April 07, 2026

Buku Anak Whispers Of The Shadow: Three Tales Of Wonder - M. Sutandi

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]


Judul: Whisper Of The Shadow: Three Tales Of Wonder

Penulis: M. Sutandi

Ilustrator: Gratiani & Pratita

Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo)

Terbit: Oktober 2024

Tebal: vi + 162 hlm.

ISBN: 9786020531175



Karena sering melihat buku ini di lokapasar, saya memutuskan untuk membelinya. Bukan apa-apa, saya memang suka dengan bacaan anak-anak. Selain ceritanya yang sederhana, formatnya yang pendek jadi alasan lain, sekalian untuk selingan karena sedang susah menyelesaikan baca novel.

Yang membuat buku ini spesial karena diproduksi penuh warna dan disajikan dalam bilingual; bahasa indonesia dan bahasa inggris. Anaka-anak pasti suka dengan gambar-gambarnya.

Sebagai buku anak, buku ini juga memiliki visi mengajarkan nilai-nilai kebaikan. Ada tiga cerita yang disuguhkan: The Girl and Her Shadow, The Little Flower, dan The Proud Hermit Crab.





The Girl and Her Shadow menceritakan tentang anak perempuan yang dalam pencarian jati dirinya dia mengusir dan meninggalkan bayangannya. Padahal dari sejak kecil hanya bayangannya yang menemani dan selalu ada. Namun setelah dewasa, saat ia kehilangan segalanya dan semua orang yang ia anggap teman justru pergi, ia tersadar kalau ada yang kurang dalam dirinya. Memori kecil teringat kembali menyadarkan apa yang sudah ia lupakan selama ini.






The Little Flower menyadarkan kepada kita kalau memaksakan memiliki sesuatu yang sebenarnya tidak boleh dimiliki justru akan membawa hal tidak baik. Bunga kecil yang tumbuh indah di padang rumput dekat pohon besar mencoba bertahan saat seorang anak kecil merusaknya dengan bola yang dia mainkan. Setelah kembali pulih, datang lagi anak kecil yang merayunya agar mau dibawa kerumah. Kegigihan anak itu membuat bunga kecil mengiyakan dengan syarat: memberinya air dan membawanya ke tempat yang bisa kena cahaya matahari. Tapi namanya anak-anak, mereka akan memiliki teman dan sibuk bermain, hingga melalaikan bunga kecil itu hingga bentuknya hampir mati. Sebelum terlambat, si anak mengabulkan keinginan bunga kecil untuk dikembalikan ke tempat semula ia tumbuh.




Sedangkan cerita The Proud Hermit Crab membahas soal anak umang-umang yang dimanja dan disanjung orang tuanya hingga ia berpikir kalau ia paling segalanya. Saat si anak melakukan salah pun, orang tuanya tetap membela. Begitu umang-umang sudah dewasa dan meninggalkan orang tuanya untuk menemukan pasangan sekaligus membentuk keluarganya, kesombongan itu tetap melekat. Setiap berpapasan dengan hewan lain, kesombongan itu dia tunjukkan. Tetapi pertemuannya dengan elang laut dada putih membuat umang-umang sadar apa kesalahannya. 



Dari ketiga cerita saya menemukan benang merah yang entah disengaja atau enggak yaitu soal kesendirian. Semua ceritanya membahas itu: anak perempuan yang awalnya sangat tertutup, bunga kecil yang ditinggalkan karena si anak menemukan kesukaan baru, dan si umang-umang yang kerap ditinggalkan di rumah bila orang tuanya pergi mencari makan. 

Ada benarnya juga, ketika masih anak-anak ada semacam kegugupan untuk berbaur dengan orang atau lingkungan baru. Jika orang tuanya paham, si anak akan digandeng untuk mulai membaur. Tetapi ada beberapa anak yang karena tidak ada yang menggandeng, ia memilih mundur menjauh dan jadi anak yang tertutup. Pola asih ini membentuk karakter si anak dan jika tidak ada perubahan maka bisa terbawa sampai saat ia dewasa. Seserius itu ya pembahasannya padahal ini cerita anak lho!

