[Resensi] Pasukan Buzzer - Chang Kang-Myoung



Judul: Pasukan Buzzer

Penulis: Chang Kang-Myoung

Penerjemah: Iing Liana

Editor: Juliana Tan & Raya Fitrah

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Juli 2021

Tebal: 288 hlm.

ISBN: 9786020653785

***

Sam-goong, Chatatkat, dan 01810 pada awalnya membentuk Tim Aleph sebagai perusahaan pemasaran online yang menawarkan jasa mempromosikan produk atau perusahaan. Dengan Sam-goong yang ahli menyusun strategi, Chatatkat yang pintar merangkai kalimat, dan 01810 yang jago komputer, mereka pun dengan cepat menguasai cara memanipulasi orang-orang melalui internet.

Suatu hari, Tim Aleph menerima permintaan pekerjaan yang aneh.

“Kalian pernah mendengar situs bernama Kafe Jumda? Jika kalian berhasil menghancurkan situs itu dalam waktu satu bulan, aku akan memberi kalian sembilan puluh juta won.”

Dengan keyakinan polos dan menggebu-gebu bahwa mereka bisa mengubah dunia, Tim Aleph pun mulai beraksi. Ketiga pemuda itu sama sekali tidak menyadari bahwa mereka mungkin terlibat dalam permainan politik berbahaya dan organisasi rahasia yang tidak segan-segan menyingkirkan siapa saja yang dianggap bisa merugikan mereka... dengan cara apa pun.

***

Novel Pasukan Buzzer ini menceritakan tentang proses wawancara seorang reporter surat kabar K bernama Lim Sang-jin dengan narasumber seorang anggota Tim Aleph, Chatatkat, yang mengupas kegiatan pasukan buzzer dibalik informasi viral yang beredar di internet.

Dari wawancara itu kita akan mendalami kegiatan pasukan buzzer ini yang diwakili oleh Tim Aleph. Tim Aleph terdiri dari tiga orang: Sam-goong, 01810, dan Chatatkat. Mereka memiliki peran masing-masing dan tim ini sudah dikenal memiliki trik-trik berbeda dibandingkan tim pasukan buzzer lain. Makanya Tim Aleph tengah mengerjakan proyek besar dengan Group Happo yang keberadaan group ini sangat misterius. Proyek besar yang tujuannya sangat besar dan diduga melibatkan Badan Intelijen Nasional dan Pemerintah.

Chatatkat yang diwawancara seperti sedang membuka rahasia tim mereka. Tetapi ternyata wawancara ini menjadi bagian dari skenario tim Aleph. Begitu surat kabar K menayangkan beritanya, membongkar rahasia kerja pasukan buzzer yang memanipulasi opini publik, justru hasil wawancara reporter Lim Sang-jin dan Chatatkat menjadi bias kebenarannya dan dipertanyakan.

Dari novel Pasukan Buzzer ini saya jadi paham kenapa di twitter suka muncul tweet yang bahas kegiatan pemerintah atau instansi tertentu, dan berita ini tayang bersamaan dari beberapa akun. Misalnya berita ketika Presiden Jokowi meresmikan tol atau bendungan, berita prestasi instansi kepolisian, atau berita tentang kegiatan PON di Papua. Rupanya mereka menayangkan berita tersebut untuk agenda tertentu dengan menggunakan akun influencer agar beritanya cepat naik dan viral.

Menurut saya, sayangnya cara itu keliru sebab polanya gampang dibaca akun masyarakat biasa. Sehingga tweet yang isinya sama dari beberapa akun yang muncul bersamaan akan segera diabaikan sebab jadi tidak menarik. Apalagi jika melihat tagar yang digunakan sudah seragam, pertanda langsung di-mute dan di-skip thread-nya oleh akun masyarakat biasa. Padahal apa salahnya dipilih beberapa akun influencer dan membagi informasi itu selama seminggu penuh bergiliran. Bukan malah satu hari itu bisa 5 - 6 akun yang men-tweet peristiwa serupa.

Cara yang digunakan influencer sejalan dengan taktik yang digunakan Tim Aleph dalam novel ini yaitu metode pengulangan dan penekanan. Pengulangan maksudnya memborbardir masyarakat dengan bacaan atau tweet yang berulang-ulang untuk tema, kejadian, atau sosok, yang menjadi bahan buzzer. Sedangkan penekanan lebih ke bahan buzzer diperkuat dengan memperjelas tujuannya. 

Misalnya ketika Presiden Jokowi meresmikan tol, maka banyak akun influencer membahas soal kegiatan peresmian tol tersebut, dibumbui dengan disampaikan fakta dan manfaat tol yang jumlahnya banyak. Ini bagian dari metode pengulangan. Lalu metode penekanan terlihat ketika berita peresmian tersebut dikaitkan dengan keberhasilan besar presiden menjalankan program pembangunannya dan secara halus memuji sosok presiden, memuji partainya, hingga memuji orang-orang besar di sekeliling beliau.

