Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan

Agustus 29, 2026

Novel Isles Of Storm & Sorrow: Venom (Permata Dari Barat) - Bex Hogan

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]



Judul: Isles Of Storm & Sorrow: Venom (Permata dari Barat)

Penulis: Bex Hogan

Penerjemah: Rifky Ravanto Putra

Penerbit: M&C!

Terbit: September 2022

Tebal: vi + 450 hlm.

ISBN: 9786230307676


Di malam setelah perayaan pernikahan, Pangeran Torin ditusuk penyusup saat sedang tidur dan Marriane yang sebelumnya menyerang penyusup itu jadi tertuduh sebagai pelaku. Ia pun diadili Raja dengan menghadirkan kesaksian-kesaksian palsu bahkan dari orang kepercayaannya, Sharpe dan Bornn.

Marriane berhasil kabur dan atas bantuan Raoul, peramal dari Pulau Ketiga, ia pun berlayar menuju Kepulauan Barat. Tujuannya bertemu Esther untuk mempelajari sihir walaupun setibanya di Pulau Salju ia tidak menemukan Esther. Marriane diperbolehkan tinggal dengan keluarga penjaga Kuda Salju hingga ia ditemukan oleh Para Pelindung. 

Marriane dibawa ke Kerajaan Barat dan kehadirannya tidak disukai oleh Arlan dan Eena sebagai keluarga Pangeran Rafe, anak muda yang disiapkan menjadi pewaris Kerajaan Barat. Berkat Gaius, penyihir dan penasihat kerajaan, Marriane belajar ilmu penyembuhan dan sihir. Namun ternyata Gaius memiliki motif lain hingga penyiksaan demi kekuatan sihir yang lebih kuat tak terelakkan.

Mampukah Marriane bertahan sekali lagi?

***



Saya sangat penasaran dengan petualangan Marriane pasca musuh sekaligus ayah palsunya tewas. Kira-kira dia bakal menghadapi musuh siapa lagi karena sepanjang buku kemarin tidak terdeteksi lawan kuat yang akan menyusahkan. 

Dan ternyata dramanya semakin kuat saja. Selain dituduh sebagai pelaku percobaan pembunuhan, Marriane juga dikhianati banyak pihak dan membuatnya terpuruk. Tapi yang lebih menyebalkan karena karakter Marriane di babak dua ini semakin dibuat kebingungan. Sedikit-sedikit dia khawatir dengan Pangeran Torin padahal saya tahu betul pernikahan mereka hanya politik dan perkenalan mereka pun sangat minim. Sedikit-sedikit ia galau karena meninggalkan Bornn. Yang sedikit-sedikit inilah yang membuat saya kesal karena Marriane makin banyak melakukan hal-hal bodoh yang membuatnya selalu dalam masalah.

Tapi saya sangat suka dengan dunia yang dibangun penulis di Kepulauan Barat ini karena unsur sihir digali lebih jauh. Kemunculan Kuda Salju menjadi momen ajaib yang menegaskan kalau sihir masih eksis. Raptor air pun kembali muncul namun setelah Marriane bisa mengendalikan sihirnya.

Petualangan Marriane pun makin seru sebab di Kepulauan Barat ini dia bertemu dengan banyak orang-orang baru dan dia harus adapatasi dengan ketidaktahuannya. Marriane pun mulai berseteru dengan pihak Kerajaan Barat karena tahta yang kosong sedianya sudah disiapkan untuk pangeran muda, Pangeran Rafe.

Kemunculan Gaius sangat melegakan karena akhirnya Marriane bisa bertemu guru yang ahli sihir. Beberapa kali percobaan untuk mengasah sihir pada diri Marriane membuat saya lumayan terkejut. Tapi yang lebih mengejutkan lagi karena Gaius tidak sebaik yang dipikirkan Marriane dan Pelindung lainnya. 

Ada adegan mengejutkan pada akhir novel ini yang sengaja dibuat penulis untuk jadi momen besar yang akan ditemukan di buku selanjutnya.

Di sini juga dibahas soal romansa LGBT. Tapi tenang saja porsinya sangat kecil dan penjelasannya halus jadi masih aman buat yang LGBTphobic.

Untuk penerjemahannya masih stabil bagusnya. Saya tidak menemukan kesulitan sepanjang membaca novel ini. 

Yang membuat saya agak kurang suka di novel ini soal karakter Marriane yang berbeda sekali dibandingkan dengan novel pertamanya. Di sini muncul karakter seorang gadis pada umumnya. Kebingungan soal perasaan kepada lawan jenis yang kemudian berimbas pada banyak kebodohannya. Saya sempat menebak apakah perubahan ini karena tujuannya untuk menjadi Viper tercapai dan itu membuatnya arogan dan berleha-leha. Tapi rasanya aneh kalau karakter pejuang dan keras yang dibentuk dari kecil hilang sejekap mata. 

Karakter lain dari tokoh-tokoh baru berhasil dimunculkan memberi warna cerita. Namun memang tidak ada pendalaman karena waktu kebersamaan dengan Marriane tidak begitu banyak sehingga saya hanya melihat karakter luarnya saja, baik itu Gaius ataupun Para Pelindung.

Secara keseluruhan novel ini tetap seru. Ini adalah pengenalan Marriane dari tempat asalnya. Ini juga momen Marriane mengenal sihir lebih jauh lagi. Dengan akhir cerita yang mengejutkan, buku ketiganya harus segera dibaca karena penasaran.

Nah, sekian jurnal baca saya untuk novel Isles of Storm & Sorrow: Venom (Permata dari Barat) karya Bex Hogan ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!



Agustus 23, 2026

Novel Isles Of Storm & Sorrow: Viper (Sang Penguasa Laut Timur) - Bex Hogan

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]


Judul: Isles Of Storm & Sorrow: Viper (Sang Penguasa Laut Timur)

Penulis: Bex Hogan

Penerjemah: Rifky Ravanto Putra

Penerbit: M&C!

Terbit: Maret 2021

Tebal: 448 hlm.

ISBN: 9786230304194


Saya senang sekali karena bisa membaca buku ini sampai selesai. Setelah beberapa waktu tidak ada bacaan yang selesai, ini perlu banget dirayakan.

Novel ini tuh menceritakan perseteruan anak gadis dan ayahnya dengan latar kapal dan laut. Marriane memberontak dari Adler, ayah sekaligus seorang viper, karena ternyata ayahnya lebih jahat dari yang ia kira. Selain membunuh, ayahnya juga berkhianat kepada kerajaan. Dan Marriane yang sudah siap untuk dinobatkan jadi snake dengan tes harus membunuh orang yang tidak bersalah, dia memilih kabur dan melarikan diri dari kejaran ayahnya yang murka. Marriane tidak mau menjadi seperti ayahnya.

