Februari 23, 2026

Novel Witch Bakery (Toko Roti Pengantar Jiwa) - Han Su-in

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]


Judul: Witch Bakery (Toko Roti Pengantar Jiwa)

Penulis: Han Su-in

Penerjemah: Dwita Rizki

Desain sampul: Hastapena

Penerbit: BACA/ PT Bentara Aksara Cahaya

Terbit: Oktober 2025, cetakan pertama

Tebal: 220 hlm.

ISBN: 9786238371495


Novel ini menceritakan tentang siswi SMP bernama Lala yang mendapatkan pekerjaan paruh waktu di Toko Roti Manyeo. Toko roti yang dikelola oleh perempuan bernama Kim Manyeo dan kucing ajaib yang bisa berbicara, Jaerong, bukanlah toko roti biasa, melainkan tempat singgah para roh hewan yang butuh memwujudkan harapan terakhirnya sebelum pergi ke Dunia Bawah.

Roh atau Doong Doong hewan itu akan mendiami roti sampai ia ditemukan kembali oleh tuannya. Dan mempertemukan Doong Doong dengan tuannya cukup pelik. Bakat Lala untuk melihat masa lalu dari para Doong Doong ini sangat membantu prosesnya.

Bobae adalah roh ikan yang ingin berpamitan dengan Jeongseo dan keluarganya. Mori adalah roh anjing yang memiliki drama rumit sebab ia menghindari Lala bertemu dengan pemiliknya karena ada bahaya yang mengancam. Dua Doong Doong ini justru membawa Lala, Manyeo, dan Jaerong kepada kejadian mengerikan yang ditimbulkan oleh roh jahat Youngjeong. Bahkan kematian Bobae dan Mori akibat ulahnya.

Youngjeong memiliki misi jahat dengan membunuh hewan-hewan. Lala yang memiliki bakat istimewa merasa terpanggil untuk menghentikan kejahatannya. 

Tapi berhasilkan Lala menyegel kembali Youngjeong agar tidak ada lagi hewan-hewan yang jadi korban?



***

Novel ini memiliki ide cerita yang fresh buat saya; menceritakan roh-roh hewan yang penasaran dan butuh penyelesaian dengan pemiliknya sebelum mereka kembali ke langit. Pembaca diajak lebih dekat kepada kisah orang-orang yang memiliki hewan peliharaan. Rasa sayang dan kehilangan dipadukan menjadi drama yang mengaduk emosi.

Sisi fantasi yang disajikan lumayan kental dan beberapa bagian menurut saya susah dibayangkan. Selain perwujudan Doong Doong dari hewan-hewan, ada juga proses perpindahan tempat menggunakan kipas, pohon Zelkova Keramat, dan masuk lewat sketsa yang menurut saya fantasinya ketinggian. Bahkan membayangkan bentuk hewan menjadi kue pun sangat susah buat otak saya, hehe, padahal ini pondasi dari keseluruhan kisahnya.

Setelah kemunculan karakter jahat Youngjeong, cerita mulai terang benderang menjadi misteri dan survival. Pertarungan antara Lala dan Youngjeong tak bisa dihindari. Seru sekali mengikuti Lala, Manyeo dan Jaerong berusaha menyegel kembali Youngjeong.

Dan saya cukup terkesan dengan detail-detail yang disajikan karena tidak mubazir. Pada akhir cerita semua akan terungkap kenapa muncul permintaan yang bisa diwujudkan langit dan adanya kontrak kerja.

Di sini juga dijelaskan secara umum makna shio dari 12 hewan-hewan. "...Ada 12 hewan yang dikelompokkan menjadi; macan, kelinci, dan naga sebagai musim semi; ular, kuda, dan kambing sebagai musim panas; monyet, ayam, dan anjing sebagai musim gugur; dan babi, tikus, dan kerbau sebagai musim dingin. Hewan terakhir di setiap musim adalah naga, kambing, anjing, dan kerbau. Hewan-hewan itu berperan untuk mengakhiri musim dan menyambut musim berikutnya. Mereka memiliki kekuatan khusus. Kekuatan yang menyimbolkan akhir, penutupan, ketiadaan, dan kematian." (hal. 212-213). 

Untuk tokoh-tokoh pemelihara hewan, saya bisa mengerti dengan kehidupannya. Tetapi untuk karakter Lala sebagai tokoh utamanya, saya merasa masih kurang tergali lebih dalam bagaimana kehidupannya dengan keluarganya. Meski saya tahu kalau ibunya sudah meninggal karena kecelakaan, tapi bagaimana hubungannya dengan keluarga yang lain tidak diungkapkan.

Untuk penerjemahan novel ini seperti ada ketidakluwesan karena saya kurang menikmati proses membacanya. Beberapa kali saya juga merasa gap ketika narasi plot sedang maju tiba-tiba manuver ke narasi plot mundur. Alhasil saya harus memastikan ulang di momen itu.

Secara keseluruhan novel ini seru karena membawakan kisah yang unik yaitu membahas soal mereka yang memelihara hewan dan bagaimana hubungan kasih sayang itu terjalin. Sisi fantasinya lumayan berat tapi dibayar lunas saat cerita mulai menuju ke perseteruan antara tokoh baik dan tokoh jahat. Novel ini pas dibaca untuk penyuka literasi korea dengan kisah drama tentang kehilangan. 

Nah, sekian jurnal baca saya untuk novel Witch Bakery karya Han Su-in ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!


0 komentar:

Posting Komentar