[Resensi] Wizard Bakery - Gu Byeong-Mo


Judul:
Wizard Bakery

Penulis: Gu-Byeong Mo

Penerjemah: Lingliana

Editor: Juliana Tan

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Januari 2022, cetakan kedua

Tebal: 208 hlm.

ISBN: 9786020657394

***

Karena ayahnya menikah lagi setelah ibunya meninggal dunia, seorang anak laki-laki berumur 16 tahun terpaksa tinggal serumah dengan ibu tiri dan adik tirinya. Hubungannya dengan ibu tirinya tidak pernah baik, jadi ketika mendadak dituduh melakukan pelecehan terhadap adik tirinya, ia pun kabur. Di tengah kepanikannya, ia berlari ke toko roti yang ada di dekat rumahnya. Ia sama sekali tidak menduga bahwa dunia penuh keajaiban menunggunya di sana.

Sekilas pandang, Wizard Bakery terlihat seperti toko roti biasa, tetapi sebenarnya tempat ini menjual roti dan kue yang mengandung sihir. Sementara anak laki-laki berada di sana, ia menyaksikan sikap egois orang-orang yang ingin memiliki kekuatan sihir demi kepentingan pribadi. Walaupun Tukang Roti dan asistennya, Burung Biru, sering mengomeli anak laki-laki itu, mereka juga memberinya hiburan, berbeda dengan keluarganya sendiri. Namun, ketika polisi mulai menyelidiki toko roti itu, anak laki-laki itu pun sadar bahwa waktunya kembali ke kenyataan semakin dekat.

***

Sinopsis

Buku ini menceritakan tentang pelarian seorang anak laki-laki berusia 16 tahun dengan karakter culun dan gagap. Selain dengan ayahnya, dia tinggal dengan Guru Bae dan Mu-hee, ibu dan adik tirinya. Hubungan mereka tidak harmonis sehingga si Aku menjaga jarak selama di rumah. Si Aku bahkan menjadi langganan toko roti sebab dia tidak ingin terlibat dekat dengan keluarga tirinya, bahkan ketika makan semeja.

Malang tidak bisa ditolak saat Mu-hee menjadi korban pelecehan seksual dan dia menunjuk si Aku sebagai pelaku. Setelah dihajar habis-habisan dan akan dilaporkan ke polisi oleh ibu tirinya, si Aku melarikan diri dari rumah dan memilih bersembunyi di toko langganannya, Wizard Bakery. Si Tukang Roti dengan besar hati menerima si Aku untuk tinggal sementara di toko setelah dia menganalisa apa yang membuat si Aku melarikan diri dari rumah dengan tubuh luka-luka dan si Aku kelihatan perlu bantuan.

Selama di toko roti, si Aku menyadari kalau memang toko roti Wizard Bakery penuh keajaiban. Si Tukang Roti adalah seorang penyihir. Asistennya, Burung Biru, adalah burung yang kalau siang berubah menjadi manusia. Dan roti yang dibuat memiliki kasiat aneh.

Sampai kapan si Aku akan bersembunyi di toko roti Wizard Bakery?

Resensi

Menyenangkan sekali karena akhirnya saya bisa menyelesaikan membaca novel lagi. Sebelumnya kegiatan membaca masih dilakukan tapi dari beberapa novel yang diambil, tidak ada yang selesai. Kalau harus berdalih, saya memang masih kerepotan membagi waktu antara kegiatan sehari-hari, membaca, dan pekerjaan. Yah, semoga dengan selesainya membaca novel Wizard Bakery ini, saya sudah makin siap melanjutkan mengulas buku-buku yang sudah dibaca.

Wizard Bakery merupakan novel remaja yang ada sentuhan cerita penyihirnya. Tetapi perlu saya sampaikan kalau novel ini punya cerita yang kelam dan pelik karena masalah yang dibawa pada alurnya terbilang berat.

