Tampilkan postingan dengan label Elex Media Komputindo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Elex Media Komputindo. Tampilkan semua postingan

Agustus 30, 2026

Review Komik Vagabond Bind Up Vol.2 - Inoue Takehiko

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]


Judul: Vagabond Bind Up Vol.2

Penulis: Inoue Takehiko

Penerjemah: E. P Amanda

Editor: Niken

Desain sampul: Jojo

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Terbit: Juli 2026 

Tebal: 438 hlm.

ISBN: 9786230078651


Biksu Takuan menganggap Shinmen Takezo sudah mati dan dia mengganti nama Takezo dengan nama baru, Miyamoto Musashi. Untuk menjadi samurai yang kuat, Miyamoto pergi ke Kyoto, daerah yang lebih maju. 

Di Kyoto terkenal sebuah Dojo hebat yaitu Dojo Yoshioka dan kepalanya adalah Yoshioka Seijuro. Miyamoto datang menantang dan berhasil membunuh lima murid Dojo Yoshioka. Pada pertemuan duel itu, Seijuro justru menolak untuk bertarung. Yoshioka Denshichiro, adik Seijuro, yang kemudian menantang Miyamoto bertarung dengan alasan kelima muridnya yang tewas. Mereka bertarung sengit namun tidak berlanjut karena dojo mengalami kebakaran. 

Peristiwa ajakan duel dan kebakaran dojo menjadi berita besar. Matahachi yang menyaksikan duel itu justru jadi buron sebagai pelaku pembakaran dojo. Sedangkan Miyamoto yang terluka dalam duel yang belum tuntas itu diselamatkan oleh Biksu Takuan. 

Keberadaan Miyamoto bukan diketahui oleh Matahachi saja, Akemi pun akhirnya tahu. Begitu juga dengan Nenek Hon'iden yang pergi berkelana untuk mencari tahu keberadaan anaknya, Matahachi.

Miyamoto mengakui kalau dirinya masih belum cukup kuat. Dia memutuskan untuk pergi ke Nara. Tantangan pertama adalah dia harus mengalahkan biksu yang ada di Hozoin Pusat Tombak. Kedatangannya justru didahului oleh Gion Toji, pengawal andalan Seijuro. 

Miyamoto bertemu dengan biksu tua yang memiliki aura membunuh yang kuat. Banyak teka-teki ucapan yang disampaikan oleh biksu tua itu terutama tentang makna menjadi kuat.

***


Melanjutkan cerita di volume 1, kali ini sosok Takezo yang sudah berubah nama menjadi Miyamoto terkesan lebih dewasa meski umurnya baru 17 tahun. Tapi sedewasa-dewasanya dia, sisi emosional dan ambisiusnya sangat kuat. Saya sendiri heran pikiran apa yang membuatnya selalu mau menantang orang kuat padahal dia sendiri tidak rajin latihan untuk mempersiapkan kekuatannya. Tindakan yang ceroboh menurut saya sih.

Di sini juga mulai menyentuh sisi sentimental pria yang jika hatinya terpaut gadis, pikirannya susah fokus. Rasa gelisah dan kangen kepada Otsu sungguh merepotkan pikiran Miyamoto. Dan percakapan antara Miyamoto dan Biksu Takuan tentang perasaan kepada lawan jenis ini sangat bijaksana. 


Jika hatimu terpaut hanya pada selembar daun, pohon jadi tidak terlihat. Jika terpaut pada sebatang pohon, hutan tidak lagi tampak. Jangan menambatkan hati pada apa pun. Jangan melihat sebagian, lihatlah keseluruhan.


Kisah romansa Miyamoto sepertinya akan pelik dengan keberadaan dua gadis yang sama-sama menaruh perasaan kepadanya. Selain itu, kita juga akan melihat sisi melow dari Matahachi yang ternyata keputusannya untuk pergi dengan Oko dan Akemi bukan keputusan tepat. Apalagi ditambah penyesalannya karena meninggalkan Takezo.

Dalam volume ini banyak bangat adegan aksi yang disajikan. Ceritanya makin seru dan mulai berkembang lebih luas karena akhirnya Miyamoto mendapatkan lawan yang berlapis-lapis sesuai kekuatannya. 

Komik ini ditutup dengan pembukaan duel yang pasti akan sangat sengit antara Miyamoto dan Gion Toji setelah Miyamoto mengalahkan Biksu Agon. Saya akan sangat menunggu kelanjutannya di volume berikutnya.

Dari komik ini saya disadarkan tentang makna kekuatan dan tentang siapa diri kita. 


Kita bisa tahu seperti apa sebenarnya orang yang disebut kuat pada saat kita benar-benar jadi orang kuat.

Selagi berenang di laut kita tidak akan tahu seluas apa lautan itu, kan?