Petualangan Marriane mengarungi lautan dan beberapa pulau di Kepulauan Dua Belas penuh dengan perjuangan dan penderitaan. Rahasia hidupnya terungkap dan kekuatan sihir yang tertidur mulai menggeliat. Batas Kepulauan Barat dan Timur dilewati saat pertempuran besar terjadi. Makhluk raptor air yang selama ini dipercaya sebagai mitos ternyata bisa dipanggil oleh Marriane. 

Berhasilkan Marriane melawan ayahnya?

***



Cerita petualangan di laut di novel ini tuh seru banget. Kehidupan di kapal Maiden dan orang-orangnya diceritakan sangat meyakinkan. Sebagai armada penjaga lautan, kebanyakan hidup viper dan para snake berada di laut. Mereka tunduk pada titah raja dan harus mengamankan kepulauan dengan menyerang kapal-kapal bandit atau pun serangan dari luar kepulauan.

Petualangan menuju pulau-pulau di Kepulauan Dua Belas pun sangat menarik. Setiap pulau punya ciri khas masing-masing. Pulau Raja jadi pulau utama tempat kepemimpian raja berdaulat. Pulau Ladang sebagai pemasok hasil Pertanian. Pulau Bunga dipenuhi aneka bunga yang bisa digunakan sebagai bahan obat-obatan. Pulau Batu sebagai tambang permata. Sayangnya tidak semua pulau di Kepulauan Timur dijelajahi dengan detail. Sementara pulau di bagian Barat masih sangat misterius karena di novel ini belum banyak penjelajahan ke sana.

Rahasia asal-usul Marriane pun sangat mengejutkan karena di awal sempat dibahas tentang ibunya namun tidak lengkap. Lambang V pada kompas yang diberikan Grace pun memberi petunjuk walaupun awalnya semua orang mengira V itu lambang Viper. Dan semua terbongkar ketika Marriane bertemu Esther di Pulau Delapan. Esther adalah teman dari ibunya Marriane dan memiliki hubungan romansa dengan Adler di masa lalu. Sejak mengetahui cerita lengkap tentang orang tuanya, keinginan Marriane untuk menghabisi ayahnya semakin membara.

Bukan hanya drama keluarga antara ayah dan anak yang diceritakan novel ini, tapi ada romansa menyedihkan yang ditonjolkan juga. Marriane dan Bornn adalah sahabat sejak kecil sejak mereka bergabung di Kapal Maiden. Ketika beranjak dewasa perasaan itu perlahan berubah tetapi keduanya enggan melewati batas yang selama ini sudah terbentuk. Pergulatan perasaan itu semakin hebat saat Marriane harus bertunangan dengan Pangeran Torin atas gagasan ayahnya. Meski pertunangan itu bentuk politik bukan perasaan, Marriane dan Bornn tetap harus menanggung jarak yang semakin jelas bagi keduanya.

Unsur sihir yang sebelumnya diceritakan sudah dihilangkan keberadaannya di Kepulauan Timur mulai muncul lagi lewat Marriane. Beberapa peristiwa keberadaan sihir bisa dirasakan, termasuk saat muncul raptor air berkat campur tangan sihir yang dilakukan Marriane. Namun penulis tidak ingin buru-buru membongkar keberadaannya dan ini patut ditunggu di novel berikutnya.

Sebagai novel aksi, kita juga bakal menemukan banyak pertarungan senjata, perkelahian, bahkan tindakan kekerasan yang membuat ngilu dan jijik. Yang paling saya ingat yaitu saat Marriane disiksa dengan dicabut kukunya dan itu bikin saya meringis membayangkannya kesakitannya. Apalagi setelah itu dia harus mendaki bebatuan dengan tangan kosong, makin-makin ngilu saja.


Untuk penerjemahan novelnya sangat bagus. Rasanya mengalir banget pas bacanya. Walau ada nama-nama aneh seperti nama bunga yang terasa asing tapi tidak membuat sendatan. Dan kalau melihat sampul novel ini, saya cuma bisa kasih satu kata, "Apik".

Tokoh-tokoh di novel ini sangat banyak tapi penulis mampu menempatkan mereka pada porsi yang pas. Adler, Marriane, Bornn, Pangeran Torin, dan Grace cukup menonjol. Sedangkan tokoh lainnya muncul di waktu yang pas sehingga tidak mengganggu jalur cerita tokoh utamanya tapi kita tetap bakal ingat keberadaannya. Misalnya tokoh Toby, anggota kapal Maiden paling muda, atau Sharpe, pengawal kepercayaan Pangeran Torin. Belum lagi beberapa anggota snake di Kapal Maiden yang pada beberapa momen kemunculannya sangat penting untuk cerita.

Secara keseluruhan saya sangat menikmati cerita Marriane di novel ini dan saya tidak sabar ingin segera lanjut baca buku keduanya karena sudah terpantau trilogi buku ini sudah lengkap diterjemahkan.

Nah, sekian jurnal baca saya untuk novel Isles of Storm & Sorrow: Viper (Sang Penguasa Laut Timur) karya Bex Hogan ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!

April 07, 2026

Buku Anak Whispers Of The Shadow: Three Tales Of Wonder - M. Sutandi

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]


Judul: Whisper Of The Shadow: Three Tales Of Wonder

Penulis: M. Sutandi

Ilustrator: Gratiani & Pratita

Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo)

Terbit: Oktober 2024

Tebal: vi + 162 hlm.

ISBN: 9786020531175



Karena sering melihat buku ini di lokapasar, saya memutuskan untuk membelinya. Bukan apa-apa, saya memang suka dengan bacaan anak-anak. Selain ceritanya yang sederhana, formatnya yang pendek jadi alasan lain, sekalian untuk selingan karena sedang susah menyelesaikan baca novel.

Yang membuat buku ini spesial karena diproduksi penuh warna dan disajikan dalam bilingual; bahasa indonesia dan bahasa inggris. Anaka-anak pasti suka dengan gambar-gambarnya.

Sebagai buku anak, buku ini juga memiliki visi mengajarkan nilai-nilai kebaikan. Ada tiga cerita yang disuguhkan: The Girl and Her Shadow, The Little Flower, dan The Proud Hermit Crab.





The Girl and Her Shadow menceritakan tentang anak perempuan yang dalam pencarian jati dirinya dia mengusir dan meninggalkan bayangannya. Padahal dari sejak kecil hanya bayangannya yang menemani dan selalu ada. Namun setelah dewasa, saat ia kehilangan segalanya dan semua orang yang ia anggap teman justru pergi, ia tersadar kalau ada yang kurang dalam dirinya. Memori kecil teringat kembali menyadarkan apa yang sudah ia lupakan selama ini.