Isu pelecehan seksual menjadi fokus sekaligus ide cerita yang menambah rumit kisah hubungan anak-ibu tiri yang tidak akur sedari awal. Kemarahan yang ditunjukkan Guru Bae memang kelihatan kejam sampai dia menghajar si Aku hingga luka-luka. Tetapi jika dipikir ulang, itu adalah bentuk ekspresi  wajar yang akan dilakukan semua ibu ketika tahu anak perempuannya dilecehkan. Saya justru melihat apa yang dilakukan Guru Bae merupakan simbol cinta seorang ibu kepada anaknya. Karena rasanya sulit sekali menjaga sikap tetap anggun dan tenang ketika tahu anaknya dilecehkan dan si pelaku ada di depan mata. Silakan kalian bayangkan sendiri, menjadi orang tua yang punya anak perempuan dan suatu hari mendapat fakta jika anak perempuan kita dilecehkan. 

Apa reaksi kita?

"Hati-hatilah dengan permohonanmu..." Kalimat yang tertulis di kover depan menjadi kunci apa yang akan kita temukan dalam ceritanya. Yup, menurut saya itu peringatan agar kita tidak jadi orang tamak. Jika kita bertemu dengan penyihir dan kita diberikan kesempatan mewujudkan keinginan, pasti akan terlontar permohonan yang di luar batas akal. Tamak menjadi salah satu sifat yang tertanam di diri manusia. Yang membedakan seluruh manusia adalah sikap pengendalian dirinya. 

Kita akan belajar karakter manusia dari pembeli roti dan kue di toko Wizard Bakery. Kue dan Roti yang memiliki kasiat aneh dibeli customer untuk tujuan tertentu. Sayangnya, kasus yang diberikan penulis adalah orang-orang yang tidak bijak menggunakan produk Wizard Bakery. Sebenarnya ada produk Wizard Bakery yang bisa membantu banyak orang tapi penulis tidak memperkenalkan pembeli yang melakukannya.



Dari kasus pembeli Roti Kayu Manis Iblis kita akan menemukan pelajaran, "Apa yang kau tanam, itu yang kau panen." Roti Kayu Manis Iblis adalah produk yang bisa mengacaukan mental orang yang memakannya. Dan salah satu pembeli yang seorang siswi menggunakan roti ini untuk mengacaukan teman sekelasnya yang kerap membuatnya iri. Temannya mengalami sakit perut sampai buang air di kelas saat sedang ujian. Menanggung rasa malu dan kegagalan ujian membuat temannya itu melakukan bunuh diri. Secara tidak langsung pembeli tadi sudah menjadi pembunuh temannya. Dan dia kembali ke toko untuk komplain karena setelah kejadian itu dirinya selalu dihantui mimpi buruk.

Ada satu pembeli wanita yang sebelumnya pernah membeli Pretzel Kacang Walnut dan kali ini datang ke toko ingin membeli Biskuit Boneka Voodoo. Pretzel Kacang Walnut adalah biskuit yang bisa membuat si pemakan jadi jatuh cinta. Dan si pembeli ini berhasil memikat pria yang dia idam-idamkan. Naasnya, si pria ini tipe yang posesif dan insecure karena pengangguran. Kelakuannya menjadi berlebihan. Si wanita ingin melepaskan diri dari kejaran si pria tapi tidak tahu caranya. Dan maksud dia ingin membeli Biskuit Boneka Voodoo akan digunakan untuk menghancurkan dan mengutuk si pria agar menjauhinya.

Cara pintas yang instan pasti rawan kekeliruan. Makanya ada pepatah yang bilang, "Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian." Keinginan yang disulap terwujud jelas membawa pengaruh buruk. Sebab banyak hal yang luput dari penilaian. Termasuk kasus si pembeli wanita tadi, yang memaksakan memiliki pria idaman tanpa mengenalnya dulu, dan hasilnya berujung menyusahkan dirinya sendiri.

Ambisi harus punya takar, itu pesan dari kasus yang dialami oleh si Tukang Roti, sang penyihir. Meski memiliki keajaiban, dia pun pernah melakukan kesalahan. Untuk menguji kemampuan sihirnya, dia melakukan eksperimen menghidupkan orang mati dengan Bubuk Coklat Putih. Padahal dia paham praktik itu dilarang bagi penyihir. Namun karena ambisi tidak terkendali, praktik itu tetap dilakukan dan berhasil. Si Tukang Roti berhasil menghidupkan gelandangan yang mati. Tetapi tindakannya ini membuka kesempatan si gelandangan untuk membunuh orang dan keluarganya yang membuatnya jadi gelandangan. Menghidupkan satu nyawa dan mematikan beberapa nyawa. Meski dengan kasus ini akhirnya si Tukang Roti lebih peduli dengan batas-batas nyang tidak boleh dilanggar, tetapi rasa sesal itu tidak lantas hilang.

