[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]
Judul: Miss Peregrine's Home for Peculiar Children
Penulis: Random Riggs
Penerjemah: Tanti Lesmana
Desain Sampul: Eduard Iwan Mangopang
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Juni 2011
Tebal: 544 hlm.
ISBN: 9786020333885
Peringkat: 4 Bintang
Jacob Portman kecil sangat mengagumi kakeknya, Abraham Portman, karena sering didongengkan cerita seru tentang petualangan melawan monster dan tentang teman-temannya yang aneh. Dan ketika kakeknya ditemukan sekarat di tepi hutan dengan luka serangan yang misterius, Jacob berubah jadi sosok yang rentan, penuh kesedihan dan terpuruk. Ucapan pesan kakeknya sebelum meninggal dan surat yang dikirim oleh seorang perempuan mendorong Jacob bertekad mencari tahu.
Atas ijin dr. Golan, Jacob dan ayahnya pergi ke Pulau Cairnholm, tempat kakeknya berasal. Tujuan Jacob adalah mencari tahu masa lalu kakeknya dan keberadaan si pengirim surat. Sedangkan ayahnya ingin meneliti burung langka di pulau tersebut untuk merampungkan bukunya.
Setelah beberapa hari mencari tahu dan berhasil mengunjungi gedung panti asuhan yang sudah porak-poranda bekas terkena bom pada masa perang, Jacob bertemu dengan Emma, teman kakeknya dulu. Dia kemudian diajak ke keluk, sebuah portal yang membawa mereka ke masa lalu sebelum panti itu terkena bom, 3 September 1940, dan berkenalan dengan Miss Peregrine, perempuan yang mengirim surat untuk kakeknya.
Keluk adalah ruang waktu yang dihentikan sehingga di sana tidak pernah berganti hari dan penghuninya terjebak di usia segitu terus. Keluk juga menjadi tempat persembunyian para peculiar dari serangan para Hollow yang dibantu para Wight. Dan munculnya Jacob menjadi ancaman karena ternyata dia sudah diincar dan dibuntuti dari lama. Musuh mengikuti Jacob untuk menculik Miss Peregrine yang akan dikorbankan dalam percobaan mendapatkan keabadian.
Berhasilkan para peculiar ini menghadapi ancaman yang sudah di depan mata?
***
Di awal novel kita akan dibikin senang dan sedih bersamaan. Kedekatan Jacob dengan kakeknya benar-benar mengharukan. Tetapi mendengar pengakuan ayahnya tentang hidup kakeknya membikin saya sedih. Kakeknya Jacob mengalami hidup yang pedih dari sejak kecil. Dia harus berpisah dengan keluarganya karena perang. Dia tinggal di panti asuhan sampai remaja dan kemudian memutuskan untuk ikut berperang juga. Panti asuhan tempat dia pernah tinggal dikabarkan menjadi sasaran bom. Kakeknya Jacob melanjutkan hidup tapi penuh misteri. Kata ayahnya, kakeknya itu sering bepergian berhari-hari sambil membawa senjata, seolah ia berburu monster seperti yang sering ia dongengkan.
Nyes banget membaca bagian cerita yang memotret lelaki dari tiga generasi yang membawa kisahnya masing-masing. Kakek Jacob membawa trauma mendalam akibat perang dan kehilangan beberapa kali yang kemudian memengaruhi bagaimana ia mengasuh anak-anaknya. Ayah Jacob menjaga jarak dengan kakek Jacob karena pola asuh yang terlalu kaku dan dingin di masa lalu. Dan Ayah Jacob mencoba memutus pola asuh itu kepada Jacob. Sedangkan Jacob dibuat tidak mengerti dengan situasi hubungan kakeknya yang ia kagumi dengan ayahnya yang ia sayangi.
Novel ini juga menyajikan dunia fantasi yang begitu keren. Pulau Cairnholm yang berada di lepas pantai Wales, Inggris, lokasi panti Miss Peregrine berada ternyata hanya rekaan penulis saja. Di sini juga diceritakan mengenai keberadaan keluk, portal ke dunia lain sesuai tanggal kejadian besar, tempat sembunyi para peculiar. Keluk ini tersebar di seluruh dunia dan tidak bisa diketahui oleh sembarang orang. Semua keluk menghentikan waktu sehingga anak-anak peculiar yang menghuninya akan tetap muda meskipun usia aslinya bisa puluhan dan ratusan tahun.
