Oktober 01, 2026

Bebukuan September 2026


Halo, apa kabar?

Sudah awal bulan lagi aja, artinya saya mesti membuat artikel Bebukuan untuk bulan September 2026 ini. Artikel Bebukuan itu merekap buku apa yang saya baca bulan kemarin dan buku apa saja yang saya dapatkan. 

Tujuan artikel ini dibikin untuk merangkum kegiatan membaca saya di setiap bulannya. Setidaknya saya tahu bagaimana mood membaca saya dengan melihat berapa buku yang selesai dibaca. Dan saya juga bisa tahu tren kapan saya sangat boros beli buku. Selain itu, artikel ini buat seru-seruan di tengah proses membaca yang kadang naik dan kadang turun.

Tidak perlu lama-lama, langsung saja kita simak ke inti artikelnya. Yuk!


Bacaan September 2026


Novel Isles of Storm & Sorrow: Venture | Bex Hogan

Bulan kemarin hanya bisa menamatkan satu judul novel ini, yang merupakan buku terakhir dari trilogi Isles of Storm & Sorrow. 

Sedikit ringkasan, Marriane dan teman-temannya akhirnya berhadapan dengan musuh utama mereka dan terjadilah perang besar yang selama ini ditakutkan banyak orang. Ketakutan itu penyebabnya karena sang musuh sudah menyerap sihir dari berbagai sumber dengan lebih dulu menghabisinya. Impian untuk menyatukan kedua belas pulau sudah di depan mata tapi mereka harus mengerahkan segala kemampuan untuk menumpas penghalang.

Setelah menyelesaikan novel ini saya sedang melanjutkan membaca novel tebal Miss Peregrine's Home for Peculiar Children tapi sampai artikel ini ditulis belum selesai juga. Bakalannya masuk ke Bebukuan Oktober ini sih!


Koleksi September 2026

1. The Fifth to Die | J. D. Barker



Saya masih suka kepancing beli buku kalau diskonnya lumayan menggiurkan. Begitu juga dengan buku ini, setelah membandingkan diskon antara di website Gramedia dan akun Lazada Gramedia akhirnya saya beli juga dengan harga lebih murah (baca: Unboxing Paket Ungu Novel Tebal).

Ini buku kedua dari seri The Fourth Monkey dan padahal saya belum membaca buku pertamanya tapi sudah lebih dulu mengumpulkan kelanjutannya. Enggak apa-apa kali ya, mumpung harganya murah, masa harus dilewatkan. Rencananya pengen menyegerakan membaca seri ini karena ternyata buku ketiganya sudah akan terbit dengan judul The Sixth Wicked Child. 

Harga: 179.000 --> 77.775


2. Colliq Pujie | Alan TH



Sama dengan buku pertama tadi, ini juga buku kedua dari trilogi Matthes, yang saya beli padahal buku pertamanya belum baca. Pilihan buku ini sebenarnya untuk menggantikan buku seri lainnya yang saya batalkan karena pengirimannya kelamaan. Katanya, trilogi ini seru dan saya juga pengen menyegerakan membacanya. 

Setelah mendekati akhir tahun begini keinginan untuk membaca buku makin menggebu walaupun tidak diimbangi dengan kemampuan membaca cepat. Semua-semua judul rasanya pengen dibaca, lama-lama nanti bakal bingung mau membaca buku yang mana dulu, hehe.

Harga: 145.000 --> 69.472


3. Patron Saints of Nothing | Randy Ribay



Kebetulan BBW sedang mampir ke Cirebon dari tanggal 24 September - 04 Oktober 2026 dan saya menyempatkan datang bersama pengurus Komunitas Baca Cirebon (KBC). 

Sebenarnya saya kurang bersemangat karena tahu kalau BBW didominasi buku impor, jelas buku-bukunya berbahasa Inggris, dan kemampuan saya cetek. 

Tapi setelah berkeliling, saya pun merasa terpanggil untuk mencoba menjajal dan anggap saja sekalian belajar bahasa Inggris. Pilihan saya ke buku ini karena masuk kategori young adult dan saat membaca blrub di sampul belakangnya, saya bisa memahami lebih banyak. Karena tujuannya belajar bahasa Inggris, saya kayaknya akan membaca buku ini dengan sangat pelan-pelan, sambil sesekali menerjemahkan pakai google, hehe.