"Mana mungkin ada orang yang bisa memilih jawaban yang benar seumur hidupnya? Memangnya kau sendiri tidak pernah mengambil pilihan yang salah?" (hal. 167) 

Buku ini menarik sekali karena memiliki banyak hal yang membuat kita bisa merenungkan perihal nilai kita sebagai manusia. Termasuk dari konflik yang dialami si Aku, yang melarikan diri dari tuduhan, kita bisa belajar mengenai keberanian menghadapi masalah. "...Setiap orang harus menghadapi masalahnya sendiri. Jika dia beruntung, masalahnya akan terselesaikan. Sebaliknya, masalah itu juga bisa bertambah buruk...." (hal. 65) 

Pada satu waktu ketika mimpi buruk menimpa si Tukang Roti, dengan sikap pahlawan si Aku menggantikan posisinya. Momen ini begitu mengharukan saya, sebab si Aku melakukan perjuangan dengan ketakutannya selama ini. Meski pada saat itu perjuangannya ada dalam mimpi. Tapi bagian ini menegaskan dengan lantang, kalau kita kalah berusaha menghadapi masalah, kita selamanya akan dirundung masalah. Makanya kita perlu lebih berani dan kuat menghadapi masalah apa pun sampai masalah itu bukan lagi masalah untuk kita.

Bagaimana, cerita buku ini berat bukan?

Ada yang lebih berat karena puncak konflik akan muncul ketika si Aku memergoki si pelaku yang melakukan pelecehan seksual terhadap adik tirinya. Bagi saya itu cukup mengagetkan.... dan bikin geram. Ini seperti kasus yang sering muncul di media masa, pelaku pelecehan seksual bisa dari orang-orang terdekat korban. Pelaku pelecehan seksual memang bajingan!!!

Maaf jadi terpancing emosi :)

Secara keseluruhan novel ini memberikan nilai baru bagi saya. Jalan cerita yang runut dan memikat, ide cerita yang mengajak untuk merenung, dan konklusi cerita yang cukup memuaskan saya, membuat novel ini perlu direkomendasikan.

Penutupan kisah si Aku dibagi menjadi dua kemungkinan, tergantung keputusan si Aku untuk memakan atau tidak memakan kue Time Rewinder, kue yang akan memutar waktu kembali. Dan saya kira keputusan si Aku sudah paling tetap. 

Kesimpulannya, saya sangat terkesan dengan novel ini dan saya kasih nilai 5/5 bintang.

Terakhir dari saya, jaga kesehatan dan jangan lupa baca buku!



2 komentar:

  1. seperti biasa kalai baca buku resensinya adiiin racoen buatku okutan rajin baca lagi din wkwkkwkw...penasaran banget. Aku tebak jangan jangan yang melecehkan mu hee ini bapak tirinya alias bapaknya si tokoh utama ya din

    kalau kulihat lihat mrmang tipikal novel korea dan jepang banyakan fantasi ya...aku udah oernah baca beberapa ada tema tema kayak gini juga..ketemu toko ajaib dan ingin harapannya dikabulkan

    itu yang kue kacang pretzel kayaknya kedengarannya lezat ya meski fungsinya seram. Trus gelandangan dibangkitkan dari bubuk cokelat putih, malah kebayang pocong hahhaha...tapi serem ih malah gelandangannya ilangin banyak nyawa ya. harus wise si pemilik tokonya bikin formula biskuit dan roti rotinya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, terima kasih Mbak Nita sanjungannya, hehe. Iya, saya sempet liat postingan Mbak ya Aroma Karsa, tapi belum sempat buka. Ini baru buka blog lagi setelah lama hiatus.

      Tebakannya tepat pisan, mantap Mbak, hehe.

      Kayaknya yang dimaksuh Toko Klontong Namiya ya? Ini sdh punya bukunya tapi belum sempat dibaca. Saya juga penasaran sama hal ajaib yang ada di ceritanya.

      Kue-kue disini malah susah dibayangin bentukannya gimana. Dan kasiatnya itu memang menjurus ke hal-hal yang buruk. Saya malah bertanya-tanya kenapa si Tukang Roti menjual produk yang kemungkinan disalahgunakannya gede...

      Hapus