Buku ini bisa selesai dibaca dalam sekali duduk. Nilai yang dikandung ceritanya mengingatkan kembali pembaca pada nilai baik yang sifatnya universal, yang harus tetap dimiliki sampai kapan pun. 

Nah, sekian jurnal baca saya untuk buku anak Whispers Of The Shadow: Three Tales Of Wonder ini. Terakhir dari saya, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!





April 04, 2026

Bebukuan Maret 2026


Halo, apa kabar?

Maret sudah berlalu. Masuk bulan baru lagi aja. A-P-R-I-L, April, A-nya apa nih? Buat saya A-nya adalah Alhamdulillah. Saya mau belajar bersyukur lebih dalam lagi. Artinya menerimakan segala yang diberikan walau semua harapan tetap saya langitkan.

Kok tiba-tiba saja bijaksana?

Bukan tiba-tiba juga, dari kapan waktu sudah sempat memikirkannya. Saya tuh pengen banget menjalani hidup dengan bahagia. Enggak mau yang tergesa-gesa, apalagi ambisius. Saya pengen tetap memiliki nilai, dikenal orang sebagai pribadi baik dan menyenangkan, dan hidup damai tanpa tekanan yang terlalu memusingkan.

Mungkin karena usia udah enggak muda lagi, jadinya refleksi diri dan simpulannya soal penerimaan: kita menerima dunia apa adanya, kita menerima diri kita apa adanya. 

Termasuk tentang bebukuan. Ternyata saya masih di fase susah menyelesaikan membaca banyak buku. Bulan kemarin saya melakukannya dengan santai, ketika sibuk, ya saya sisihkan dulu. Tapi waktu santainya itu yang susah disiapkan. Sejak Desember 2025 hingga akhir Maret 2026 saya merasa maraton mengerjakan kerjaan tahunan perusahaan tempat saya kerja. Dan saya pun memilih mana yang paling penting diselesaikan dulu. 

Saya berharap April ini bisa ada perbaikan walaupun pekerjaan belum beres-beres amat. 

Sudah panjang prolognya, mari simak rekapannya berikut ini:


Bacaan Maret 2026

Keberuntungan Sedang Menghampirimu | Lee Kkoch-Nim


Koleksi Maret 2026

1. Terdidik (Educated) | Tara Westover



Saya sudah lama pengen baca buku ini karena kata beberapa pembaca isi buku ini bagus. Tapi sempat maju-mundur gara-gara ketebalan bukunya itu lho. Cuma saya ingat pengalaman baca buku tebal kalau isinya bagus bakal enggak kerasa tiba-tiba sudah selesai aja. Saya berharap pengalaman begitu bisa dirasakan pas baca buku ini nanti.


2. Rahasia Selma | Linda Christanty

3. Kuda Terbang Maria Pinto | Linda Christanty

4. Keberuntungan Sedang Menghampirimu | Lee Kkoch-Nim




Dua buku karya Linda Christanty sengaja dibeli bulan ini untuk menyusul buku sebelumnya yang saya beli di Februari 2026, Seekor Anjing Mati Di Bala Murghab. Buku sebelumnya belum dibaca dan memang butuh waktu untuk baca cerpen, tau sendirilah template cerpen yang lebih banyak memotret satu kegiatan tanpa menjelaskan secara menyeluruh sehingga kadang ngerasa terputus aja sensasi bacanya.

Sedangkan buku Keberuntungan Sedang Menghampiri saya beli lantaran blurb-nya yang menarik. Membahas soal anak yang mendapatkan kekerasan dari keluarganya. Ini bakal jadi bacaan yang menyentuh sekaligus menarik simpati. Siapapun pasti tidak setuju dengan kekerasan dalam rumah, baik korbannya pasangan atau pun anak-anak.


5. Telephone Of The Tree (Telepon Pohon) | Alison McGhee



Sampul novel ini cantik sekali. Gambar anak-anak yang sedang naik pohon dengan wajah sendu plus blurb-nya yang membahas kerinduan tokoh utamanya kepada sahabatnya yang jauh, makin pengen segera baca. Cerita seperti ini biasanya ampuh bikin melow.