Selain itu, saya membeli harga buku ini hanya dengan 5K saja karena KBC dapat voucher 250K dan saya kebagian 85K. Sedangkan harga buku ini 90K. Alhamdulillah banget toh!

Harga: 90.000 --> 5.000


4. Dunia Sisun | Chung Serang

5. Quit | Annie Duke



Kedua buku ini saya beli saat mampir ke bazar Out of The Boox (OOTB) yang diadakan di Bhisa Bineka, Kota Cirebon. Datang pas habis maghrib dan sangat sepi pengunjung. Mungkin karena sudah jelang malam atau karena bentrok dengan BBW juga kali ya.

Koleksinya enggak sebanyak OOTB waktu bulan Mei yang diadakan di Living Plaza, tapi menurut saya buku-buku yang dijual bagus-bagus. Beberapa buku diobral murah, dan kedua buku ini didiskon 50%. 

Harga Dunia Sisun: 119.000 --> 59.500

Harga Quit: 124.000 --> 62.000

***


Karena saya sedang pengen membaca buku terjemahan, kayaknya ke depannya bakal dibanyakin pilihan ke seri-seri yang sudah lama saya punya. Rasanya menyenangkan sekali membaca kisah yang jauh dari yang biasa saya temui sehari-hari: budaya, pola pikir, rupa manusianya, daily life-nya. Pokoknya menyenangkan mengelana ke berbagai kota di luar negeri walaupun sebatas dalam novel, hehe.

Nah, sekian artikel Bebukuan September 2026 kali ini. Kalian boleh komen buku apa saja yang kalian dapatkan bulan lalu. 


September 27, 2026

Review Novel Isles Of Storm & Sorrow: Vulture (Kebangkitan Sang Penyihir) - Bex Hogan

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]


Judul: Isles Of Storm & Sorrow: Vulture (Kebangkitan Sang Penyihir)

Penulis: Bex Hogan

Penerjemah: Rifky Ravanto Putra

Penerbit: M&C!

Terbit: Januari 2024

Tebal: 384 hlm.

ISBN: 9786230312557

Peringkat: 4 Bintang


Marianne bangkit dari kematiannya dan itu tanda kalau ia sudah genap jadi penyihir. Tujuannya kali ini adalah kembali ke Kepulauan Timur untuk menyelamatkan Torin dan meminta bantuannya untuk membentuk pasukan dalam rangka mempersiapkan perang besar melawan Gaius.

Pertemuannya dengan Born menjadi sangat kaku. Terasa ada jarak lebar yang membentang. Dan lebih membingungkan lagi ketika Marianne melihat sepupunya, Ravyn, yang menyukai Born juga. Pikiran buruknya, jangan-jangan selama ia tidak bersama Born, posisinya sudah digantikan Ravyn.

Untuk membentuk pasukan yang cukup besar butuh usaha yang sangat keras. Kondisi Kepulauan Timur yang sedang tidak baik-baik saja membuat rencananya sulit diwujudkan. Marianne mengajak Para Peramal untuk ikut bergabung namun ditolak. Akhirnya, pasukan yang ada dipersiapkan dengan lebih baik.

Rombongan Marianne kembali ke Kepulauan Barat. Dan kedatangannya ini disambut dengan banyak peristiwa tragis dan banyak kematian. Marianne beberapa kali merasa usahanya untuk melawan Gaius tidak akan berhasil karena sihir dalam tubuhnya susah dikendalikan. 

Namun, ia tidak punya pilihan untuk mundur karena semakin Gaius kuat, maka semuanya akan mati. 

Bagaimanakah perang besar antara dua penyihir ini akan berakhir?

***


Akhirnya buku ketiga dari series Isles Of Storm & Sorrow ini selesai dibaca juga. Penutup cerita yang bagus untuk mengakhiri perjalanan dan perjuangan gadis muda bernama Marianne.

