[Resensi] The Extincts - Veronica Cossanteli



Judul: The Extincts

Penulis: Veronica Cossanteli

Penerjemah: Febry Reyzky

Penyunting: Eunike Septiana

Penyelaras akhir: Ani Nuraini Syahara

Penata letak: Astrid Arastazia

Redesain cover: Alif Mustofa

Penerbit: Bhuana Ilmu Populer (BIP)

Terbit: September 2021

Tebal: 228 hlm.

ISBN: 9786230406263

***

Demi mendapatkan uang untuk membeli sepeda baru, George melamar pekerjaan di Peternakan Wormestall, yang ternyata… bukan peternakan biasa! Di sana ada berbagai makhluk yang telah punah atau hanya dianggap mitos: burung dodo, unicorn, naga, hingga Ichthyosaurus! 

Namun, hanya Orang yang Tepat-lah yang bisa bekerja di sana. Berhasilkah George mendapatkan pekerjaan itu? 

Lalu bagaimana ia menghadapi seorang taksidermis yang berniat mengawetkan makhluk-makhluk di Peternakan Wormestall?

***

Sinopsis

George Drake adalah anak 11 tahun yang pada satu hari kehilangan sepeda. Dan pada hari yang sama, dia melihat pengumuman lowongan kerja di Peternakan Wormestall. Ini seperti jalan keluar untuk masalahnya agar bisa menabung untuk membeli sepeda baru. Karena kondisi keuangan keluarga mereka tidak baik-baik saja sejak ditinggal Dad.

Peternakan Wormestall bukan peternakan biasa. George bertemu dengan Mrs. Lind dan Lobelius. Selain mereka, dia juga bertemu dengan hewan-hewan aneh yang menurut Ms. Lind merupakan spesies terakhir atau bisa dibilang, hewan langka.

Ada satu hewan Basilisk, sejenis ular bernama Mortifier yang kabur dari peternakan dan menjadi alasan menghilangnya beberapa hewan. Mortifier mampu membuat yang melihat matanya menjadi batu. Kejadian ini membangunkan kisah legenda mengenai naga bernama Wyrm Squermington.

Dan kemunculan Dimond Pye, ibu tiri Prudence si anak baru di sekolah George, yang merupakan Taksidermis (pengawet segalanya) membuat George dan Prudence harus menyelamatkan penghuni Peternakan Wormestall. Berhasilkan mereka melindungi Peternakan Wormestall?

Resensi

Novel ini merupakan novel remaja. Cirinya, karena tokoh di novel ini masih usia remaja. Kehidupan seputar anak remaja ditampilkan penulis dengan konflik-konflik yang membumbuinya. Seperti kehidupan sekolah, kehidupan pertemanan mereka, dan kehidupan mereka di rumah.

Novel ini punya kisah petulangan. Inti dari ceritanya, bagaimana tokoh utama bisa melindungi hewan-hewan langka di Peternakan Wormestall dari ambisi seorang taksidermis. Pembaca akan diajak melihat usaha penyelamatan itu. Emosi kita akan diaduk dengan kehadiran sosok Diamond yang punya ambisi jahat mengawetkan hewan langka untuk mendapatkan penghargaan tinggi di kalangan taksidermis.

Penulis menghadirkan hewan-hewan yang menurut saya unik dan asing. Sebab penggambaran hewan-hewan yang muncul di ceritanya, benar-benar aneh. Ada yang sejenis ular tapi memiliki paruh. Ada yang sejenis ikan tapi memiliki gigi tajam. Ada juga perpaduan antara tubuh elang dengan badan singa. Selain itu, nama-nama hewan-hewannya susah dilapalkan. Saking anehnya, saya tidak bisa membedakan dan membayangkan masing-masing. Tapi jangan khawatir, di belakang novel ini akan ada daftar nama hewan sesuai kelas dan ciri-cirinya.

Kesan saya setelah membaca novel ini adalah seru dan bikin hati hangat. Lho? 

Kisah petualangan George dan Prudence akan dipenuhi adegan lari-lari berkejaran dengan waktu, adegan melarikan diri, adegan menghentikan aksi si penjahat, dan tentu saja adegan kekerasan melawan penjahat yang secara narasi masih aman untuk pembaca anak-anak dan remaja. Paket ini yang membuat novel ini seru.

Lalu, pada akhir novel, kita akan mendapatkan bagian kisah pembuktian jika George sangat menyayangi Mum. Setelah melalui serangkaian petualangan dan bisa mengembalikan Lily, anak perempuan yang dikabarkan di makan naga Wyrm Squermington, George mendapatkan hadiah yang lumayan. Meski sempat ragu dengan keputusannya, George justru menggunakan uang itu untuk membeli hadiah besar yang memang dibutuhkan Mum. Momen ini bikin Mum menangis dan tidak percaya dengan apa yang dilakukan George.

Membicarakan tentang uang, saya jadi ingin mengutip perkataan Mrs. Lind yang ini, ".... Uang itu seperti gatal yang mengganggu-- semakin kau garuk, semakin gatal kaurasa. Begitu kau memilikinya dalam jumlah banyak, kau akan semakin menginginkannya..." (hal. 210).

Tokoh-tokoh lain yang muncul adalah: Miss Thripps (guru sekolah George), Josh dan Matt (teman sekolah George), Harry dan Frank (saudara kandung perempuan George), dan masih banyak beberapa karakter yang menjadi pendukung.

Menurut saya, novel dengan kover cantik ini punya kekurangan yaitu minim ilustrasi untuk hewan-hewan aneh yang ada dalam ceritanya. Pembaca bisa mengikuti petualangan George dan Prudence tapi tidak bisa menikmati ketakjuban hewan-hewannya. 

Dari novel The Extincts ini kita bisa belajar jika berbuat baik itu akan melahirkan efek yang baik. Meski George sempat kehilangan sepeda, tapi ketika ditanya oleh Mum, dia jujur soal apa yang terjadi. Dan berkat dia melakukan hal baik setelahnya, dia mendapatkan balasan hal baik juga berikutnya.

Untuk novel yang seru dan bikin hati hangat ini saya memberikan nilai 4 dari 5 bintang. Kisah George dan Prudence ini aman dibaca oleh pembaca remaja dan anak-anak.

Nah, sekian ulasan dari saya. Terakhir, jaga kesehatan dan terus membaca buku!



0 komentar:

Posting Komentar