Anak-anak peculiar adalah anak-anak aneh dengan kemampuan yang ajaib. Emma bisa mengeluarkan api dari tangannya. Milard adalah anak yang tidak terlihat mata. Bronwyn si anak perempuan yang kuat. Fiona mampu menghidupkan bunga. Hugh si anak laki-laki dengan lebah-lebahnya. Horace si cenayang yang bisa melihat gambaran masa depan. Dan masih ada beberapa lagi.
Penjelasan lengkap mengenai anak-anak peculiar dan informasi keluk serta kepala-kepalanya ada di halaman 219 - 225. Luar biasa lengkap dan membuat saya paham kondisi yang mereka alami sebagai anak-anak aneh yang kerap mengalami diskriminasi dan susah dimengerti orang-orang normal.
Karena ini buku pertama, saya merasa buku ini sebagai perkenalan dunia peculiar. Semua detail dibahas lengkap. Disampaikan juga latar belakang keluarga Jacob yang membuat saya paham akhirnya kenapa dia bisa masuk ke dalam keluk, dan menjawab beberapa kejadian aneh yang dialaminya.
Konflik di sini semakin seru karena ada musuh yang mengincar. Hollow adalah pemburu peculiar untuk dimakan dan wight adalah pembantu yang akan menyediakan anak-anak peculiar untuk disantap. Namun ternyata ada motif besar yang sedang dirancang oleh para hollow dan wight dengan menculik kepala sekolah di banyak keluk.
Tensi konflik di novel ini jadi tinggi karena yang berseteru dengan musuh adalah anak-anak. Meski umur mereka bukan anak-anak tapi karena dijebak waktu, pengalaman, pola pikir, dan tingkah lakunya masih tetap anak-anak. Saya merasa deg-degan dengan kemampuan mereka. Tidak ada yang mengajari tapi kemudian mereka harus keluar dari lingkaran waktu yang selama ini mengungkung mereka.
Dari novel ini saya mendapatkan pelajaran mengenai trauma bawaan yang ternyata membawa pengaruh tidak baik jika tidak disembuhkan. Saya merasa sikap keterbukaan bisa menjadi satu langkah baik untuk pelan-pelan mengurai kekusutan masa lalu dan menyembuhkan luka-luka.
Selain itu saya tersadarkan kalau menjadi orang yang berbeda (contohnya mereka yang disabilitas) itu sangat berat. Ketidakpahaman orang dewasa terhadap anak berkebutuhan khusus kadang justru menyakiti anak tersebut secara mental. Saya tidak menyalahkan orang dewasa karena ketidaktahuannya tapi ternyata sikap mau menghargai perbedaan memang harus diajarkan agar terbiasa dengan perbedaan itu.
Oya di halaman terakhir novel ini ada bagian wawancara dengan penulis mengenai bagaimana ide membuat cerita peculiar ini bermula. Ternyata ada ya orang yang suka mengoleksi foto-foto lama yang memotret keanehan, entah itu asli atau memang sudah dikonsep. Dan dari situ muncul tokoh-tokoh unik yang dimasukkan ke ceritanya.
Secara keseluruhan saya sangat menikmati membaca novel ini. Dunia peculiar adalah dunia baru yang ternyata menyimpan banyak hal ajaib. Saya tidak sabar ingin melanjutkan petualangan Jacob setelah dia meninggalkan keluk di Pulau Cairnholm.
Saya juga sangat suka dengan penerjemahan novel ini karena begitu baik jalinan diksinya. Penjelasannya sangat bisa dipahami dan sepanjang membaca saya merasa tidak kesulitan meskipun bertebaran istilah-istilah baru.
Nah, sekian jurnal baca saya untuk novel Miss Peregrine's Home for Peculiar Children karya Ransom Riggs ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!