Menurut saya di buku terakhir ini cerita mulai berpusat pada bagaimana Marianne mempersiapkan peperangan besar untuk mengalahkan Gaius. Selain mengumpulkan pasukan, dia juga fokus belajar menerima dirinya sebagai penyihir agar kekuatan itu bisa dikendalikan. 

Dan pada fase ini, banyak sekali kematian yang disajikan. Emosi Marianne dibolak-balik tapi ia tidak punya waktu banyak untuk meratapi kesedihan karena ia pun sedang kejar-kejaran dengan waktu sebelum Gaius lebih dulu membantainya. Beberapa momen kehilangan itu membuat saya sedih juga karena saya kira tokoh-tokoh itu akan sangat berguna membantu Marianne dalam pertempuran terakhirnya. 

Perkembangan romansa antara Marianne dan Born pun mulai digali lebih dramatis. Apalagi penulis menghadirkan orang ketiga, yaitu sepupu Marianne sendiri, Ravyn, sebagai ujian perasaan yang menghadirkan letupan-letupan cemburu. 

Baca juga: Novel Isles Of Storm & Sorrow: Viper (Sang Penguasa Laut Timur)

Adegan ajaib dari ilmu sihir pun mulai banyak ditunjukkan seiring semakin bertambah kemampuan Marianne. Bahkan pada peperangan besar pun akhirnya sihir itu disajikan dengan epik. 

Di sini pun ada kejutan tentang sosok yang dekat Marianne tapi menjadi pengkhianat. Motif yang cukup relevan dan penulis benar-benar halus sekali membuat pengkhianat ini bisa dideteksi.

Yang menurut saya kurang di novel ketiga ini adalah adegan perang besarnya kurang bombastis dan durasi penceritaannya kurang panjang. Adu sihirnya belum beragam dan saya tidak menemukan klimaks pertempuran yang membuat pembaca bisa berdebar-debar. Perang besarnya hanya disajikan dalam beberapa halaman saja padahal perang ini adalah puncaknya, harusnya penulis menceritakan dengan detail, berurutan, memberi peningkatan intensitas cerita, dan harusnya diakhiri dengan pertempuran yang berkali-kali. Sangat disayangkan sekali.



Secara keseluruhan, saya sangat menikmati bagian akhir dari perjuangan seorang Marianne. Series ini mengajarkan kita untuk tidak pantang menyerah dan mengingatkan tentang penerimaan diri atas berkat yang diberikan. Jika kita menerima diri sendiri dengan jujur, kemampuan terbaik kita akan muncul dengan sendirinya.

Baca juga: Novel Isles Of Storm & Sorrow: Venom (Permata dari Barat)

Nah, sekian jurnal baca saya untuk novel Isles Of Storm & Sorrow: Vulture (Kebangkitan Sang Penyihir) karya Bex Hogan ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!


September 26, 2026

Unboxing Paket Ungu Novel Tebal

Halo, Teman Pembaca Buku! 

Kali ini saya mau bikin postingan yang beda. Bukan ulasan buku, bukan juga intermeso bebukuan. Ini bagian dari percobaan sih yang rasanya patut dicoba. Soalnya kalau saya menonton video serupa, terasa seru banget. Yup, saya mau mencoba membuat postingan unboxing paket lagi. 

Sebenarnya dulu pernah bikin postingan unboxing tapi enggak pernah konsisten. Agar blog ini lebih ada kehidupannya, saya akan coba membuatnya lagi.

Ini idenya tiba-tiba banget datang pas pagi-pagi (25/09/26) saya dapat notifikasi WA dari kurir yang biasa mengantarkan paket. Saya langsung ingat dong isi paketnya apa. Setiap ingat bakal punya buku baru, saya selalu merasa bersemangat dan senang. Dan tiba-tiba kepikiran, "Gimana ya kalo proses buka paketnya yang menyenangkan itu saya tuliskan jadi postingan blog, bakal ada yang baca nggak ya? Mungkin bakal ada, kalo enggak sekarang pun, siapa tau di masa depan nanti. Oke lah saya bakal coba bikin."

Dan karena paketnya sudah diterima orang rumah, saya sudah memikirkan bakal menyempatkan diri membuat postingannya nanti malam. Semangat!

Lalu...

Ini paketnya!!!!



