September 27, 2026

Review Novel Isles Of Storm & Sorrow: Vulture (Kebangkitan Sang Penyihir) - Bex Hogan

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]


Judul: Isles Of Storm & Sorrow: Vulture (Kebangkitan Sang Penyihir)

Penulis: Bex Hogan

Penerjemah: Rifky Ravanto Putra

Penerbit: M&C!

Terbit: Januari 2024

Tebal: 384 hlm.

ISBN: 9786230312557

Peringkat: 4 Bintang


Marianne bangkit dari kematiannya dan itu tanda kalau ia sudah genap jadi penyihir. Tujuannya kali ini adalah kembali ke Kepulauan Timur untuk menyelamatkan Torin dan meminta bantuannya untuk membentuk pasukan dalam rangka mempersiapkan perang besar melawan Gaius.

Pertemuannya dengan Born menjadi sangat kaku. Terasa ada jarak lebar yang membentang. Dan lebih membingungkan lagi ketika Marianne melihat sepupunya, Ravyn, yang menyukai Born juga. Pikiran buruknya, jangan-jangan selama ia tidak bersama Born, posisinya sudah digantikan Ravyn.

Untuk membentuk pasukan yang cukup besar butuh usaha yang sangat keras. Kondisi Kepulauan Timur yang sedang tidak baik-baik saja membuat rencananya sulit diwujudkan. Marianne mengajak Para Peramal untuk ikut bergabung namun ditolak. Akhirnya, pasukan yang ada dipersiapkan dengan lebih baik.

Rombongan Marianne kembali ke Kepulauan Barat. Dan kedatangannya ini disambut dengan banyak peristiwa tragis dan banyak kematian. Marianne beberapa kali merasa usahanya untuk melawan Gaius tidak akan berhasil karena sihir dalam tubuhnya susah dikendalikan. 

Namun, ia tidak punya pilihan untuk mundur karena semakin Gaius kuat, maka semuanya akan mati. 

Bagaimanakah perang besar antara dua penyihir ini akan berakhir?

***


Akhirnya buku ketiga dari series Isles Of Storm & Sorrow ini selesai dibaca juga. Penutup cerita yang bagus untuk mengakhiri perjalanan dan perjuangan gadis muda bernama Marianne.

Menurut saya di buku terakhir ini cerita mulai berpusat pada bagaimana Marianne mempersiapkan peperangan besar untuk mengalahkan Gaius. Selain mengumpulkan pasukan, dia juga fokus belajar menerima dirinya sebagai penyihir agar kekuatan itu bisa dikendalikan. 

Dan pada fase ini, banyak sekali kematian yang disajikan. Emosi Marianne dibolak-balik tapi ia tidak punya waktu banyak untuk meratapi kesedihan karena ia pun sedang kejar-kejaran dengan waktu sebelum Gaius lebih dulu membantainya. Beberapa momen kehilangan itu membuat saya sedih juga karena saya kira tokoh-tokoh itu akan sangat berguna membantu Marianne dalam pertempuran terakhirnya. 

Perkembangan romansa antara Marianne dan Born pun mulai digali lebih dramatis. Apalagi penulis menghadirkan orang ketiga, yaitu sepupu Marianne sendiri, Ravyn, sebagai ujian perasaan yang menghadirkan letupan-letupan cemburu. 

Baca juga: Novel Isles Of Storm & Sorrow: Viper (Sang Penguasa Laut Timur)

Adegan ajaib dari ilmu sihir pun mulai banyak ditunjukkan seiring semakin bertambah kemampuan Marianne. Bahkan pada peperangan besar pun akhirnya sihir itu disajikan dengan epik. 

Di sini pun ada kejutan tentang sosok yang dekat Marianne tapi menjadi pengkhianat. Motif yang cukup relevan dan penulis benar-benar halus sekali membuat pengkhianat ini bisa dideteksi.

Yang menurut saya kurang di novel ketiga ini adalah adegan perang besarnya kurang bombastis dan durasi penceritaannya kurang panjang. Adu sihirnya belum beragam dan saya tidak menemukan klimaks pertempuran yang membuat pembaca bisa berdebar-debar. Perang besarnya hanya disajikan dalam beberapa halaman saja padahal perang ini adalah puncaknya, harusnya penulis menceritakan dengan detail, berurutan, memberi peningkatan intensitas cerita, dan harusnya diakhiri dengan pertempuran yang berkali-kali. Sangat disayangkan sekali.