6. Korpus Uterus | Sasti Gotama



Blurb di sampul belakang menjelaskan potongan kisah novel ini yang membahas soal kegetiran nasib perempuan yang lahir tanpa cinta dan memilih berlagak pahlawan untuk janin berikutnya agar tidak memiliki nasib serupa dirinya. Kelihatannya novel ini spesifik membahas isu perempuan. Tentunya patut dibaca untuk tahu sedalam apa penulis mengulik isunya. Dan saya memutuskan membeli novel ini karena beberapa waktu lalu sempat wara-wiri dibicarakan banyak pembaca.


7. To Tall For Life (Diari Cewek Jangkung) | Nikola Huppertz



Sehari menjelang lebaran akun X saya menampilan pemberitahuan soal akun saya menang giveaway dari Kak Cila (@undebeauty). Hehe, seneng banget dong. Hadiah lebaran kali ini adalah buku. Dan sewaktu ikutan giveawaynya saya memilih buku Diari Cewek Jangkung ini sebagai hadiahnya kelak karena sampulnya yang bener-bener jadul tapi ceria. Alhamdulillah, akhirnya wishlist-nya tercoret tanpa menunggu lama. Terima kasih, Kak Cila!


8. The Da Vinci Code | Dan Brown



Saya ada niat membaca serial Prof. Robert Langdon sesuai urutan kejadiannya. Dan buku pertamanya yang judulnya Angels & Demons sudah dibeli bulan lalu tapi belum dibaca. Bulan ini saya malah tertarik membaca buku keduanya, versi timeline kasusnya.


9. Akan Kulintasi Dunia Untukmu | Lee Kkoch-Nim



Setelah membaca karya penulis Lee yang judulnya Keberuntungan Sedang Menghampirmu, saya memutuskan membaca buku lainnya. Semoga saja kesan baik setelah membaca karyanya akan saya dapatkan juga di karyanya yang lain ini.


10. Nama-Nama Lain Untuk Masa Lalu | Norman Erikson Pasaribu



Ini buku kumcer yang terbaru dari penulis Norman. Saya sebenarnya pengen banget membaca kumcernya yang Cerita-Cerita Bahagia, Hampir Seluruhnya, tetapi stok buku ini sudah susah. Dan saat tahu ada buku kumcer terbaru ini, saya memutuskan untuk meminangnya. 


11. Rumah | J.S. Khairen



Saya sudah menduga kalau novel dengan judul Rumah, pasti isi ceritanya tentang keluarga. Saya paling suka tema ini dan saya biasanya bisa belajar banyak. Selain itu, drama keluarga selalu seru diikuti. Melihat dinamika hidup dari keluarga yang belum tentu cemara. Mari kita buktikan seberapa sedih novelnya...

***


Tidak apa-apa bulan lalu masih sedikit bukunya, tetapi semoga bulan April ada perubahan. Dan kalau bisa, kurang-kurangi membeli buku karena TBR makin tidak terkendali. 

Nah, sekian upadate Bebukuan Maret 2026 ini. Kalian juga boleh sharing buku apa yang bulan kemarin sudah dibaca dan dapat buku apa saja. Siapa tahu dari salah satunya bisa menjadi wishlist saya berikutnya.


Maret 21, 2026

Novel Keberuntungan Sedang Menghampirimu - Lee Kkoch-Nim

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]


Judul: Keberuntungan Sedang Menghampirimu

Penulis: Lee Kkoch-Nim

Penerjemah: Iingliana

Desain sampul: Martin Dima

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Desember 2025

Tebal: 208 hlm. 

ISBN: 9786020686585


Hyeong-su dan Wu-yeong secara kebetulan melihat teman sekelas mereka, Eun-jae, dipukuli ayahnya dengan brutal. Semenjak itu keduanya terusik, ada panggilan hati ingin tahu lebih banyak apa yang sebenarnya terjadi di hidup Eun-jae. Umur mereka yang masih 15 tahun menjadi gap untuk jadi pahlawan melawan orang dewasa. Tapi kekerasan itu tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Apakah Hyeong-su dan Wu-yeong bisa menyelamatkan Eun-jae?