The Little Flower menyadarkan kepada kita kalau memaksakan memiliki sesuatu yang sebenarnya tidak boleh dimiliki justru akan membawa hal tidak baik. Bunga kecil yang tumbuh indah di padang rumput dekat pohon besar mencoba bertahan saat seorang anak kecil merusaknya dengan bola yang dia mainkan. Setelah kembali pulih, datang lagi anak kecil yang merayunya agar mau dibawa kerumah. Kegigihan anak itu membuat bunga kecil mengiyakan dengan syarat: memberinya air dan membawanya ke tempat yang bisa kena cahaya matahari. Tapi namanya anak-anak, mereka akan memiliki teman dan sibuk bermain, hingga melalaikan bunga kecil itu hingga bentuknya hampir mati. Sebelum terlambat, si anak mengabulkan keinginan bunga kecil untuk dikembalikan ke tempat semula ia tumbuh.




Sedangkan cerita The Proud Hermit Crab membahas soal anak umang-umang yang dimanja dan disanjung orang tuanya hingga ia berpikir kalau ia paling segalanya. Saat si anak melakukan salah pun, orang tuanya tetap membela. Begitu umang-umang sudah dewasa dan meninggalkan orang tuanya untuk menemukan pasangan sekaligus membentuk keluarganya, kesombongan itu tetap melekat. Setiap berpapasan dengan hewan lain, kesombongan itu dia tunjukkan. Tetapi pertemuannya dengan elang laut dada putih membuat umang-umang sadar apa kesalahannya. 



Dari ketiga cerita saya menemukan benang merah yang entah disengaja atau enggak yaitu soal kesendirian. Semua ceritanya membahas itu: anak perempuan yang awalnya sangat tertutup, bunga kecil yang ditinggalkan karena si anak menemukan kesukaan baru, dan si umang-umang yang kerap ditinggalkan di rumah bila orang tuanya pergi mencari makan. 

Ada benarnya juga, ketika masih anak-anak ada semacam kegugupan untuk berbaur dengan orang atau lingkungan baru. Jika orang tuanya paham, si anak akan digandeng untuk mulai membaur. Tetapi ada beberapa anak yang karena tidak ada yang menggandeng, ia memilih mundur menjauh dan jadi anak yang tertutup. Pola asih ini membentuk karakter si anak dan jika tidak ada perubahan maka bisa terbawa sampai saat ia dewasa. Seserius itu ya pembahasannya padahal ini cerita anak lho!

Buku ini bisa selesai dibaca dalam sekali duduk. Nilai yang dikandung ceritanya mengingatkan kembali pembaca pada nilai baik yang sifatnya universal, yang harus tetap dimiliki sampai kapan pun. 

Nah, sekian jurnal baca saya untuk buku anak Whispers Of The Shadow: Three Tales Of Wonder ini. Terakhir dari saya, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!





Maret 21, 2026

Novel Keberuntungan Sedang Menghampirimu - Lee Kkoch-Nim

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]


Judul: Keberuntungan Sedang Menghampirimu

Penulis: Lee Kkoch-Nim

Penerjemah: Iingliana

Desain sampul: Martin Dima

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Desember 2025

Tebal: 208 hlm. 

ISBN: 9786020686585


Hyeong-su dan Wu-yeong secara kebetulan melihat teman sekelas mereka, Eun-jae, dipukuli ayahnya dengan brutal. Semenjak itu keduanya terusik, ada panggilan hati ingin tahu lebih banyak apa yang sebenarnya terjadi di hidup Eun-jae. Umur mereka yang masih 15 tahun menjadi gap untuk jadi pahlawan melawan orang dewasa. Tapi kekerasan itu tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Apakah Hyeong-su dan Wu-yeong bisa menyelamatkan Eun-jae?



***

Jujur, baca novel ini bener-bener bikin sesak nafas, sedih, marah, dan sakit hati. 

Novel ini berhasil menggambarkan penderitaan remaja perempuan yang mengalami kekerasan oleh ayahnya sendiri. Ibunya Eun-jae pergi meninggalkannya dan sejak itu ia jadi sasaran amarah ayahnya. Rumah sudah seperti neraka, penuh kemarahan, penuh luka, dan penuh ketakutan. Mental Eun-jae sudah rusak, ia bahkan tidak yakin bisa keluar dari penyiksaan itu dan yang ada dalam benaknya hanya ingin mati saja. Orang di sekitarnya yang pernah mencoba membantu tapi tidak berhasil makin membuat Eun-jae pesimis dengan takdir hidupnya.

Hyeong-su dan Wu-yeong jadi tokoh yang membawa aura beda di novel ini. Persahabatan mereka lucu dan konyol. Saya sangat terhibur dengan ulah mereka yang bikin banyak salah paham. Gong-nya pas ide Hyeong-su supaya Wu-yeong tidak jadi bahan gosip kalau ia pacaran dengan Ketua Kelas justru bikin membuat Ketua Kelas resmi jadi pacar Wu-yeong. Dari sini hubungan ketiganya makin dinamis dan kemudian terseret ke masalah Eun-jae.

Meskipun keduanya kelihatan seru tapi sebenarnya mereka punya masalah masing-masing. Hyeong-su berasal dari keluarga harmonis tapi masalahnya adalah dia tidak tahu ia ingin jadi apa. Sedangkan Wu-yeong memiliki masalah lebih pelik sebab ia jadi anak yang dibebani obsesi ibunya untuk selalu berhasil. Hidupnya diisi banyak les karena menurut ibunya jika anaknya mendapat nilai 100, maka ibunya pun sukses mendapatkan nilai 100.

Sedih banget pas baca bagian ucapan ibunya Wu-yeong, "Sudah berapa kali kubilang kau harus berhasil supaya ibumu juga berhasil? Sudah berapa kali kubilang kalau kau gagal, hidup ibu juga akan gagal? Sudah berapa kali?!" (hal. 143) Mental anak yang dipaksa sempurna benar-benar rusak dan rentan. Kata-kata tekanan membuat jiwanya jadi pengecut, bimbang memutuskan sesuatu, dan komitmennya angin-anginan.

Novel ini cukup unik karena menggunakan sudut pandang dari dewi keberuntungan yang saban waktu mengawasi tokoh-tokoh di sini. Ada beberapa pernyataan berisi simpati dari dewi keberuntungan dengan nasib remaja-remaja ini. Tapi porsi kemunculan sudut pandang ini minim jadi tidak bikin bingung, kayak baca novel umumnya yang pakai POV ketiga saja.