Secara keseluruhan, saya sangat menikmati bagian akhir dari perjuangan seorang Marianne. Series ini mengajarkan kita untuk tidak pantang menyerah dan mengingatkan tentang penerimaan diri atas berkat yang diberikan. Jika kita menerima diri sendiri dengan jujur, kemampuan terbaik kita akan muncul dengan sendirinya.

Baca juga: Novel Isles Of Storm & Sorrow: Venom (Permata dari Barat)

Nah, sekian jurnal baca saya untuk novel Isles Of Storm & Sorrow: Vulture (Kebangkitan Sang Penyihir) karya Bex Hogan ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!


September 26, 2026

Unboxing Paket Ungu Novel Tebal

Halo, Teman Pembaca Buku! 

Kali ini saya mau bikin postingan yang beda. Bukan ulasan buku, bukan juga intermeso bebukuan. Ini bagian dari percobaan sih yang rasanya patut dicoba. Soalnya kalau saya menonton video serupa, terasa seru banget. Yup, saya mau mencoba membuat postingan unboxing paket lagi. 

Sebenarnya dulu pernah bikin postingan unboxing tapi enggak pernah konsisten. Agar blog ini lebih ada kehidupannya, saya akan coba membuatnya lagi.

Ini idenya tiba-tiba banget datang pas pagi-pagi (25/09/26) saya dapat notifikasi WA dari kurir yang biasa mengantarkan paket. Saya langsung ingat dong isi paketnya apa. Setiap ingat bakal punya buku baru, saya selalu merasa bersemangat dan senang. Dan tiba-tiba kepikiran, "Gimana ya kalo proses buka paketnya yang menyenangkan itu saya tuliskan jadi postingan blog, bakal ada yang baca nggak ya? Mungkin bakal ada, kalo enggak sekarang pun, siapa tau di masa depan nanti. Oke lah saya bakal coba bikin."

Dan karena paketnya sudah diterima orang rumah, saya sudah memikirkan bakal menyempatkan diri membuat postingannya nanti malam. Semangat!

Lalu...

Ini paketnya!!!!



Paketnya tebal padahal isinya cuma satu novel, yang artinya novel ini tebal juga dong. 

Paketnya dibungkus plastik warna ungu dengan marking 'Gramedia'. Ini menunjukkan langsung paket ini dikirim dari Gramedia karena memang saya membeli buku ini via Lazada dari akun Gramedia Official.

Saya enggak pernah kecewa dengan bagaimana toko Gramedia mengemas setiap paketnya karena paket kali ini pun selalu di-double dengan bubble wrap. Jadi sejauh apa pun dikirim paketnya pasti bakal aman.

***

Yuk langsung buka saja paketnya!

Gunting mana... gunting mana??




Yeay, ini novel The Fifth to Die karya J. D. Barker. Novel ini series kedua dari novel The Fourth Monkey. Kedua novel ini sama-sama tebal ya.

Sebenarnya saya belum akan membaca series ini sekarang-sekarang karena saya mau menyelesaikan series Miss Peregrine's Home for Peculiar Children karya Ransom Riggs dulu. Tanggung banget karena sekarang sedang proses membaca buku pertamanya.

Saya pernah membaca beberapa halaman novel The Fourth Monkey dan saya suka dengan ceritanya. Perpaduan misteri, thriller, kriminal, dan detektif membuat buku ini terasa sangat menarik. Namun karena saya belum membaca sampai tuntas, saya enggak akan menyampaikan kehaluan seberapa menarik kisahnya. Nantikan saja ulasannya di blog ini ya!

Alasan lain kenapa saya memutuskan membeli buku ini yaitu karena sedang ada promo bagus. 

Waktu saya cek di website Gramedia, buku ini sedang diskon 35%. Tapi setelah dibandingkan dengan harga di Lazada, promonya lebih menarik karena saya dapat dua keunggulan: gratis ongkir dan potongan koin Lazada. 