***

Jujur, baca novel ini bener-bener bikin sesak nafas, sedih, marah, dan sakit hati. 

Novel ini berhasil menggambarkan penderitaan remaja perempuan yang mengalami kekerasan oleh ayahnya sendiri. Ibunya Eun-jae pergi meninggalkannya dan sejak itu ia jadi sasaran amarah ayahnya. Rumah sudah seperti neraka, penuh kemarahan, penuh luka, dan penuh ketakutan. Mental Eun-jae sudah rusak, ia bahkan tidak yakin bisa keluar dari penyiksaan itu dan yang ada dalam benaknya hanya ingin mati saja. Orang di sekitarnya yang pernah mencoba membantu tapi tidak berhasil makin membuat Eun-jae pesimis dengan takdir hidupnya.

Hyeong-su dan Wu-yeong jadi tokoh yang membawa aura beda di novel ini. Persahabatan mereka lucu dan konyol. Saya sangat terhibur dengan ulah mereka yang bikin banyak salah paham. Gong-nya pas ide Hyeong-su supaya Wu-yeong tidak jadi bahan gosip kalau ia pacaran dengan Ketua Kelas justru bikin membuat Ketua Kelas resmi jadi pacar Wu-yeong. Dari sini hubungan ketiganya makin dinamis dan kemudian terseret ke masalah Eun-jae.

Meskipun keduanya kelihatan seru tapi sebenarnya mereka punya masalah masing-masing. Hyeong-su berasal dari keluarga harmonis tapi masalahnya adalah dia tidak tahu ia ingin jadi apa. Sedangkan Wu-yeong memiliki masalah lebih pelik sebab ia jadi anak yang dibebani obsesi ibunya untuk selalu berhasil. Hidupnya diisi banyak les karena menurut ibunya jika anaknya mendapat nilai 100, maka ibunya pun sukses mendapatkan nilai 100.

Sedih banget pas baca bagian ucapan ibunya Wu-yeong, "Sudah berapa kali kubilang kau harus berhasil supaya ibumu juga berhasil? Sudah berapa kali kubilang kalau kau gagal, hidup ibu juga akan gagal? Sudah berapa kali?!" (hal. 143) Mental anak yang dipaksa sempurna benar-benar rusak dan rentan. Kata-kata tekanan membuat jiwanya jadi pengecut, bimbang memutuskan sesuatu, dan komitmennya angin-anginan.

Novel ini cukup unik karena menggunakan sudut pandang dari dewi keberuntungan yang saban waktu mengawasi tokoh-tokoh di sini. Ada beberapa pernyataan berisi simpati dari dewi keberuntungan dengan nasib remaja-remaja ini. Tapi porsi kemunculan sudut pandang ini minim jadi tidak bikin bingung, kayak baca novel umumnya yang pakai POV ketiga saja.

Tokoh-tokoh yang dihadirkan penulis sangat beragam. Selain Eun-jae, Wu-yeong, dan Hyeong-su, kita akan kenalan juga dengan tokoh lainnya yang punya peran penting seperti Ketua Kelas, Pelatih Choi, dan Ji-jeong. Mereka adalah orang-orang hebat yang bisa menarik Eun-jae keluar dari neraka hidupnya.

Dari novel ini kita diajak merenung soal bisakah kita membantu orang-orang di sekitar kita yang mengalami kekerasan. Atau justru kita akan abai dengan dalih bukan urusan kita. Apakah jika kita melihat anak yang dibully oleh teman-temannya kita akan membantu? Atau apakah jika kita melihat perempuan muda yang dikasari pacarnya kita akan membantu? Saya sedih banget pas membayangkan jika tokoh Eun-jae sampai meninggal gara-gara tokoh-tokoh lainnya tidak bisa membantu dengan maksimal padahal mereka tahu seberat apa masalah yang menimpanya. Untungnya penulis tidak membuat ceritanya jadi begitu gelap.