Paketnya tebal padahal isinya cuma satu novel, yang artinya novel ini tebal juga dong. 

Paketnya dibungkus plastik warna ungu dengan marking 'Gramedia'. Ini menunjukkan langsung paket ini dikirim dari Gramedia karena memang saya membeli buku ini via Lazada dari akun Gramedia Official.

Saya enggak pernah kecewa dengan bagaimana toko Gramedia mengemas setiap paketnya karena paket kali ini pun selalu di-double dengan bubble wrap. Jadi sejauh apa pun dikirim paketnya pasti bakal aman.

***

Yuk langsung buka saja paketnya!

Gunting mana... gunting mana??




Yeay, ini novel The Fifth to Die karya J. D. Barker. Novel ini series kedua dari novel The Fourth Monkey. Kedua novel ini sama-sama tebal ya.

Sebenarnya saya belum akan membaca series ini sekarang-sekarang karena saya mau menyelesaikan series Miss Peregrine's Home for Peculiar Children karya Ransom Riggs dulu. Tanggung banget karena sekarang sedang proses membaca buku pertamanya.

Saya pernah membaca beberapa halaman novel The Fourth Monkey dan saya suka dengan ceritanya. Perpaduan misteri, thriller, kriminal, dan detektif membuat buku ini terasa sangat menarik. Namun karena saya belum membaca sampai tuntas, saya enggak akan menyampaikan kehaluan seberapa menarik kisahnya. Nantikan saja ulasannya di blog ini ya!

Alasan lain kenapa saya memutuskan membeli buku ini yaitu karena sedang ada promo bagus. 

Waktu saya cek di website Gramedia, buku ini sedang diskon 35%. Tapi setelah dibandingkan dengan harga di Lazada, promonya lebih menarik karena saya dapat dua keunggulan: gratis ongkir dan potongan koin Lazada. 

Selain itu, dengan pembayaran menggunakan QRIS di kartu kredit Yup, saya mendapatkan potongan tambahan 15K. Harga bukunya jadi tambah lebih murah.

Dan benar saja, saat saya menulis postingan ini, harga buku di website Gramedia sudah kembali ke 25%. Saya merasa beruntung banget bisa mendapatkan harga jauh lebih murah.

Kira-kira kapan ya buku ini akan dibaca?

Akhir tahun tinggal sekitar 3 bulanan lagi dan saya belum membaca dari 26 buku yang sudah saya canangkan akan dibaca tahun ini. Progres membaca saya sangat lambat dan karena itu saya memutuskan untuk membaca buku yang memang saya mau baca. Dan minat saya saat ini justru kepada novel-novel barat terjemahan cetakan lama, bukan buku-buku baru. Lebih menarik lagi kalau novelnya berseri, makin menantang pengen membaca kesemuanya.

Doakan saja semoga novel ini pun bisa dibaca tahun ini!

***

Sekian postingan unboxing kali ini. Semoga sedikit kisah dibalik buku-buku yang saya dapatkan bisa menjadi cerita seru untuk teman-teman yang mampir ke sini. Terakhir dari saya, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!



September 06, 2026

Bebukuan Agustus 2026


Halo, apa kabar?

Terakhir saya membuat postingan Bebukuan itu di Mei untuk Bebukuan April 2026. Cukup lama juga ya saya melanggar padahal pengennya postingan bebukuan ini rutin dibuat tiap bulan. Karena ada prioritas lain makanya tidak dibuat-buat juga. Saya mohon maaf ya!

Lalu saya juga punya kabar baik, kalau selama bulan Juni dan Juli saya berhasil tidak membeli buku satu pun. Dan baru di bulan Agustus ini saya akhirnya membeli buku lagi. Semoga ke depannya saya bisa rutin mengurangi impulsif membeli buku dan fokus untuk membaca buku yang ada.

Prolognya singkat saja. Mari langsung ke inti postingan ini yuk!