Tokoh-tokoh yang dihadirkan penulis sangat beragam. Selain Eun-jae, Wu-yeong, dan Hyeong-su, kita akan kenalan juga dengan tokoh lainnya yang punya peran penting seperti Ketua Kelas, Pelatih Choi, dan Ji-jeong. Mereka adalah orang-orang hebat yang bisa menarik Eun-jae keluar dari neraka hidupnya.

Dari novel ini kita diajak merenung soal bisakah kita membantu orang-orang di sekitar kita yang mengalami kekerasan. Atau justru kita akan abai dengan dalih bukan urusan kita. Apakah jika kita melihat anak yang dibully oleh teman-temannya kita akan membantu? Atau apakah jika kita melihat perempuan muda yang dikasari pacarnya kita akan membantu? Saya sedih banget pas membayangkan jika tokoh Eun-jae sampai meninggal gara-gara tokoh-tokoh lainnya tidak bisa membantu dengan maksimal padahal mereka tahu seberat apa masalah yang menimpanya. Untungnya penulis tidak membuat ceritanya jadi begitu gelap.

Ada bagian paling super emosional di novel ini yaitu saat Eun-jae sudah dijauhkan dari ayahnya dan ia mendapati keadaan kontainer sepak bola tempat aman ia tinggal dalam kondisi berantakan. Eun-jae sangat marah dan ia berlari kencang. Bukan menuju ayahnya untuk membalas semua ulahnya melainkan ke kantor polisi. Ia membuka kardigan yang selama ini dipakai untuk menutupi lukanya. Dan pada momen itu polisi pun ternganga melihat saking parahnya kekerasan yang sudah dialami Eun-jae. Memar di atas memar, luka dibekas luka. Klimaksnya saat Eun-jae bilang, "Tolong... aku." SUMPAH SEDIH BANGET.... KENAPA BARU SEKARANG, EUN-JAE?


  • Hidup sering kali bergurau dan hanya sesekali menyediakan kesempatan. Namun, orang-orang tidak bisa mengetahui kesempatan-kesempatan apa yang tersedia untuk mereka. Kesempatan untuk dimaafkan, kesempatan untuk menjadi berbeda, kesempatan untuk mengubah hidup (hal. 65)
  • Membesarkan anak memang sulit. Kau mungkin merasa baru mulai berhasil menyesuaikan diri, tetapi anak-anakmu sudah melompat jauh mendahuluimu (hal. 79)
  • Cinta sejati adalah menyukai seseorang apa adanya. Seandainya kau lebih kurus, seandainya kau lebih tinggi sedikit, seandainya kau lebih pintar bicara, seandainya kau lebih pintar di sekolah... Bukannya membicarakan kekurangan yang tidak ada akhirnya, seharusnya seseorang disukai karena segala hal tentang dirinya (hal. 112)
  • Hidup itu bagaikan bola yang tidak bisa diduga ke mana arah pantulannya. Kitalah yang menentukan apakah kita bisa mempertahankan bola itu atau membiarkan lawan merebutnya (hal. 117)
  • Orangtua bodoh yang yakin bahwa anak-anak yang berusaha keras memahami orangtua, meski harus menerima berbagai kata-kata dan tidakan kasar, adalah anak-anak yang patuh dan akan tumbuh besar tanpa masalah. Berbeda dengan dugaan bodoh kalian, anak-anak justru akan semakin menjaga jarak. Ketika anak-anak semakin kuat dan tidak lagi takut pada kalian, mereka pasti akan bersiap-siap meninggalkan kalian tanpa menoleh ke belakang (hal. 146)
  • "Kalau kau membuat seseorang tertawa, bukankah itu berarti kau orang yang berguna?" (hal. 203)


Saya sangat merekomendasikan novel ini dibaca oleh siapa pun. Biar kita lebih peduli dengan orang-orang yang mengalami kekerasan tapi tidak bisa minta tolong saking korban ketakutan. Sedih, lucu, dan menghangatkan hati membuat novel ini begitu bermakna. 

Nah, sekian jurnal baca saya untuk novel Keberuntungan Sedang Menghampirimu karya Lee Kkoch-Nim ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!


Februari 23, 2026

Novel Witch Bakery (Toko Roti Pengantar Jiwa) - Han Su-in

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]


Judul: Witch Bakery (Toko Roti Pengantar Jiwa)

Penulis: Han Su-in

Penerjemah: Dwita Rizki

Desain sampul: Hastapena

Penerbit: BACA/ PT Bentara Aksara Cahaya

Terbit: Oktober 2025, cetakan pertama

Tebal: 220 hlm.

ISBN: 9786238371495


Novel ini menceritakan tentang siswi SMP bernama Lala yang mendapatkan pekerjaan paruh waktu di Toko Roti Manyeo. Toko roti yang dikelola oleh perempuan bernama Kim Manyeo dan kucing ajaib yang bisa berbicara, Jaerong, bukanlah toko roti biasa, melainkan tempat singgah para roh hewan yang butuh memwujudkan harapan terakhirnya sebelum pergi ke Dunia Bawah.

Roh atau Doong Doong hewan itu akan mendiami roti sampai ia ditemukan kembali oleh tuannya. Dan mempertemukan Doong Doong dengan tuannya cukup pelik. Bakat Lala untuk melihat masa lalu dari para Doong Doong ini sangat membantu prosesnya.

Bobae adalah roh ikan yang ingin berpamitan dengan Jeongseo dan keluarganya. Mori adalah roh anjing yang memiliki drama rumit sebab ia menghindari Lala bertemu dengan pemiliknya karena ada bahaya yang mengancam. Dua Doong Doong ini justru membawa Lala, Manyeo, dan Jaerong kepada kejadian mengerikan yang ditimbulkan oleh roh jahat Youngjeong. Bahkan kematian Bobae dan Mori akibat ulahnya.

Youngjeong memiliki misi jahat dengan membunuh hewan-hewan. Lala yang memiliki bakat istimewa merasa terpanggil untuk menghentikan kejahatannya. 

Tapi berhasilkan Lala menyegel kembali Youngjeong agar tidak ada lagi hewan-hewan yang jadi korban?



***

Novel ini memiliki ide cerita yang fresh buat saya; menceritakan roh-roh hewan yang penasaran dan butuh penyelesaian dengan pemiliknya sebelum mereka kembali ke langit. Pembaca diajak lebih dekat kepada kisah orang-orang yang memiliki hewan peliharaan. Rasa sayang dan kehilangan dipadukan menjadi drama yang mengaduk emosi.