Ada bagian paling super emosional di novel ini yaitu saat Eun-jae sudah dijauhkan dari ayahnya dan ia mendapati keadaan kontainer sepak bola tempat aman ia tinggal dalam kondisi berantakan. Eun-jae sangat marah dan ia berlari kencang. Bukan menuju ayahnya untuk membalas semua ulahnya melainkan ke kantor polisi. Ia membuka kardigan yang selama ini dipakai untuk menutupi lukanya. Dan pada momen itu polisi pun ternganga melihat saking parahnya kekerasan yang sudah dialami Eun-jae. Memar di atas memar, luka dibekas luka. Klimaksnya saat Eun-jae bilang, "Tolong... aku." SUMPAH SEDIH BANGET.... KENAPA BARU SEKARANG, EUN-JAE?


  • Hidup sering kali bergurau dan hanya sesekali menyediakan kesempatan. Namun, orang-orang tidak bisa mengetahui kesempatan-kesempatan apa yang tersedia untuk mereka. Kesempatan untuk dimaafkan, kesempatan untuk menjadi berbeda, kesempatan untuk mengubah hidup (hal. 65)
  • Membesarkan anak memang sulit. Kau mungkin merasa baru mulai berhasil menyesuaikan diri, tetapi anak-anakmu sudah melompat jauh mendahuluimu (hal. 79)
  • Cinta sejati adalah menyukai seseorang apa adanya. Seandainya kau lebih kurus, seandainya kau lebih tinggi sedikit, seandainya kau lebih pintar bicara, seandainya kau lebih pintar di sekolah... Bukannya membicarakan kekurangan yang tidak ada akhirnya, seharusnya seseorang disukai karena segala hal tentang dirinya (hal. 112)
  • Hidup itu bagaikan bola yang tidak bisa diduga ke mana arah pantulannya. Kitalah yang menentukan apakah kita bisa mempertahankan bola itu atau membiarkan lawan merebutnya (hal. 117)
  • Orangtua bodoh yang yakin bahwa anak-anak yang berusaha keras memahami orangtua, meski harus menerima berbagai kata-kata dan tidakan kasar, adalah anak-anak yang patuh dan akan tumbuh besar tanpa masalah. Berbeda dengan dugaan bodoh kalian, anak-anak justru akan semakin menjaga jarak. Ketika anak-anak semakin kuat dan tidak lagi takut pada kalian, mereka pasti akan bersiap-siap meninggalkan kalian tanpa menoleh ke belakang (hal. 146)
  • "Kalau kau membuat seseorang tertawa, bukankah itu berarti kau orang yang berguna?" (hal. 203)


Saya sangat merekomendasikan novel ini dibaca oleh siapa pun. Biar kita lebih peduli dengan orang-orang yang mengalami kekerasan tapi tidak bisa minta tolong saking korban ketakutan. Sedih, lucu, dan menghangatkan hati membuat novel ini begitu bermakna. 

Nah, sekian jurnal baca saya untuk novel Keberuntungan Sedang Menghampirimu karya Lee Kkoch-Nim ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!


Maret 01, 2026

Bebukuan Februari 2026


Halo! Apa kabar?

Sudah awal bulan aja lagi ya... Dan sebelumnya saya mau mengucapkan selamat berpuasa untuk yang sedang menjalankannya. Semoga dilancarkan sampai ke hari raya. 

Seperti biasa setiap bulan saya akan memposting artikel Bebukuan yang isinya berupa informasi buku apa yang sudah dibaca dan buku apa saja yang masuk ke TBR. Dan berikut rekapannya:


Bacaan Februari 2026

1. The Wonderful Wizard Of Oz (Penyihir Dahsyat Dari Oz) | L. Frank Baum

2. Witch Bakery (Toko Roti Pengantar Jiwa) | Han Su-In


Koleksi Februari 2026

1. Penguasa Sembilan Gunung | Pu Songling

2. Mahluk Penunggu Telinga | Pu Songling

3. Ketempelan Siluman Rubah | Pu Songling



Saya beli ketiga buku ini lantaran sampulnya yang keren. Jarang-jarang saya beli buku dengan alasan tadi. Tapi sekalian mau menjajal cerita-cerita dari Tiongkok, rasanya seru aja kalau langsung punya semua bukunya.


