya soal penerimaan: kita menerima dunia apa adanya, kita menerima diri kita apa adanya. 

Termasuk tentang bebukuan. Ternyata saya masih di fase susah menyelesaikan membaca banyak buku. Bulan kemarin saya melakukannya dengan santai, ketika sibuk, ya saya sisihkan dulu. Tapi waktu santainya itu yang susah disiapkan. Sejak Desember 2025 hingga akhir Maret 2026 saya merasa maraton mengerjakan kerjaan tahunan perusahaan tempat saya kerja. Dan saya pun memilih mana yang paling penting diselesaikan dulu. 

Saya berharap April ini bisa ada perbaikan walaupun pekerjaan belum beres-beres amat. 

Sudah panjang prolognya, mari simak rekapannya berikut ini:


Bacaan Maret 2026

Keberuntungan Sedang Menghampirimu | Lee Kkoch-Nim


Koleksi Maret 2026

1. Terdidik (Educated) | Tara Westover



Saya sudah lama pengen baca buku ini karena kata beberapa pembaca isi buku ini bagus. Tapi sempat maju-mundur gara-gara ketebalan bukunya itu lho. Cuma saya ingat pengalaman baca buku tebal kalau isinya bagus bakal enggak kerasa tiba-tiba sudah selesai aja. Saya berharap pengalaman begitu bisa dirasakan pas baca buku ini nanti.


2. Rahasia Selma | Linda Christanty

3. Kuda Terbang Maria Pinto | Linda Christanty

4. Keberuntungan Sedang Menghampirimu | Lee Kkoch-Nim




Dua buku karya Linda Christanty sengaja dibeli bulan ini untuk menyusul buku sebelumnya yang saya beli di Februari 2026, Seekor Anjing Mati Di Bala Murghab. Buku sebelumnya belum dibaca dan memang butuh waktu untuk baca cerpen, tau sendirilah template cerpen yang lebih banyak memotret satu kegiatan tanpa menjelaskan secara menyeluruh sehingga kadang ngerasa terputus aja sensasi bacanya.

Sedangkan buku Keberuntungan Sedang Menghampiri saya beli lantaran blurb-nya yang menarik. Membahas soal anak yang mendapatkan kekerasan dari keluarganya. Ini bakal jadi bacaan yang menyentuh sekaligus menarik simpati. Siapapun pasti tidak setuju dengan kekerasan dalam rumah, baik korbannya pasangan atau pun anak-anak.


5. Telephone Of The Tree (Telepon Pohon) | Alison McGhee



Sampul novel ini cantik sekali. Gambar anak-anak yang sedang naik pohon dengan wajah sendu plus blurb-nya yang membahas kerinduan tokoh utamanya kepada sahabatnya yang jauh, makin pengen segera baca. Cerita seperti ini biasanya ampuh bikin melow.


6. Korpus Uterus | Sasti Gotama



Blurb di sampul belakang menjelaskan potongan kisah novel ini yang membahas soal kegetiran nasib perempuan yang lahir tanpa cinta dan memilih berlagak pahlawan untuk janin berikutnya agar tidak memiliki nasib serupa dirinya. Kelihatannya novel ini spesifik membahas isu perempuan. Tentunya patut dibaca untuk tahu sedalam apa penulis mengulik isunya. Dan saya memutuskan membeli novel ini karena beberapa waktu lalu sempat wara-wiri dibicarakan banyak pembaca.


7. To Tall For Life (Diari Cewek Jangkung) | Nikola Huppertz



Sehari menjelang lebaran akun X saya menampilan pemberitahuan soal akun saya menang giveaway dari Kak Cila (@undebeauty). Hehe, seneng banget dong. Hadiah lebaran kali ini adalah buku. Dan sewaktu ikutan giveawaynya saya memilih buku Diari Cewek Jangkung ini sebagai hadiahnya kelak karena sampulnya yang bener-bener jadul tapi ceria. Alhamdulillah, akhirnya wishlist-nya tercoret tanpa menunggu lama. Terima kasih, Kak Cila!


8. The Da Vinci Code | Dan Brown



Saya ada niat membaca serial Prof. Robert Langdon sesuai urutan kejadiannya. Dan buku pertamanya yang judulnya Angels & Demons sudah dibeli bulan lalu tapi belum dibaca. Bulan ini saya malah tertarik membaca buku keduanya, versi timeline kasusnya.


9. Akan Kulintasi Dunia Untukmu | Lee Kkoch-Nim



Setelah membaca karya penulis Lee yang judulnya Keberuntungan Sedang Menghampirmu, saya memutuskan membaca buku lainnya. Semoga saja kesan baik setelah membaca karyanya akan saya dapatkan juga di karyanya yang lain ini.


10. Nama-Nama Lain Untuk Masa Lalu | Norman Erikson Pasaribu



Ini buku kumcer yang terbaru dari penulis Norman. Saya sebenarnya pengen banget membaca kumcernya yang Cerita-Cerita Bahagia, Hampir Seluruhnya, tetapi stok buku ini sudah susah. Dan saat tahu ada buku kumcer terbaru ini, saya memutuskan untuk meminangnya. 


11. Rumah | J.S. Khairen



Saya sudah menduga kalau novel dengan judul Rumah, pasti isi ceritanya tentang keluarga. Saya paling suka tema ini dan saya biasanya bisa belajar banyak. Selain itu, drama keluarga selalu seru diikuti. Melihat dinamika hidup dari keluarga yang belum tentu cemara. Mari kita buktikan seberapa sedih novelnya...

***


Tidak apa-apa bulan lalu masih sedikit bukunya, tetapi semoga bulan April ada perubahan. Dan kalau bisa, kurang-kurangi membeli buku karena TBR makin tidak terkendali. 

Nah, sekian upadate Bebukuan Maret 2026 ini. Kalian juga boleh sharing buku apa yang bulan kemarin sudah dibaca dan dapat buku apa saja. Siapa tahu dari salah satunya bisa menjadi wishlist saya berikutnya.