Bacaan Agustus 2026

1. Novel Isles of Storm & Sorrow: Viper (Sang Penguasa Laut Timur) | Bex Hogan

2. Novel Isles of Storm & Sorrow: Venom (Permata dari Barat) | Bex Hogan

3. Komik Vagabond Bind Up Vol.2 | Inoue Takehiko


Koleksi Agustus 2026

1. Novel Taipan - Lahirnya Para Konglomerat | William Yang



Saya membeli novel Taipan ini karena saya penasaran dengan jalan terjal para chindo yang bisa sukses di negeri ini. Padahal mereka adalah pendatang yang punya banyak keterbatasan. Saya ingin tau nilai-nilai apa yang dipegang sehingga mereka bisa memiliki nasib baik. Siapa tahu bisa jadi contoh untuk kita semua agar bisa mapan.


2. Komik Vagabond Bind Up Vol.2 | Inoue Takehiko



Saya ingin melanjutkan kisah Shinmen Takezo setelah membaca volume pertamanya. Rasanya komik yang satu ini sangat layak diikuti kisahnya. Saya tidak tahu akan sepanjang apa volume komik ini untuk merangkum semua kisahnya sampai tuntas dan yah khawatir juga bakal banyak duit yang harus keluar hehe.


3. Novel Isles of Storm & Sorrow: Vulture (Kebangkitan Sang Penyihir) | Bex Hogan



Saya memilih beli buku ini karena sedang menyelesaikan series Isles of Storm & Sorrow. Nanggung banget kalau tidak tuntas sampai buku ketiganya. Beruntungnya, pas cek di web gramedia buku ini sedang ada diskon. Langsung CO sajalah.

***


Setelah dua bulan sebelumnya enggak ada buku yang dibaca sampai selesai, bulan Agustus kemarin jadi pencapaian yang menggembirakan. Semoga bulan September ini pun bisa melanjutkan pencapaian tadi.

Nah, sekian Bebukuan Agustus 2026 ini. Kalian boleh sharing dan tulis di kolom komentar buku apa yang dibaca bulan Agustus 2026 lalu.



Agustus 30, 2026

Review Komik Vagabond Bind Up Vol.2 - Inoue Takehiko

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]


Judul: Vagabond Bind Up Vol.2

Penulis: Inoue Takehiko

Penerjemah: E. P Amanda

Editor: Niken

Desain sampul: Jojo

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Terbit: Juli 2026 

Tebal: 438 hlm.

ISBN: 9786230078651


Biksu Takuan menganggap Shinmen Takezo sudah mati dan dia mengganti nama Takezo dengan nama baru, Miyamoto Musashi. Untuk menjadi samurai yang kuat, Miyamoto pergi ke Kyoto, daerah yang lebih maju. 

Di Kyoto terkenal sebuah Dojo hebat yaitu Dojo Yoshioka dan kepalanya adalah Yoshioka Seijuro. Miyamoto datang menantang dan berhasil membunuh lima murid Dojo Yoshioka. Pada pertemuan duel itu, Seijuro justru menolak untuk bertarung. Yoshioka Denshichiro, adik Seijuro, yang kemudian menantang Miyamoto bertarung dengan alasan kelima muridnya yang tewas. Mereka bertarung sengit namun tidak berlanjut karena dojo mengalami kebakaran. 

Peristiwa ajakan duel dan kebakaran dojo menjadi berita besar. Matahachi yang menyaksikan duel itu justru jadi buron sebagai pelaku pembakaran dojo. Sedangkan Miyamoto yang terluka dalam duel yang belum tuntas itu diselamatkan oleh Biksu Takuan. 

Keberadaan Miyamoto bukan diketahui oleh Matahachi saja, Akemi pun akhirnya tahu. Begitu juga dengan Nenek Hon'iden yang pergi berkelana untuk mencari tahu keberadaan anaknya, Matahachi.

Miyamoto mengakui kalau dirinya masih belum cukup kuat. Dia memutuskan untuk pergi ke Nara. Tantangan pertama adalah dia harus mengalahkan biksu yang ada di Hozoin Pusat Tombak. Kedatangannya justru didahului oleh Gion Toji, pengawal andalan Seijuro. 

Miyamoto bertemu dengan biksu tua yang memiliki aura membunuh yang kuat. Banyak teka-teki ucapan yang disampaikan oleh biksu tua itu terutama tentang makna menjadi kuat.