4. Seekor Anjing Mati Di Bala Murghab Dan Cerita-Cerita Lain | Linda Christanty



Saya sudah membaca dua kumcer penulis yang Rahasia Selma (Penerbit Basabasi) dan Kuda Terbang Maria Pinto (Penerbit EA Books), dan saya sangat menyukai cara penulis bercerita. Kaget sih pas lihat sampul buku penulis dengan tampilan ciamik dan ternyata sudah berlabuh di Penerbit KPG. Saya akhirnya membeli kumcer penulis yang belum saya baca. Dan rencananya dua buku lainnya bakal saya koleksi juga nantinya.


5. The Golden Road (Hari-Hari Bahagia) | L. M. Montgomery

6. Lassie Come-Home (Lassie Pulang) | Eric Knight

7. The Secret Garden (Taman Rahasia) | Frances Hudgson Burnett



Setelah bulan Januari lalu saya beli novel klasik dan menikmati membaca ceritanya, saya memutuskan untuk mulai membaca novel klasik yang lainnya. Saya sudah membuat daftar judul novel klasik yang dirilis Gramedia dan saya akan usahakan untuk membacanya. Oya, novel klasik Gramedia sudah susah dicari jadi kemungkinan saya akan membaca lewat ebook juga.


8. Eragon | Christopher Paolini

9. Teka-Teki Gambar Aneh | Uketsu



Novel Eragon adalah series soal naga yang bisa dibilang buku lama tapi masih banyak yang membicarakannya karena bagus. Rasanya sayang aja kalau sampai enggak baca. Sedangkan buku Uketsu terbaru ini saya beli karena hype-nya lumayan kenceng, apalagi buku sebelumnya yang Teka-Teki Rumah Aneh banyak dipuji oleh pembaca, jadi patutlah untuk mulai membaca karya beliau.


10. Rasina | Iksaka Banu



Novel sejarah yang katanya membahas soal ketragisan. Dulu pernah beli tapi keburu dijual lagi novelnya. Dan kebetulan pas akhir bulan banget harga buku ini di Lazada jadi lebih murah, tanpa pikir panjang langsung beli.

***


Di Februari ini saya sudah lebih sedikit beli bukunya tapi kalau sejumlah uangnya masih lumayan ya. Semoga ke depannya bisa lebih fokus ke membaca dibandingkan ke beli buku. Asli, TBRnya makin menggunung saja. 

Nah, sekian update Bebukuan Februari 2026 ini. Kira-kira buku mana yang harus dibaca duluan? Dan boleh dong share buku apa yang kamu baca dan buku baru apa yang nambah di TBR?


Februari 23, 2026

Novel Witch Bakery (Toko Roti Pengantar Jiwa) - Han Su-in

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]


Judul: Witch Bakery (Toko Roti Pengantar Jiwa)

Penulis: Han Su-in

Penerjemah: Dwita Rizki

Desain sampul: Hastapena

Penerbit: BACA/ PT Bentara Aksara Cahaya

Terbit: Oktober 2025, cetakan pertama

Tebal: 220 hlm.

ISBN: 9786238371495


Novel ini menceritakan tentang siswi SMP bernama Lala yang mendapatkan pekerjaan paruh waktu di Toko Roti Manyeo. Toko roti yang dikelola oleh perempuan bernama Kim Manyeo dan kucing ajaib yang bisa berbicara, Jaerong, bukanlah toko roti biasa, melainkan tempat singgah para roh hewan yang butuh memwujudkan harapan terakhirnya sebelum pergi ke Dunia Bawah.

Roh atau Doong Doong hewan itu akan mendiami roti sampai ia ditemukan kembali oleh tuannya. Dan mempertemukan Doong Doong dengan tuannya cukup pelik. Bakat Lala untuk melihat masa lalu dari para Doong Doong ini sangat membantu prosesnya.