Sisi fantasi yang disajikan lumayan kental dan beberapa bagian menurut saya susah dibayangkan. Selain perwujudan Doong Doong dari hewan-hewan, ada juga proses perpindahan tempat menggunakan kipas, pohon Zelkova Keramat, dan masuk lewat sketsa yang menurut saya fantasinya ketinggian. Bahkan membayangkan bentuk hewan menjadi kue pun sangat susah buat otak saya, hehe, padahal ini pondasi dari keseluruhan kisahnya.

Setelah kemunculan karakter jahat Youngjeong, cerita mulai terang benderang menjadi misteri dan survival. Pertarungan antara Lala dan Youngjeong tak bisa dihindari. Seru sekali mengikuti Lala, Manyeo dan Jaerong berusaha menyegel kembali Youngjeong.

Dan saya cukup terkesan dengan detail-detail yang disajikan karena tidak mubazir. Pada akhir cerita semua akan terungkap kenapa muncul permintaan yang bisa diwujudkan langit dan adanya kontrak kerja.

Di sini juga dijelaskan secara umum makna shio dari 12 hewan-hewan. "...Ada 12 hewan yang dikelompokkan menjadi; macan, kelinci, dan naga sebagai musim semi; ular, kuda, dan kambing sebagai musim panas; monyet, ayam, dan anjing sebagai musim gugur; dan babi, tikus, dan kerbau sebagai musim dingin. Hewan terakhir di setiap musim adalah naga, kambing, anjing, dan kerbau. Hewan-hewan itu berperan untuk mengakhiri musim dan menyambut musim berikutnya. Mereka memiliki kekuatan khusus. Kekuatan yang menyimbolkan akhir, penutupan, ketiadaan, dan kematian." (hal. 212-213). 

Untuk tokoh-tokoh pemelihara hewan, saya bisa mengerti dengan kehidupannya. Tetapi untuk karakter Lala sebagai tokoh utamanya, saya merasa masih kurang tergali lebih dalam bagaimana kehidupannya dengan keluarganya. Meski saya tahu kalau ibunya sudah meninggal karena kecelakaan, tapi bagaimana hubungannya dengan keluarga yang lain tidak diungkapkan.

Untuk penerjemahan novel ini seperti ada ketidakluwesan karena saya kurang menikmati proses membacanya. Beberapa kali saya juga merasa gap ketika narasi plot sedang maju tiba-tiba manuver ke narasi plot mundur. Alhasil saya harus memastikan ulang di momen itu.

Secara keseluruhan novel ini seru karena membawakan kisah yang unik yaitu membahas soal mereka yang memelihara hewan dan bagaimana hubungan kasih sayang itu terjalin. Sisi fantasinya lumayan berat tapi dibayar lunas saat cerita mulai menuju ke perseteruan antara tokoh baik dan tokoh jahat. Novel ini pas dibaca untuk penyuka literasi korea dengan kisah drama tentang kehilangan. 

Nah, sekian jurnal baca saya untuk novel Witch Bakery karya Han Su-in ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!


Februari 22, 2026

Novel The Wonderful Wizard Of Oz (Penyihir Dahsyat Dari Oz) - L. Frank Baum

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]



Judul: The Wonderful Wizard Of Oz (Penyihir Dahsyat Dari Oz)

Penulis: L. Frank Baum

Penerjemah: Rosi L. Simamora

Editor: Tanti Lesmana

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Januari 2026

Tebal: 182 hlm.

ISBN: 9786020686455


Mengawali bacaan di Februari dengan novel klasik yang ringan dan bisa dibilang ini buku untuk anak-anak.

Novel ini menceritakan anak perempuan bernama Dorothy yang diasuh oleh Bibi Em dan Paman Henry. Suatu hari rumah mereka dihempas angin puyuh dan membawa Dorothy dan anjingnya, Toto, terdampar di Negeri Oz.

Negeri Oz adalah negeri yang indah dan tenang namun Dorothy tetap ingin kembali ke Kansas untuk bertemu dengan bibi dan pamannya. Kata para Munchkin, Dorothy harus meminta tolong Penyihir Agung Oz di Kota Zamrud. 

Petualangan Dorothy dan Toto pun dimulai. Namun ia tidak sendirian sebab dalam perjalanannya Dorothy bertemu dengan Orang-orangan Sawah, Penebang Kayu Timah, dan Singa Penakut. Mereka melakukan perjalanan dengan membawa harapan masing-masing. Dorothy ingin kembali ke Kansas, Orang-orangan Sawah ingin diberikan otak agar tidak bodoh, Penebang Kayu Timah ingin diberikan hati agar memiliki perasaan, dan Singa Penakut ingin diberikan keberanian.

Banyak halangan dan tantangan yang menghadang tetapi berkat saling tolong menolong mereka bisa melaluinya. 

Tetapi apakah Penyihir Agung Oz akan mengabulkan harapan mereka?



***

Dengan membawa tema petualangan, novel ini sangat seru dibaca. Walau tujuan utamanya bertemu dengan Penyihir Agung Oz, namun penulis tidak menyelesaikan perjalanannya semudah itu. Dorothy dan teman-temannya harus pergi ke Negeri Winkie untuk menghancurkan Penyihir Jahat dari Barat. Dan setelah berhasil, Oz meninggalkan Kota Zamrud dengan balon udara. Dorothy dan teman-temannya kembali harus ke Selatan menemui Penyihir Baik, Glinda.

Perjalanan Dorothy dan teman-temannya yang enggak mudah membuat kisahnya semakin menarik dan membuat penasaran. Mereka dikejar binatang buas, harus melewati taman Opium yang beracun, hampir terbawa arus sungai besar, harus menghadapi mahluk aneh di balik bebatuan dan masih banyak rintangan lainnya.

Selain itu cerita latar belakang beberapa tokoh menambah kisahnya lebih utuh seperti awal mula Orang-orangan Sawah dibuat atau kenapa Penebang Kayu Timah bisa jadi seperti sekarang padahal dulunya adalah manusia.

Tokoh-tokoh yang dihadirkan pun ampuh menghidupkan cerita. Dengan ragam bentuk dan keajaiban yang dimunculkan, kisah fantasinya semakin lugas terasa. Apalagi dunia Oz yang dibangun penulis yang luas dan memiliki kekhasannya masing-masing membuat kisahnya jadi lebih fantastis.

Dari novel ini kita bisa belajar tentang ketulusan membantu sesama agar kebaikan itu kembali kepada kita. Dorothy dan teman-temannya kerap membantu beberapa makhluk lain dan mereka pun selalu terbantu ketika kesulitan datang.

Novel ini menyenangkan dibaca dan pas kalau dibaca anak-anak. Tidak sulit mengikuti ceritanya meskipun ini fantasi. Saya sangat bisa menikmati petualangan Dorothy dan teman-temannya.