***


Melanjutkan cerita di volume 1, kali ini sosok Takezo yang sudah berubah nama menjadi Miyamoto terkesan lebih dewasa meski umurnya baru 17 tahun. Tapi sedewasa-dewasanya dia, sisi emosional dan ambisiusnya sangat kuat. Saya sendiri heran pikiran apa yang membuatnya selalu mau menantang orang kuat padahal dia sendiri tidak rajin latihan untuk mempersiapkan kekuatannya. Tindakan yang ceroboh menurut saya sih.

Di sini juga mulai menyentuh sisi sentimental pria yang jika hatinya terpaut gadis, pikirannya susah fokus. Rasa gelisah dan kangen kepada Otsu sungguh merepotkan pikiran Miyamoto. Dan percakapan antara Miyamoto dan Biksu Takuan tentang perasaan kepada lawan jenis ini sangat bijaksana. 


Jika hatimu terpaut hanya pada selembar daun, pohon jadi tidak terlihat. Jika terpaut pada sebatang pohon, hutan tidak lagi tampak. Jangan menambatkan hati pada apa pun. Jangan melihat sebagian, lihatlah keseluruhan.


Kisah romansa Miyamoto sepertinya akan pelik dengan keberadaan dua gadis yang sama-sama menaruh perasaan kepadanya. Selain itu, kita juga akan melihat sisi melow dari Matahachi yang ternyata keputusannya untuk pergi dengan Oko dan Akemi bukan keputusan tepat. Apalagi ditambah penyesalannya karena meninggalkan Takezo.

Dalam volume ini banyak bangat adegan aksi yang disajikan. Ceritanya makin seru dan mulai berkembang lebih luas karena akhirnya Miyamoto mendapatkan lawan yang berlapis-lapis sesuai kekuatannya. 

Komik ini ditutup dengan pembukaan duel yang pasti akan sangat sengit antara Miyamoto dan Gion Toji setelah Miyamoto mengalahkan Biksu Agon. Saya akan sangat menunggu kelanjutannya di volume berikutnya.

Dari komik ini saya disadarkan tentang makna kekuatan dan tentang siapa diri kita. 


Kita bisa tahu seperti apa sebenarnya orang yang disebut kuat pada saat kita benar-benar jadi orang kuat.

Selagi berenang di laut kita tidak akan tahu seluas apa lautan itu, kan?


Secara keseluruhan saya sangat menikmati membaca komik ini dan hanya butuh beberapa waktu saja untuk menyelesaikannya. Petualangan dalam menemukan jati diri seorang Takezo alias Miyamoto memang masih sangat jauh tapi kisahnya patut dinantikan. 

Nah, sekian jurnal baca saya untuk komik Vagabond Bind Up Vol.2 karya Inoue Takehiko ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!


Agustus 29, 2026

Review Novel Isles Of Storm & Sorrow: Venom (Permata Dari Barat) - Bex Hogan

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]



Judul: Isles Of Storm & Sorrow: Venom (Permata dari Barat)

Penulis: Bex Hogan

Penerjemah: Rifky Ravanto Putra

Penerbit: M&C!

Terbit: September 2022

Tebal: vi + 450 hlm.

ISBN: 9786230307676


Di malam setelah perayaan pernikahan, Pangeran Torin ditusuk penyusup saat sedang tidur dan Marriane yang sebelumnya menyerang penyusup itu jadi tertuduh sebagai pelaku. Ia pun diadili Raja dengan menghadirkan kesaksian-kesaksian palsu bahkan dari orang kepercayaannya, Sharpe dan Bornn.

Marriane berhasil kabur dan atas bantuan Raoul, peramal dari Pulau Ketiga, ia pun berlayar menuju Kepulauan Barat. Tujuannya bertemu Esther untuk mempelajari sihir walaupun setibanya di Pulau Salju ia tidak menemukan Esther. Marriane diperbolehkan tinggal dengan keluarga penjaga Kuda Salju hingga ia ditemukan oleh Para Pelindung. 