Sekarang, fungsi pasukan buzzer sudah mengalami pergeseran. Disampaikan juga dalam novel ini, jika awalnya pasukan buzzer digunakan untuk teknik bidang marketing, membuat viral produk atau jasa agar dikenal dan dibeli masyarakat. Tetapi saat ini tujuan pasukan buzzer adalah memancing emosi, bukan logika. Menurut saya, buzzer pengecut adalah yang memakai akun bodong. Teriak paling kenceng tapi kalau akunnya diproses hukum langsung menghilang.

Contoh nyatanya adalah ketika musim pemilihan presiden akan muncul dua kubu yang perang dengan membuat hoax demi menurunkan elektabilitas kubu lawan. Jahatnya lagi jika pasukan buzzer ini menguliti aib si lawan dan dipertontonkan ke masyarakat. Membayangkan kejahatan pasukan buzzer begini, saya pengen berdoa, "Semoga aib-aib mereka juga ditutup Allah SWT sampai matinya." #SaksiPasukanBuzzer

Novel ini punya alur yang maju-mundur. Menggabungkan percakapan wawancara dan kilas balik peristiwa yang disinggung. Meski begitu alur ini tidak membingungkan karena ditata dengan baik. Gaya bercerita pun sangat nyaman. Yang perlu konsentrasi adalah ketika mengingat anggota Group Happo karena tidak pakai nama melainkan jabatan, misalnya direktur, ketua Lee, kepala bagian, asisten manajer, kepala tim, dan staf. Oya, di akhir buku kita akan mendapatkan momen mengejutkan dan saya sendiri menuntut ada kelanjutan novel ini agar tahu nasib tokoh utamanya.

Tokoh sentral dalam novel ini adalah ketiga anggota Tim Aleph. Sam-goong dikenal sebagai otak dibalik trik-trik yang dipakai Tim Aleph. Bahkan dia disanjung oleh mitra kerja sebagai orang yang punya imajinasi besar dan berpotensi memiliki karir bagus. Chatatkat dikenal sebagai penulis ulung. Kemampuannya berkomentar dengan akun palsu di forum-forum yang menjadi target terbukti berhasil memicu keributan. Sampai-sampai forum tersebut harus gugur eksistensinya. Sedangkan 01810, karakter yang tidak disebutkan nama aslinya siapa, lebih ke anggota jago internet tapi penurut pada tugas yang jadi bagiannya.

Ketiga Tim Aleph digambarkan sebagai sosok yang cupu, tidak banyak bergaul, dan khas introvert. Mereka bucin ketika diperhatikan oleh perempuan. Misal Chatatkat yang berharap besar pada hubungannya dengan Ji-yoon justru terbentur dengan keadaan Ji-yoon sebagai perempuan bar. 01810 pun bucin dengan perempuan bernama Hye-rin yang tengah memeras uangnya namun dia tidak sadar.

Kekurangan untuk penokohan di novel ini karena tidak disebutkan masa lalu tokoh sentralnya. Seperti cerita bagaimana awalnya mereka bisa bergabung di tim Aleph. Padahal pondasi karakter ini penting agar pembaca bisa mengenal lebih dekat tokohnya. Di samping itu, kayaknya ketiga tokoh utama hanya punya alasan demi uang dalam melakukan pekerjaan. Sebab saya tidak dapat gambaran uang yang mereka dapat dalam jumlah fantastis digunakan untuk apa selain untuk memuaskan diri di tempat pijat, bar, atau tempat makan. Sedangkal itukah kehidupan pribadi mereka di balik pekerjaan yang rahasia?

Usai membaca novel ini saya makin terbuka dengan situasi di sosial media, terutama di twitter, bahwa satu peristiwa bisa ramai dibahas bukan karena memang lagi jadi sorotan, tetapi bisa jadi diciptakan agar menjadi sorotan. Bisa berbahaya ketika informasi yang diciptakan masih mentah karena bisa telan oleh masyarakat. Pesannya, bermain media sosial harus bijak dan cerdas. Sebab di balik media sosial ada pasukan buzzer bayaran yang bekerja demi memenuhi tujuan si penyewa. Dan cara-cara mereka bisa lebih jahat daripada pembunuh.

Untuk novel Pasukan Buzzer yang membuka mata pembaca tentang sosial media saya berikan nilai 4 bintang dari 5 bintang. dan memiliki kejutan yang bikin kisah ketika tokoh utamanya menggantung dan harus ada lanjutannya

Sekian ulasan dari saya, terakhir, jaga kesehatan dan terus membaca buku!


MONDAY BOOK REVIEW


Oya, karena hari ini bertepatan dengan hari Senin, jadi ulasan buku kali ini saya masukkan sebagai postingan Monday Book Review yang digagas oleh Kak Ira di blognya: irabooklover.com

Label ini berlangsung dengan harapan akan bisa mempertemukan dan menggiatkan kembali blogger-blogger buku sehingga bisa lebih produktif dalam mengelola blognya ataupun dalam kegiatan membaca buku.

Bagi teman-teman yang mau ikut serta, silakan langsung berkunjung ke postingan Kak Ira yang membahas soal label Monday Book Review ini dengan mengklik poster di bawah ini:


0 komentar:

Posting Komentar