Nah, sekian jurnal baca saya untuk novel The Wonderful Wizard Of Oz karya L. Frank Baum ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!



Januari 17, 2026

Novel Mata Dan Nyala Api Purba - Okky Madasari

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]


Judul: Mata Dan Nyala Api Purba

Penulis: Okky Madasari

Ilustrasi dan kover: Restu Ratnaningtyas

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Desember 2025, cetakan keenam

Tebal buku: 236 hlm.

ISBN: 9786020648477


Novel kover warna merah ini jadi buku terakhir dari petualangan Matara. Setelah saya membaca ketiga buku lainnya; Mata Di Tanah Melus, Mata Dan Rahasia Pulau Gapi, dan Mata Dan Manusia Laut, saya menunggu kesempatan untuk menuntaskan serial ini. Tetapi novel pamungkas ini sulit didapat. Dari beberapa perpustakaan digital yang saya ikuti (Ijak, Ipusnas, dan Ruang Buku Kominfo) saya tidak menemukan ebook novel ini. Baru di awal tahun ini saya memutuskan untuk beli buku fisiknya saja pas ada promo di Lazada.

Yang membedakan dari tiga judul sebelumnya, tokoh Matara di novel ini digambarkan sudah dewasa. Dia menjadi guru Biologi di Sekolah Semesta. Latar waktu pun dijelaskan kalau negeri ini sudah mengalami kemajuan teknologi. Banyak detail penjelasan kemajuan teknologi yang memengaruhi sistem sekolah.

Petualangan kali ini Matara tidak sendirian, dia menemani murid perempuan berusia 12 tahun bernama Binar. Keduanya terlibat proyek menciptakan binatang baru yang pada satu malam kemunculannya yang banyak mengagetkan Sekolah Semesta. Ditambah ada tragedi tangan Matara digigit mahluk itu sehingga harus menjalani perawatan.

Mahluk itu diberi nama Bibikus, penggabungan dari nama Binar dan Tikus. Yup, jadi Binar dan Matara melakukan eksperimen membuat tikus bisa bertelur dan menetaslah menjadi Bibikus. Ajaibnya Bibikus ini tercipta sebagai pemakan apa pun tapi mereka lebih suka makan tumbuhan dalam jumlah banyak. Alhasil, pertumbuhan mereka sangat pesat setiap harinya. 

Dewa, kepala sekolah di Sekolah Semesta, yang dikenal cerdas, memiliki rencana lain dengan Bibikus. Namun situasi jadi keos saat Bibikus sudah sebesar gajah dan mereka berontak kabur dari sekolah. Dalam pengejaran itu, Matara, Binar dan beberapa Bibikus terjerembab ke lubang besar dan dalam di Hutan Purba. Dalam proses mencari jalan keluar, mereka justru memasuki lorong waktu ke masa purba. Matara dan Binar akhirnya bertemu dengan manusia purba, binatang yang disebut Owa, dan raksasa purba yang disebut Homo Erectus.


Owa

Manusia Purba

Bibikus Kecil


Bibikus Besar

Secara keseluruhan, novel pamungkas ini memiliki tema petualangan yang digabungkan dengan sejarah manusia purba, yang ada mata pelajaran sejarah tingkat SMP. Selain itu, kisah petualangannya mengingatkan saya pada cerita film Jumanji. Petualangan melintasi alam raya dan bertemu dengan sesuatu yang baru di masa lampau.



Konflik utama dari novel ini soal Binar yang menyayangi Bibikus, tapi Bibikus di mata manusia purba hanya sebagai makanan. Manusia purba harus bersinggungan dengan mahluk Owa karena perjanjian damai yang dilanggar Binar. Dan di saat bersamaan, keberadaan Owa rawan diserang raksasa purba. Dari sini kita seperti melihat segitiga rantai makanan. Yang kuat yang menang. Eits, tapi di jaman purba ada kekuasaan yang kuat lainnya yaitu siapa yang bisa mengendalikan api, dialah penguasa.

Yang menarik justru pada saat menuju akhir cerita, ketika rombongan Matara, Binar, Dewa, dan timnya pulang setelah dipastikan kepunahan jaman purba, mereka memasuki lorong yang salah dan membawa ke jaman lainnya. Dewa sengaja menuntun manusia pada jaman itu ke masa depan untuk jadi bukti penemuan besarnya tapi lorong waktu menjegahnya demi peristiwa masa depan tidak berubah.

"Kita bisa pergi ke masa lalu, tapi kita tak bisa mengubah apa yang harus dan telah terjadi." [hal. 208]

"Kita bisa datang ke dunia mereka karena waktu kita lebih cepat daripada mereka. Tapi mereka tak bisa pergi ke tempat kita karena mereka ada di belakang. Waktu mereka sudah berhenti. Sudah mati!" [hal. 222]

Sebagai buku penutup serial Matara, saya cukup puas dengan cerita petualangan yang disajikan. Apalagi dalam petualangannya selalu berlatar di negeri tercinta. Tetapi, kayaknya serial ini memang pas ditujukan untuk anak SMP. Secara gaya penceritaan, diksi, dan konflik, terbilang lebih berat jika ditujukan untuk anak SD ke bawah. 

Dari keseluruhan serial ini kita bisa mengenal lebih banyak cerita urban di beberapa daerah dan cuplikan sejarah yang dibalut imajinasi. Menyenangkan untuk jadi jeda setelah membaca buku atau novel yang butuh perenungan dan menguras emosi. 

Karena serial Matara sudah kelar, saya berencana untuk membaca karya Okky Madasari yang lainnya. Tercatat baru novel 86 saja yang sudah saya baca dan kini waktunya memburu bacaan beliau lainnya, hehe.

Nah, sekian jurnal baca saya untuk novel Mata Dan Nyala Api Purba karya Okky Madasari ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!


Januari 16, 2026

Novel (Bukan) Pengantin Baru - Yessie L. Rismar

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]



Judul: (Bukan) Pengantin Baru

Penulis: Yessie L. Rismar

Editor: Anindya Larasati

Ilustrasi & desain sampul: Amelia Maulida

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Terbit: Desember 2024

Tebal buku: vi + 190 hlm.

ISBN: 9786230068072


Setelah sekian lama akhirnya saya bisa menyelesaikan membaca novel pertama di tahun 2026 ini. Kenapa saya memilih novel ini karena selain fresh baru dibeli pas Penerbit Elex ulang tahun, novel ini juga lumayan tipis jadi pas mulai baca sudah yakin bakal sampai selesai.