Bobae adalah roh ikan yang ingin berpamitan dengan Jeongseo dan keluarganya. Mori adalah roh anjing yang memiliki drama rumit sebab ia menghindari Lala bertemu dengan pemiliknya karena ada bahaya yang mengancam. Dua Doong Doong ini justru membawa Lala, Manyeo, dan Jaerong kepada kejadian mengerikan yang ditimbulkan oleh roh jahat Youngjeong. Bahkan kematian Bobae dan Mori akibat ulahnya.

Youngjeong memiliki misi jahat dengan membunuh hewan-hewan. Lala yang memiliki bakat istimewa merasa terpanggil untuk menghentikan kejahatannya. 

Tapi berhasilkan Lala menyegel kembali Youngjeong agar tidak ada lagi hewan-hewan yang jadi korban?



***

Novel ini memiliki ide cerita yang fresh buat saya; menceritakan roh-roh hewan yang penasaran dan butuh penyelesaian dengan pemiliknya sebelum mereka kembali ke langit. Pembaca diajak lebih dekat kepada kisah orang-orang yang memiliki hewan peliharaan. Rasa sayang dan kehilangan dipadukan menjadi drama yang mengaduk emosi.

Sisi fantasi yang disajikan lumayan kental dan beberapa bagian menurut saya susah dibayangkan. Selain perwujudan Doong Doong dari hewan-hewan, ada juga proses perpindahan tempat menggunakan kipas, pohon Zelkova Keramat, dan masuk lewat sketsa yang menurut saya fantasinya ketinggian. Bahkan membayangkan bentuk hewan menjadi kue pun sangat susah buat otak saya, hehe, padahal ini pondasi dari keseluruhan kisahnya.

Setelah kemunculan karakter jahat Youngjeong, cerita mulai terang benderang menjadi misteri dan survival. Pertarungan antara Lala dan Youngjeong tak bisa dihindari. Seru sekali mengikuti Lala, Manyeo dan Jaerong berusaha menyegel kembali Youngjeong.

Dan saya cukup terkesan dengan detail-detail yang disajikan karena tidak mubazir. Pada akhir cerita semua akan terungkap kenapa muncul permintaan yang bisa diwujudkan langit dan adanya kontrak kerja.

Di sini juga dijelaskan secara umum makna shio dari 12 hewan-hewan. "...Ada 12 hewan yang dikelompokkan menjadi; macan, kelinci, dan naga sebagai musim semi; ular, kuda, dan kambing sebagai musim panas; monyet, ayam, dan anjing sebagai musim gugur; dan babi, tikus, dan kerbau sebagai musim dingin. Hewan terakhir di setiap musim adalah naga, kambing, anjing, dan kerbau. Hewan-hewan itu berperan untuk mengakhiri musim dan menyambut musim berikutnya. Mereka memiliki kekuatan khusus. Kekuatan yang menyimbolkan akhir, penutupan, ketiadaan, dan kematian." (hal. 212-213). 

Untuk tokoh-tokoh pemelihara hewan, saya bisa mengerti dengan kehidupannya. Tetapi untuk karakter Lala sebagai tokoh utamanya, saya merasa masih kurang tergali lebih dalam bagaimana kehidupannya dengan keluarganya. Meski saya tahu kalau ibunya sudah meninggal karena kecelakaan, tapi bagaimana hubungannya dengan keluarga yang lain tidak diungkapkan.

Untuk penerjemahan novel ini seperti ada ketidakluwesan karena saya kurang menikmati proses membacanya. Beberapa kali saya juga merasa gap ketika narasi plot sedang maju tiba-tiba manuver ke narasi plot mundur. Alhasil saya harus memastikan ulang di momen itu.

Secara keseluruhan novel ini seru karena membawakan kisah yang unik yaitu membahas soal mereka yang memelihara hewan dan bagaimana hubungan kasih sayang itu terjalin. Sisi fantasinya lumayan berat tapi dibayar lunas saat cerita mulai menuju ke perseteruan antara tokoh baik dan tokoh jahat. Novel ini pas dibaca untuk penyuka literasi korea dengan kisah drama tentang kehilangan. 

