[Resensi] Belenggu Ilse - Ruwi Meita


Judul: Belenggu Ilse
Penulis: Ruwi Meita
Editor: Dion Rahman
Penata letak: Divia Permatasari
Desainer sampul: Sukutangan
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Cetakan: I, Desember 2019
Tebal: 328 hlm.
ISBN: 9786230010033
ISBN digital: 9786230010040

Sinopsis
Setelah dua tahun menghilang, Ilse kembali datang ke rumah mewah miliknya dengan kondisi hilang ingatan dan tubuh yang tidak terurus juga penuh luka. Firas, suaminya, sangat terkejut. Padahal sebelumnya dia sudah memutuskan untuk membuka hati kepada Ralia, sahabat Ilse. Kembalinya Ilse mengubah semuanya.

Kemana saja Ilse selama dua tahun ini?
Dan bagaimana hubungan selanjutnya antara Firas dan Ralia?

Resensi
Nama penulis Ruwi Meita bukan nama baru bagi saya karena sebelumnya saya pernah tahu karya beliau, diantaranya: Misteri Patung Garam, Kaliluna: Luka di Salamanca, dan Carmine. Sayangnya, saya belum pernah membaca salah satu bukunya, dan baru kesampaian sekarang, setelah saya mengunduh ebook ini di Gramedia Digital.

Misteri Perempuan yang Menghilang dan Entah Siapa Pelakunya

Di buku Belenggu Ilse ini, penulis meramu cerita yang mengandung tema misteri. Kembalinya Ilse ke keluarganya setelah hilang dua tahun, memberikan pertanyaan kepada pembaca, kemana saja dia selama ini. Juga melihat penampilan Ilse yang tidak terurus dan dia bersikap seperti binatang (makan dan minum, meringkuk) menjadi pertanyaan, apa yang sudah terjadi dan dilewati Ilse selama dua tahun ini. Misteri inilah yang membuat pembaca bakal terus terpikat mencari tahu.

Rasa dari misteri yang disajikan Ruwi Meita dalam bukunya kali ini sangat pas dan memikat. Proses mengungkapkan jawabannya dibuat dengan melibatkan tokoh lain yaitu dua polisi: Saram dan Hana. Sehingga sepanjang buku pembaca akan dijejali cerita mengenai:


  1. Kehidupan Ilse setelah kembali ke tengah-tengah keluarganya. Di sini diceritakan hubungan Ilse dengan Firas suaminya, hubungan Ilse dengan Kale, anak perempuannya, hubungan Ilse dengan Ralia, dan hubungan Ilse dengan lingkungan pendukungnya (orang tua, tetangga).
  2. Kehidupan Ralia setelah Ilse kembali. Di sini Ralia memendam rasa kepada Firas dan berharap bisa hidup bersama. Tapi setelah Ilse kembali, harapan itu lenyap. Selain soal perasaannya kepada Firas, Ilse dipertemukan lagi dengan rekan kerjanya, Sura, chef di kafe yang desain interiornya dia garap. Ralia dan Sura mempunyai cerita yang panjang juga di buku ini.
  3. Proses menelusuri misteri deep website yang punya kaitan dengan kasus menghilangnya beberapa perempuan. Puncaknya adalah kebakaran sebuah rumah yang menewaskan seorang perempuan yang identitasnya sama dengan perempuan yang hilang beberapa bulan lalu. Dari kejadian itu Saram dan Hana mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus besar ini.


Sepanjang membaca buku ini saya suka menebak pelaku utamanya. Sebab setiap babnya seolah memberi potongan-potangan jawaban. Namun ternyata dugaan-dugaan saya salah semua. Tetapi tokoh-tokoh yang saya curigai memang punya andil baik langsung maupun tidak langsung dengan menghilangnya Ilse.

Roman Yang Kata Orang Manis Memang Hanya Pemanis

Cerita misteri tanpa roman sebenarnya bisa saja tetap menarik. Tapi apa salahnya roman dimasukkan selama itu mendukung cerita, justru tambah mantap. Di buku ini sajian roman antar tokohnya terbilang rumit dan enggak manis. Firas dan Ilse mempunyai hubungan suami istri yang tidak harmonis sebelum Ilse menghilang. Dan ketika Ilse kembali, hubungan mereka bertambah pelik mengingat Ilse berubah, bukan Ilse yang dulu.

Hubungan Ralia dan Firas pun tidak berjalan lancar. Apalagi pada pembukaan buku ini diceritakan mereka telah tidur bareng. Begitu keduanya akan membuka hati untuk satu sama lain, Ilse datang dan otomatis mengurungkan niat mereka. Yang paling merana tentu saja Ralia yang harus memupus perasaannya.