Marriane dibawa ke Kerajaan Barat dan kehadirannya tidak disukai oleh Arlan dan Eena sebagai keluarga Pangeran Rafe, anak muda yang disiapkan menjadi pewaris Kerajaan Barat. Berkat Gaius, penyihir dan penasihat kerajaan, Marriane belajar ilmu penyembuhan dan sihir. Namun ternyata Gaius memiliki motif lain hingga penyiksaan demi kekuatan sihir yang lebih kuat tak terelakkan.

Mampukah Marriane bertahan sekali lagi?

***



Saya sangat penasaran dengan petualangan Marriane pasca musuh sekaligus ayah palsunya tewas. Kira-kira dia bakal menghadapi musuh siapa lagi karena sepanjang buku kemarin tidak terdeteksi lawan kuat yang akan menyusahkan. 

Dan ternyata dramanya semakin kuat saja. Selain dituduh sebagai pelaku percobaan pembunuhan, Marriane juga dikhianati banyak pihak dan membuatnya terpuruk. Tapi yang lebih menyebalkan karena karakter Marriane di babak dua ini semakin dibuat kebingungan. Sedikit-sedikit dia khawatir dengan Pangeran Torin padahal saya tahu betul pernikahan mereka hanya politik dan perkenalan mereka pun sangat minim. Sedikit-sedikit ia galau karena meninggalkan Bornn. Yang sedikit-sedikit inilah yang membuat saya kesal karena Marriane makin banyak melakukan hal-hal bodoh yang membuatnya selalu dalam masalah.

Tapi saya sangat suka dengan dunia yang dibangun penulis di Kepulauan Barat ini karena unsur sihir digali lebih jauh. Kemunculan Kuda Salju menjadi momen ajaib yang menegaskan kalau sihir masih eksis. Raptor air pun kembali muncul namun setelah Marriane bisa mengendalikan sihirnya.

Petualangan Marriane pun makin seru sebab di Kepulauan Barat ini dia bertemu dengan banyak orang-orang baru dan dia harus adapatasi dengan ketidaktahuannya. Marriane pun mulai berseteru dengan pihak Kerajaan Barat karena tahta yang kosong sedianya sudah disiapkan untuk pangeran muda, Pangeran Rafe.

Kemunculan Gaius sangat melegakan karena akhirnya Marriane bisa bertemu guru yang ahli sihir. Beberapa kali percobaan untuk mengasah sihir pada diri Marriane membuat saya lumayan terkejut. Tapi yang lebih mengejutkan lagi karena Gaius tidak sebaik yang dipikirkan Marriane dan Pelindung lainnya. 

Ada adegan mengejutkan pada akhir novel ini yang sengaja dibuat penulis untuk jadi momen besar yang akan ditemukan di buku selanjutnya.

Di sini juga dibahas soal romansa LGBT. Tapi tenang saja porsinya sangat kecil dan penjelasannya halus jadi masih aman buat yang LGBTphobic.

Untuk penerjemahannya masih stabil bagusnya. Saya tidak menemukan kesulitan sepanjang membaca novel ini. 

Yang membuat saya agak kurang suka di novel ini soal karakter Marriane yang berbeda sekali dibandingkan dengan novel pertamanya. Di sini muncul karakter seorang gadis pada umumnya. Kebingungan soal perasaan kepada lawan jenis yang kemudian berimbas pada banyak kebodohannya. Saya sempat menebak apakah perubahan ini karena tujuannya untuk menjadi Viper tercapai dan itu membuatnya arogan dan berleha-leha. Tapi rasanya aneh kalau karakter pejuang dan keras yang dibentuk dari kecil hilang sejekap mata. 

Karakter lain dari tokoh-tokoh baru berhasil dimunculkan memberi warna cerita. Namun memang tidak ada pendalaman karena waktu kebersamaan dengan Marriane tidak begitu banyak sehingga saya hanya melihat karakter luarnya saja, baik itu Gaius ataupun Para Pelindung.

Secara keseluruhan novel ini tetap seru. Ini adalah pengenalan Marriane dari tempat asalnya. Ini juga momen Marriane mengenal sihir lebih jauh lagi. Dengan akhir cerita yang mengejutkan, buku ketiganya harus segera dibaca karena penasaran.

Nah, sekian jurnal baca saya untuk novel Isles of Storm & Sorrow: Venom (Permata dari Barat) karya Bex Hogan ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!