Secara keseluruhan saya sangat menikmati membaca komik ini dan hanya butuh beberapa waktu saja untuk menyelesaikannya. Petualangan dalam menemukan jati diri seorang Takezo alias Miyamoto memang masih sangat jauh tapi kisahnya patut dinantikan. 

Nah, sekian jurnal baca saya untuk komik Vagabond Bind Up Vol.2 karya Inoue Takehiko ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!


Mei 23, 2026

Review Komik Vagabond Bind Up Vol.1 - Inoue Takehiko

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]



Judul: Vagabond Bind Up Vol.1

Penulis: Inoue Takehiko

Penerjemah: E. P. Amanda

Editor: Niken

Desain sampul: Jojo

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Terbit: April 2026

Tebal: 488 hlm.

ISBN: 9786230077562


Ketika hidup penuh kegelapan, kemudian mempertanyakan kenapa dilahirkan, apakah ada alasan kuat kenapa harus terus hidup? 


Di awal cerita kita akan kenalan dengan dua pemuda dari Desa Miyamoto: Shinmen Takezo dan Hon'iden Matahachi. Mereka selamat dari perang dan menjadi buronan prajurit. Setelah kelelahan bertempur dengan prajurit yang memburu, mereka ditolong oleh Akemi dan ibunya, Oko, hingga luka-luka mereka membaik dan kondisi badan mereka kembali prima. 

Berada di tengah-tengah Akemi dan Oko membuat Takezo dan Matahachi ikutan berseteru dengan Kelompok Tsujikaze yang di masa lalu sudah membunuh suami Oko sekaligus ayah Akemi. Dua kali bertemu cukup untuk Takezo berhasil membunuh Tsujikaze Tenma, pemimpin kelompok tersebut, dan anak buah lainnya yang ingin membalas dendam karena pemimpin mereka terbunuh.

Usai pertempuran sengit itu, Takezo justru ditinggalkan Matahachi yang pergi bersama Oko dan Akemi. Takezo memutuskan kembali ke Desa Miyamoto untuk mengabarkan jika Matahachi masih hidup kepada keluarganya. Ternyata di desa ia mendapatkan sambutan buruk. Warga desa memburunya untuk dibunuh.

Saat kesempatan datang, Takezo justru dijebak oleh ibunya Matahachi untuk ditangkap warga. Walau bisa lolos, Takezo harus berhadapan dengan saudara Tsujikaze Tenma, Tsujikaze Kohei. Adu pedang sengit terjadi tapi terjeda oleh warga yang mengamuk. 

Ujung-ujungnya Takezo tertangkap oleh Biksu Takuan dan Otsu. Ia pun digantung tanpa diberi makan. Walaupun sudah meminta agar dibunuh saja, Biksu Takuan mengabaikan permintaan itu.


***

Komik ini menampilkan tokoh utama yaitu Takezo, yang pandai memainkan pedang dan selalu bisa melumpuhkan lawannya. Walau tidak dijelaskan bagaimana proses dia bisa melakukan itu, ada latar belakang Takezo yang justru tragis yang memotivasinya jadi lebih hebat. Alasan kedua orang tua yang mengabaikannya yang membuat Takezo ingin lebih kuat agar ia bisa hidup tanpa bantuan siapa pun. 

Pengabaian ini juga yang membuat Takezo mempertanyakan kenapa dia dilahirkan jika akhirnya diabaikan. Ia tidak punya tujuan hidup sehingga beberapa kali ia meminta agar segera dibunuh saja. 

Citra seram dari sosok Takezo berawal dari keinginan menjadi kuat. Lalu saat masih kanak-kanak dia melawan orang dewasa dalam sayembara dan berhasil membunuhnya. Sejak itu warga Desa Miyamoto mengucilkannya. Menganggap Takezo adalah iblis. Tatapan matanya dianggap tatapan binatang buas. Hanya Matahachi saja yang mau berkawan dengannya. 

Di akhir cerita, saya sangat terharu dengan ucapan Biksu Takuan, "Bagi orang yang tidak tahu kegelapan... tidak ada cahaya." Ini seolah bilang kalau Takezo memang pernah membunuh, kehidupannya gelap, dikenal sebagai sosok jahat, tapi dia bisa berubah dan menatap cahaya. Lebih baik orang yang jahat kemudian menjadi baik daripada orang baik yang tidak sadar kalau ia jadi sosok jahat.


Untuk volume 1 ini saya cukup puas bisa membaca ceritanya. Setidaknya saya bisa mengenal Takezo secara utuh. Saya juga tidak sabar dengan kelanjutan volume berikutnya karena banyak potensi cerita seru yang bisa muncul. Misalnya kelanjutan Takezo dan Tsujikaze Kohei, atau tentang nasib Otsu selanjutnya setelah dia dicampakkan oleh Matahachi yang justru menikahi Oko.