Nah, sekian jurnal baca saya untuk novel Witch Bakery karya Han Su-in ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!


Februari 22, 2026

Novel The Wonderful Wizard Of Oz (Penyihir Dahsyat Dari Oz) - L. Frank Baum

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]



Judul: The Wonderful Wizard Of Oz (Penyihir Dahsyat Dari Oz)

Penulis: L. Frank Baum

Penerjemah: Rosi L. Simamora

Editor: Tanti Lesmana

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Januari 2026

Tebal: 182 hlm.

ISBN: 9786020686455


Mengawali bacaan di Februari dengan novel klasik yang ringan dan bisa dibilang ini buku untuk anak-anak.

Novel ini menceritakan anak perempuan bernama Dorothy yang diasuh oleh Bibi Em dan Paman Henry. Suatu hari rumah mereka dihempas angin puyuh dan membawa Dorothy dan anjingnya, Toto, terdampar di Negeri Oz.

Negeri Oz adalah negeri yang indah dan tenang namun Dorothy tetap ingin kembali ke Kansas untuk bertemu dengan bibi dan pamannya. Kata para Munchkin, Dorothy harus meminta tolong Penyihir Agung Oz di Kota Zamrud. 

Petualangan Dorothy dan Toto pun dimulai. Namun ia tidak sendirian sebab dalam perjalanannya Dorothy bertemu dengan Orang-orangan Sawah, Penebang Kayu Timah, dan Singa Penakut. Mereka melakukan perjalanan dengan membawa harapan masing-masing. Dorothy ingin kembali ke Kansas, Orang-orangan Sawah ingin diberikan otak agar tidak bodoh, Penebang Kayu Timah ingin diberikan hati agar memiliki perasaan, dan Singa Penakut ingin diberikan keberanian.

Banyak halangan dan tantangan yang menghadang tetapi berkat saling tolong menolong mereka bisa melaluinya. 

Tetapi apakah Penyihir Agung Oz akan mengabulkan harapan mereka?



***

Dengan membawa tema petualangan, novel ini sangat seru dibaca. Walau tujuan utamanya bertemu dengan Penyihir Agung Oz, namun penulis tidak menyelesaikan perjalanannya semudah itu. Dorothy dan teman-temannya harus pergi ke Negeri Winkie untuk menghancurkan Penyihir Jahat dari Barat. Dan setelah berhasil, Oz meninggalkan Kota Zamrud dengan balon udara. Dorothy dan teman-temannya kembali harus ke Selatan menemui Penyihir Baik, Glinda.

Perjalanan Dorothy dan teman-temannya yang enggak mudah membuat kisahnya semakin menarik dan membuat penasaran. Mereka dikejar binatang buas, harus melewati taman Opium yang beracun, hampir terbawa arus sungai besar, harus menghadapi mahluk aneh di balik bebatuan dan masih banyak rintangan lainnya.

Selain itu cerita latar belakang beberapa tokoh menambah kisahnya lebih utuh seperti awal mula Orang-orangan Sawah dibuat atau kenapa Penebang Kayu Timah bisa jadi seperti sekarang padahal dulunya adalah manusia.

Tokoh-tokoh yang dihadirkan pun ampuh menghidupkan cerita. Dengan ragam bentuk dan keajaiban yang dimunculkan, kisah fantasinya semakin lugas terasa. Apalagi dunia Oz yang dibangun penulis yang luas dan memiliki kekhasannya masing-masing membuat kisahnya jadi lebih fantastis.

Dari novel ini kita bisa belajar tentang ketulusan membantu sesama agar kebaikan itu kembali kepada kita. Dorothy dan teman-temannya kerap membantu beberapa makhluk lain dan mereka pun selalu terbantu ketika kesulitan datang.

Novel ini menyenangkan dibaca dan pas kalau dibaca anak-anak. Tidak sulit mengikuti ceritanya meskipun ini fantasi. Saya sangat bisa menikmati petualangan Dorothy dan teman-temannya.

Nah, sekian jurnal baca saya untuk novel The Wonderful Wizard Of Oz karya L. Frank Baum ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!