Hubungan Ralia dan Sura pun tidak ada kemajuan. Bagaimana bisa maju kalau Ralia masih sibuk berkutat dengan perasaannya kepada Firas. Dalam sisi ini, Sura lah yang lebih banyak bersabar dan berusaha menarik perhatian Ralia meski lebih banyak diabaikan.

Kriminal Dan Kekejian Yang Tidak Manusiawi

Selama dua tahun Ilse mengalami kejahatan yang tidak manusiawi. Tujuan si pelaku adalah menghilangkan ingatan si korban dengan dalih membuat si korban lahir kembali sebagai manusia baru. Kriteria korban yang dipilih si pelaku adalah mereka yang memiliki dosa dan seharusnya mereka tidak ada di dunia ini. Pelaku memposisikan diri sebagai pengadilan manusia dengan menggunakan alter sejarah Yunani.

Proses menghapus ingatan korban mengingatkan saya dengan serial Treadstone. Bedanya, di buku ini korban yang dihapus ingatannya akan lahir sebagai manusia yang seperti binatang. Sedangkan di serial itu, korban akan menjadi senjata mematikan untuk membunuh target yang diincar.

Cerita Panjang Yang Mencoba Mengupas Sampai Akar

Sebelumnya saya sudah menuturkan tiga cerita besar di buku ini. Terbilang buku ini punya kepadatan cerita sehingga membuat saya merasa kelelahan membacanya. Dalam waktu bersamaan saya mesti memahami cerita ketiganya dan cerita di buku ini bukan cerita ringan, melainkan punya sisi kelam dan sisi tebak-tebakan yang bikin pembaca ikut menduga-duga. Kebayang bukan lelahnya menyelesaikan cerita Ilse!

Tetapi begitu menuju akhir cerita, rasa lelah tadi terbayar sebab memang ceritanya seru dan ekspektasi saya terhadap akhir ceritanya memang terpuaskan. Akhir cerita yang enggak buru-buru dan enggak dipaksakan. Rapi dan runut pokoknya.

Petik-Petik
Awal mula dari kasus besar itu adalah bentuk kebencian. Saya jadi ingat pernah menonton sebuah video yang berisi pesan kurang lebih begini, "Kamu boleh tidak suka dengan sesuatu. Tapi jangan pernah membencinya. Sebab kebencian itu bukan saja merusak sesuatu tadi, melainkan secara bersamaan merusak diri sendiri dari dalam."

Akhirnya dan Rating
Sebuah petualangan dan proses pemahaman akan misteri hilangnya Ilse membuat saya ikut simpati, pusing menebak-nebak, bahkan geram kepada si pelaku. Dan akhirnya saya memberikan nilai untuk buku Belenggu Ilse ini adalah nilai 4 dari 5.

*****


  • "...seorang lelaki yang bisa begitu cepat berubah pikiran biasanya nggak bisa diandalkan. Kalaupun ada, karena sesuatu hal yang terjadi, dia harus meluruskannya...." (Hal. 165)
  • "...Perasaan memang nggak bisa dibunuh, tapi kamu harus belajar untuk mendidik perasaanmu." (Hal. 223)


[gambar kover diunduh dari situs Goodreads]

6 komentar:

  1. Wah, sepertinya kisah ilse ini cukup menarik, bagaimana si ilse ini bisa bertingkah seperti binatang setelah dilakukan sesuatu oleh sang pelaku, bikin penasaran memang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya euy seru. Perlakuan yang sadis demi menghilangkan ingatan supaya lahir lagi sebagai binatang.

      Hapus
  2. Selain film genre thriller, buku berbau thriller jg aku suka din, walau yang lokal belom pernah baca
    Kayaknya kok menarik juga ya
    Tapi sedih amat ilsenya, jujur kesel kalo ada tokoh utama laki yang main hati padahal mah sebenernya pasangannya masih idup, ckxkckkx

    Ending yang rapi dan ga terkesan dipaksakan emang bikin perasaan setelah baca jadi seneng
    Berasa ga sia2 bacanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh tuh Mbak Nita buku ini jadi referensi bacaan thriller lokal. Seru kok ceritanya dan bikin geram sama si pelaku kejahatannya.

      Di sini si Firasnya kurang gentle menghadapi si Ralia yang sudah ngarep banget. Padahal seharusnya diselesaikan juga urusan yang hampir dimulai.

      Iya bener. Jadi bener-bener tuntas menikmati kisahnya, hehe.

      Hapus
  3. wah, review-nya lebih lengkap dari punyaku 🙈

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa saling melengkapi kok soal review mah. Terima kasih lho sudah mampir ke blog saya, sesama pecinta buku. Soalnya jarang banget blogger buku yang mau mampir hehe

      Hapus