[Resensi] The Coffee Memory - Riawani Elyta


Judul:
The Coffee Memory

Penulis: Riawani Elyta

Penyunting: Laurensia Nita

Perancang sampul: Satrio d'Labusiam

Penerbit: PT Bentang Pustaka

Terbit: Maret 2013, cetakan pertama

Tebal: vi + 226 hlm.

ISBN: 9786027888203


Saat aroma kopi itu menjauh, kusadari bahwa kau tak mungkin kutemui lagi.

Seperti aromamu yang terempas oleh butir udara, meninggalkanku dalam sunyi yang dingin.

Sampai kusadari kau hadir, menyergapku dalam diam, mengembalikanku dalam kenangan.

Dan, menabur aroma yang sama dengan apa yang telah kutinggalkan.

Ketika itulah aku pahami, aku tak mungkin berpaling lagi.

***

Sinopsis

Novel The Coffee Memory ini menceritakan tokoh utama bernama Dania Aliffa yang tengah berduka setelah suaminya, Andro, meninggal dalam kecelakaan. Kehilangan pasangan hidup membuat semangat Dania merosot. Padahal ada tanggung jawab yang melekat padanya yang mesti diemban: mengurus anak laki-lakinya (Sultan) dan mengurus usaha kafe mereka  (Katjoe Manis).

Di masa kebangkitannya meniti hidup dari awal lagi, Dania harus menghadapi orang-orang yang enggan ia ladeni. Redi, kakak iparnya, selalu mendesak Dania untuk menjual kafenya karena dianggap Dania tidak akan bisa menjalankan bisnis ini. Pram juga muncul setelah sekian lama tidak bertemu, Dia mantan Dania saat sekolah tetapi penilaian Dania pada Pram sudah rusak sejak tahu niat asli Pram mau menjadi pacar Dania saat itu. Dan ujian paling puncak ketika kafe Katjoe Manis kebakaran tidak menyisakan apa pun.

Beruntung ada Barry yang bisa Dania andalkan. Barry, barista yang baru-baru ini direkrut, memiliki misteri yang masih belum masuk akal Dania mengenai alasan dia meninggalkan pekerjaan dulu yang sudah mapan dan pindah ke kafe kecil yang sedang dihidupkan kembali. Tetapi peran Barry sangat berjasa. Hingga pada saat Dania tahu isi hati Barry, kebimbangan menerpa dirinya. 



***

Resensi

Novel The Coffee Memory ini merupakan novel lawas yang sengaja saya baca lagi karena sedang kangen dengan cerita manis ala Penerbit Bentang. Dulu, penerbit ini salah satu yang paling banyak mengeluarkan novel roman dengan cerita yang segar dan manis. Dan novel ini masuk dalam jajaran judul series Love Flavour. Selain novel ini ada judul lain yang masuk series ini: The Mint Heart (Ayuwidya), The Strawberry Surprise (Desi Puspitasari), The Mocha Eyes (Aida M. A.), The Vanilla Heart (Indah Hanaco), dan The Chocolate Chance (Yoana Dianika).

Konflik besar pada novel ini adalah proses move on Dania, lalu bagaimana dia memperbaiki hal-hal yang harus segera dibereskan. Pembaca akan diajak mengikuti Dania yang mencoba berdamai dengan rasa kehilangan. Hatinya tertutup rapat bagi siapa pun yang mengetuk. Baginya Andro segalanya.

Proses meluruskan kaki untuk berdiri setelah ditimpa cobaan bertubi-tubi bukan perkara mudah. Kita bisa belajar dari kisah Dania ini, dalam proses move on itu dibutuhkan pendamping. Bisa orang tua, saudara, sahabat, atau bahkan ahli kesehatan. Karena jika sendirian menanggung perasaan nelangsa itu, justru kita akan makin tenggelam. Fungsi pendamping ini untuk mengingatkan kalau dunia nyata ini bukan soal kehilangan semata, tapi ada banyak hal penting lain yang mesti tetap diperhatikan. Dalam novel ini yang menjadi pendamping Dania adalah mamanya. Dia yang berinisiatif membangkitkan semangat Dania agar bisa melanjutkan hidupnya kembali.


Sebagai novel roman, sisi percintaan yang disajikan penulis memang pas. Bukan yang berbunga-bunga ala remaja SMA ya, tapi ini cinta yang lebih mendalam karena tokoh-tokohnya dewasa. Dan yang paling penting, novel ini mencoba menggali lebih dalam sisi dari kopi dan dunianya. Ada pembahasan soal jenis kopi dan penyajian, ada bahasan soal kafe dan ide-ide bisnisnya, juga ada pembahasan soal komunitas pecinta kopi yang jadi bagian tak terpisah dari eksistensi kopi itu sendiri.

Perjalanan move on Dania disusun dengan rapi dan runut. Pada mulanya dia egois untuk menyimpan perasaan atas nama Andro tetap bercokol di hatinya dan tidak ada yang bisa menggantikan itu. Tetapi seiring berjalannya waktu dan mata Dania makin terbuka, perlahan hatinya bisa mulai fleksibel dalam menghadapi beberapa orang yang mau mampir mengisi ke kosongan itu. Walau pada akhir novel ini disinggung sangat tipis kemungkinan kepada siapa Dania menambatkan hatinya kembali.

Kover novel ini sangat cantik. Dengan gamplang mengabarkan isi bukunya tentang apa. Pembaca bisa menebak sejak awal ada item penting apa dalam kisahnya. Tetapi pemilihan font dengan warna emas membuat saya agak repot memotret agar tulisan tersebut terbaca jelas. Alhasil, foto yang di sinilah hasil maksimalnya, hehe.

Saya sangat-sangat-sangat menikmati membaca novel roman lawas ini. Kopi dan kisah cintanya cukup memberikan kesan. Untuk aroma kopi yang semerbak dalam novel ini saya memberikan nilai 4/5 bintang.

Sekian ulasan dari saya, terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!



2 komentar:

  1. Ini novelnya baguuss. Aku pernah baca dulu pas penulisnya nerbitin pertama kali. Sekarang kayaknya udah jarang liat series ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Novel ini terbitan lama jadi sudah enggak wara-wiri lagi tapi ceritanya seru dan romannya menghangatkan hati

      Hapus