Selain itu, dengan pembayaran menggunakan QRIS di kartu kredit Yup, saya mendapatkan potongan tambahan 15K. Harga bukunya jadi tambah lebih murah.

Dan benar saja, saat saya menulis postingan ini, harga buku di website Gramedia sudah kembali ke 25%. Saya merasa beruntung banget bisa mendapatkan harga jauh lebih murah.

Kira-kira kapan ya buku ini akan dibaca?

Akhir tahun tinggal sekitar 3 bulanan lagi dan saya belum membaca dari 26 buku yang sudah saya canangkan akan dibaca tahun ini. Progres membaca saya sangat lambat dan karena itu saya memutuskan untuk membaca buku yang memang saya mau baca. Dan minat saya saat ini justru kepada novel-novel barat terjemahan cetakan lama, bukan buku-buku baru. Lebih menarik lagi kalau novelnya berseri, makin menantang pengen membaca kesemuanya.

Doakan saja semoga novel ini pun bisa dibaca tahun ini!

***

Sekian postingan unboxing kali ini. Semoga sedikit kisah dibalik buku-buku yang saya dapatkan bisa menjadi cerita seru untuk teman-teman yang mampir ke sini. Terakhir dari saya, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!



September 06, 2026

Bebukuan Agustus 2026


Halo, apa kabar?

Terakhir saya membuat postingan Bebukuan itu di Mei untuk Bebukuan April 2026. Cukup lama juga ya saya melanggar padahal pengennya postingan bebukuan ini rutin dibuat tiap bulan. Karena ada prioritas lain makanya tidak dibuat-buat juga. Saya mohon maaf ya!

Lalu saya juga punya kabar baik, kalau selama bulan Juni dan Juli saya berhasil tidak membeli buku satu pun. Dan baru di bulan Agustus ini saya akhirnya membeli buku lagi. Semoga ke depannya saya bisa rutin mengurangi impulsif membeli buku dan fokus untuk membaca buku yang ada.

Prolognya singkat saja. Mari langsung ke inti postingan ini yuk!


Bacaan Agustus 2026

1. Novel Isles of Storm & Sorrow: Viper (Sang Penguasa Laut Timur) | Bex Hogan

2. Novel Isles of Storm & Sorrow: Venom (Permata dari Barat) | Bex Hogan

3. Komik Vagabond Bind Up Vol.2 | Inoue Takehiko


Koleksi Agustus 2026

1. Novel Taipan - Lahirnya Para Konglomerat | William Yang



Saya membeli novel Taipan ini karena saya penasaran dengan jalan terjal para chindo yang bisa sukses di negeri ini. Padahal mereka adalah pendatang yang punya banyak keterbatasan. Saya ingin tau nilai-nilai apa yang dipegang sehingga mereka bisa memiliki nasib baik. Siapa tahu bisa jadi contoh untuk kita semua agar bisa mapan.


2. Komik Vagabond Bind Up Vol.2 | Inoue Takehiko



Saya ingin melanjutkan kisah Shinmen Takezo setelah membaca volume pertamanya. Rasanya komik yang satu ini sangat layak diikuti kisahnya. Saya tidak tahu akan sepanjang apa volume komik ini untuk merangkum semua kisahnya sampai tuntas dan yah khawatir juga bakal banyak duit yang harus keluar hehe.


3. Novel Isles of Storm & Sorrow: Vulture (Kebangkitan Sang Penyihir) | Bex Hogan



Saya memilih beli buku ini karena sedang menyelesaikan series Isles of Storm & Sorrow. Nanggung banget kalau tidak tuntas sampai buku ketiganya. Beruntungnya, pas cek di web gramedia buku ini sedang ada diskon. Langsung CO sajalah.

***


Setelah dua bulan sebelumnya enggak ada buku yang dibaca sampai selesai, bulan Agustus kemarin jadi pencapaian yang menggembirakan. Semoga bulan September ini pun bisa melanjutkan pencapaian tadi.

Nah, sekian Bebukuan Agustus 2026 ini. Kalian boleh sharing dan tulis di kolom komentar buku apa yang dibaca bulan Agustus 2026 lalu.