Kesan pertama di bab awal-awal, saya sudah mencak-mencak dengan konflik yang disajikan. Jadi, pasangan suami istri, Kiara dan Yaris, sudah menikah selama tiga tahun tapi mereka belum punya anak. Omongan tetangga dan omongan orang tua soal kehamilan membuat pasangan ini mesti banyak-banyak bersabar.

Tapi... masalahnya bukan karena pasangan ini ada kendala kesuburan. Masalah mereka itu cuma gagal melulu kalo mau berhubungan seksual. Mereka belum pernah bercinta.

APA-APAN INI!? TIGA TAHUN NGAPAIN AJA!! KOK LAKINYA KUAT YA!!

Dari sini saya pun kaget. Ditambah mereka terang-terangan enggan ke dokter karena bingung mesti jawab apa kalau ditanya keluhan. Yaris itu dosen, Kiara itu editor, harusnya mereka aware soal beginian, bukan bertingkah ogah-ogahan buat pergi ke dokter.

Ketika Kiara tertekan dengan omongan orang soal kehamilan, saya sebagai pembaca pengen banget ngomong lantang begini, "Ya kamu, masalah dipelihara, bukannya cepet pergi ke dokter malah bersikap sok paling dilukai orang-orang sekitar." 

Maafkeun kebawa emosi. Soalnya saya jadi ingat video seorang istri yang menyampaikan kabar ke mertuanya, sekaligus minta maaf karena belum bisa memberikan keturunan untuk suaminya. Di situ jelas ada masalah dengan kesuburan. Sampai si mertuanya bilang, "Enggak apa-apa, Nov. Ini bukan maunya. Novi."

Kalau Kiara dan Yaris kan memang bukan karena mandul atau apa, belum tau malah masalah kesuburan mereka gimana karena belum mencoba, jadi agak susah untuk saya memahami penderitaan mereka sebab mereka sendiri memilih tidak melibatkan dokter selama tiga tahun itu.

Kiara itu punya tiga sahabat yang deket banget; Alin, Sava, dan Indi. Dan selama tiga tahun itu juga Kiara enggak coba sharing dengan mereka. Padahal, ujung-ujungnya yang jadi perantara mereka ketemu dengan dokter baik yang melabeli diagnosa medis soal kondisi Kiara itu ya sahabatnya sendiri, Sava. Coba aja mereka cerita lebih awal, pasti enggak perlu menanggung tekanan psikis selama itu.

Alasan kenapa Kiara dan Yaris gagal bercinta karena setiap kali mereka mau melakukannya, Kiara akan menegang, menutup pahanya rapat-rapat, melakukan penolakan, bahkan bisa sampai mencakar. Menurut dokter Anne kondisi ini disebut Vaginismus. Vaginismus adalah kondisi kakunya otot vagina, sehingga ketika terjadi penetrasi atau dimasukkan sesuatu, secara otomatis akan merapat.

Pasangan Kiara dan Yaris akhirnya menemukan harapan dan kelegaan karena ternyata yang mengalami kondisi seperti mereka bukan mereka saja. Di luaran sana banyak juga yang senasib. Dan kondisi vaginismus ini bisa disembuhkan. 

Teknik penyembuhannya ternyata membutuhkan alat yang disebut Dilator. Prosesnya ternyata lumayan memakan waktu dan emosi untuk istri yang mengalami vaginismus. Dan di novel ini penulis berhasil menyampaikan dengan baik bagaimana usaha keras dilatasi yang dilakukan Kiara.

Saya iseng mencari tahu apakah Dilator ini sama dengan Dildo. Jawabannya ternyata beda. 




Karena kondisi vaginismus ini, drama di novel ini begitu kental dan berhasil mengaduk emosi. Jujur, saya paling gampang dibikin sedih kalau baca cerita yang konfliknya tentang anak dan orang tua. Puncak konflik di novel ini muncul saat Kiara diminta dengan bahasa halus oleh ibu mertuanya untuk mundur dari pernikahan. Ibu mertuanya sudah merancang akan mendekatkan Yaris dengan mantan pacarnya waktu SMA, Ine.

Sedihnya mengoyak batin. Siapa pun perempuan di posisi Kiara pasti hancur hatinya karena diminta berpisah dengan suaminya. Dan lebih menyayat hati lagi saat Yaris kesal dengan ibunya dan ia memohon agar tidak dipisahkan dengan istrinya. Di posisi Yaris, ia ingin marah besar tapi lawannya adalah ibunya sendiri. Saya enggak bisa bayangin batin Yaris menahan amarah yang meledak demi tidak menyakiti ibunya. Di situlah saya ikut terbawa menangis.

Ini yang paling bener, ketika istri berkonflik dengan ibu mertua, suami memang harusnya berada di pihak istri. Dicari tahu masalahnya, dicari jalan keluarnya. Dan saya sangat terharu biru saat tahu latar belakang ibu mertua Kiara bersikap demikian. Apalagi saat akhirnya mereka saling bicara, saling memahami, dan saling meminta maaf. SUMPAH BANJIR BANDANG SEDIHNYA!

Menurut saya, novel ini mengandung banyak teladan baik untuk pasangan suami istri. Pelajaran yang enggak diajarkan di sekolah atau kuliah, tapi bisa didapatkan dari pengalaman orang-orang (walaupun ini fiksi). 

Penulis berhasil menyajikan cerita yang komplit, ada kisah manis, kisah sedih, kisah haru, juga kisah menegangkan. Drama domestik rumah tangga dituturkan dengan apik dan tidak menggurui. Diksi yang tidak bertele-tele. Dan ada wawasan baru yang disodorkan, ya soal vaginismus ini. Secara penokohan pun terasa sangat hidup. Pembaca bakal gampang berdiri di POV Kiara dan Yaris. 

Dari novel ini saya belajar soal bagaimana seorang suami mencintai istrinya, belajar bagaimana menempatkan posisi diri antara istri dan ibu sendiri, dan belajar kalau kesabaran pasti selalu berbuah baik.

Novel ini sangat saya rekomendasikan untuk pembaca yang gemar bacaan islami, konflik tentang rumah tangga, dan romansa dewasa. Dan kayaknya bakal membantu untuk pembaca yang memang sedang bersabar menunggu kehadiran buah hati dalam pernikahannya. Siapa tahu dari kisah Kiara dan Yaris ini banyak pembaca yang terkuatkan dalam proses kesabarannya.

Nah, sekian jurnal baca saya untuk novel (Bukan) Pengantin Baru karya Yessie L. Rismar ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!



September 18, 2025

Novel Koloni - Ratih Kumala

[ Ulasan di bawah ini adalah kesan pribadi saya setelah membaca bukunya. Semua poin berdasarkan penilaian sendiri sesuai selera pribadi. Terima kasih. ]


Judul: Koloni

Penulis: Ratih Kumala

Editor: Mirna Yulistianti

Ilustrasi sampul & isi: Alit Ambara

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Agustus 2025, cetakan pertama

Tebal: vi + 246 hlm.

ISBN: 9786020684451

Tag: fabel, semut, koloni, kekuasaan, ratu



SINOPSIS

Novel Koloni ini menceritakan semut ratu muda bernama Darojak yang masih hidup setelah sarang dan koloninya porak-poranda diterjang perusakan hutan oleh mesin yang dikendarai manusia. Ia diselamatkan oleh semut jantan bernama Sunar dan membawanya ke koloninya.

Mak Momong yang bekerja di Departemen Perawatan dan Pengasuhan menyembunyikan keberadaan Darojak dari Ratu Gegana dengan mempekerjakannya sebagai pengasuh. Ini dilakukan karena Darojak adalah semut ratu dan dalam satu koloni tidak boleh ada dua ratu.

Rahasia pasti terbongkar dan begitu juga keberadaan Darojak. Ratu Gegana tahu keberadaan Darojak dari feromon cinta yang dikeluarkan Darojak saat kasmaran dengan Sunar. Mak Momong menentang pengusiran Darojak karena Darojak lebih memungkinkan melahirkan semut pekerja, bukan semut jantan, dan bisa memperkuat dan memperpanjang keberlangsungan koloni. Ratu Gegana yang selama ini hanya melahirkan semut jantan tidak bisa berbuat apa-apa. Sejak itulah persaingan dua ratu semut api dimulai.



RESENSI

Sempat maju-mundur mau beli novel ini karena saya belum baca novel Gadis Kretek dan novel Saga Dari Samudra yang sudah saya punya. Tapi gara-gara diskon di Lazada akhirnya beli juga.

Novel ini kategori fabel karena tokoh ceritanya berupa hewan yaitu semut api. Konsep cerita yang menarik karena jarang banget ada novel begini. Dan setelah saya membaca sampai tuntas, jujur, rasanya kayak habis nonton drama korea.

Konflik utama novel ini tentang perebutan kekuasaan antara dua ratu semut, Ratu Gegana dan Ratu Darojak, di sebuah koloni. Ratu Gegana adalah ratu asli koloninya, sedangkan Ratu Darojak adalah ratu pendatang yang diselamatkan dan masuk koloni. 

Mak Momong sebagai semut tua di Departemen Perawatan dan Pengasuhan menjadi yang paling bertanggung jawab atas situasi tersebut. Dia mempertahankan Darojak untuk melengkapi kekurangan Ratu Gegana dan tujuan besarnya agar koloni tidak punah.

Saya suka dengan penggambaran dunia semut yang detail. Saya baru tahu kalau semut bisa mengeluarkan feromon berbagai jenis sesuai situasi yang dihadapi misalnya feromon cinta, feromon panik, feromon menyerang, feromon sedih dan masih banyak lagi. Dunia semut juga punya hierarki yang jelas. Ratu adalah posisi tertinggi yang dilayani oleh semut pekerja, semut pemburu, semut prajurit, semut dayang dan semut jantan. Setiap posisi memiliki tugas masing-masing dan tidak boleh mencampuri posisi semut lain. Yang paling dikritisi adalah semut jantan karena ternyata tugasnya hanya mengawini semut ratu, dan tidak bisa diandalkan untuk bertarung atau mencari makan.

Proses kawin semut juga sangat menarik. Semut ratu akan terbang lalu dinaiki semut jantan. Kemudian terjadilah proses transfer sperma ke spermatheca untuk dibuahi bertahun-tahun. Semut ratu bisa dikawini oleh banyak semut jantan. Naasnya kebanyakan semut jantan yang telah mengawini semut ratu akan mati sebagai konsekuensi perannya.

Saya salut dengan penceritaan penulis yang bagus yang bisa membuat saya lupa kalau tokoh di novel ini tuh semut. Gampang banget saya diajak bersimpati dengan nasib beberapa tokoh. Ini bukti kalau emosi yang dibangun penulis bisa sampai ke pembacanya. 

Kita juga bakal menemukan kejutan-kejutan yang mengagetkan. Yang paling susah saya terima itu keputusan penulis membuat beberapa tokohnya mati padahal perannya vital dan saya sudah berharap tokoh itu bakal punya happy ending. Saya kaget tapi enggak sekecewa itu karena tahu ini cara penulis agar tokoh utamanya punya kedalaman karakter dari peristiwa menyedihkan yang dialaminya. Hasilnya novel ini jadi begitu emosional.

Walau ini cerita semut, banyak momen yang justru terasa sangat manusiawi. Terutama jika menyoroti dinamika hubungan antar semut. Ada penggambaran hubungan tidak harmonis antara ibu dan anak perempuan. Ada persaingan dan iri hati antara saudara kandung. Ada romansa merah jambu sepasang kekasih semut. Ada juga gambaran hubungan antara penguasa dan bawahan. Ceritanya terasa begitu kaya pembelajaran.

Tokoh semut yang muncul begitu hidup. Ratu Darojak adalah semut ratu yang baik, tahu diri, dan bijaksana. Ratu Gegana jadi antagonis dengan sifat iri, pemarah, dan jahat. Terasa sekali ambisinya menjadi ratu satu-satunya di koloni, sampai-sampai dia tega melakukan tindakan brutal. Mak Momong jadi sesepuh di koloni dengan pembawaan tenang, cerdas, dan bijaksana. Dia terlatih karena pernah jadi semut ratu sebelum akhirnya dikudeta anaknya sendiri. Sunar sebagai semut jantan yang memiliki pola pikir berbeda dengan mimpi melakukan petualangan di luar koloni. Jantung Hati adalah anak semut Ratu Darojak yang lahir dengan kondisi sayap tidak sempurna padahal dia semut ratu yang akan jadi penerus di koloni. Hari Bahagia adalah saudara Jantung Hati yang lahir dengan kesempurnaan namun ia diperlakukan berbeda oleh Ratu Darojak sehingga membuatnya begitu kesal.

Oya, latar tempat yang dipilih penulis ternyata di IKN sebelum hutannya dibabat. "Ya sudah, kita bikin saja proposal dananya. Ini kan mau bikin ibukota baru, nggak mungkin nggak ada duitnya, kan?" (hal. 242) Jadi masuk akal kenapa koloni Darojak dihantam perusakan, buat IKN toh!

Menurut saya novel Koloni ini punya ide cerita yang fresh, seru, dan emosional. Saya merekomendasikan novel ini untuk pembaca yang suka cerita politik kekuasaan walau di sini masih skala kecil. 

Nah, sekian ulasan saya untuk novel Koloni ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!