Oya, komik ini mengandung adegan kekerasan dan seksual ya. Jadi jangan kaget pas lihat gambarnya walaupun menurut saya tidak begitu vulgar dan masih aman kok. Dan dua jempol untuk sampulnya yang keren banget. Judulnya pakai tinta warna emas dan itu bikin komik ini terasa istimewa.

Rencananya saya akan membaca ulang komik ini karena jujur saja saya masih agak kesulitan membaca balon-balon dialog dan gambar detail komiknya. Saya yakin banyak yang terlewatkan padahal komik itu kekuatannya dari gambar-gambarnya. Dan bisa saja setelah dibaca ulang saya menemukan insight baru. 

Mungkin ini saja yang bisa saya utarakan untuk kesan bacanya. Terakhir dari saya, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!



Januari 16, 2026

Review Novel (Bukan) Pengantin Baru - Yessie L. Rismar

[ Ini bukan resensi, ini jurnal baca yang isinya kesan saya setelah baca bukunya. Semua yang ditulis adalah opini pribadi. Jika tidak berkenan, mari berdiskusi... ]



Judul: (Bukan) Pengantin Baru

Penulis: Yessie L. Rismar

Editor: Anindya Larasati

Ilustrasi & desain sampul: Amelia Maulida

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Terbit: Desember 2024

Tebal buku: vi + 190 hlm.

ISBN: 9786230068072


Setelah sekian lama akhirnya saya bisa menyelesaikan membaca novel pertama di tahun 2026 ini. Kenapa saya memilih novel ini karena selain fresh baru dibeli pas Penerbit Elex ulang tahun, novel ini juga lumayan tipis jadi pas mulai baca sudah yakin bakal sampai selesai.

Kesan pertama di bab awal-awal, saya sudah mencak-mencak dengan konflik yang disajikan. Jadi, pasangan suami istri, Kiara dan Yaris, sudah menikah selama tiga tahun tapi mereka belum punya anak. Omongan tetangga dan omongan orang tua soal kehamilan membuat pasangan ini mesti banyak-banyak bersabar.

Tapi... masalahnya bukan karena pasangan ini ada kendala kesuburan. Masalah mereka itu cuma gagal melulu kalo mau berhubungan seksual. Mereka belum pernah bercinta.

APA-APAN INI!? TIGA TAHUN NGAPAIN AJA!! KOK LAKINYA KUAT YA!!

Dari sini saya pun kaget. Ditambah mereka terang-terangan enggan ke dokter karena bingung mesti jawab apa kalau ditanya keluhan. Yaris itu dosen, Kiara itu editor, harusnya mereka aware soal beginian, bukan bertingkah ogah-ogahan buat pergi ke dokter.

Ketika Kiara tertekan dengan omongan orang soal kehamilan, saya sebagai pembaca pengen banget ngomong lantang begini, "Ya kamu, masalah dipelihara, bukannya cepet pergi ke dokter malah bersikap sok paling dilukai orang-orang sekitar." 

Maafkeun kebawa emosi. Soalnya saya jadi ingat video seorang istri yang menyampaikan kabar ke mertuanya, sekaligus minta maaf karena belum bisa memberikan keturunan untuk suaminya. Di situ jelas ada masalah dengan kesuburan. Sampai si mertuanya bilang, "Enggak apa-apa, Nov. Ini bukan maunya. Novi."

Kalau Kiara dan Yaris kan memang bukan karena mandul atau apa, belum tau malah masalah kesuburan mereka gimana karena belum mencoba, jadi agak susah untuk saya memahami penderitaan mereka sebab mereka sendiri memilih tidak melibatkan dokter selama tiga tahun itu.

Kiara itu punya tiga sahabat yang deket banget; Alin, Sava, dan Indi. Dan selama tiga tahun itu juga Kiara enggak coba sharing dengan mereka. Padahal, ujung-ujungnya yang jadi perantara mereka ketemu dengan dokter baik yang melabeli diagnosa medis soal kondisi Kiara itu ya sahabatnya sendiri, Sava. Coba aja mereka cerita lebih awal, pasti enggak perlu menanggung tekanan psikis selama itu.

Alasan kenapa Kiara dan Yaris gagal bercinta karena setiap kali mereka mau melakukannya, Kiara akan menegang, menutup pahanya rapat-rapat, melakukan penolakan, bahkan bisa sampai mencakar. Menurut dokter Anne kondisi ini disebut Vaginismus. Vaginismus adalah kondisi kakunya otot vagina, sehingga ketika terjadi penetrasi atau dimasukkan sesuatu, secara otomatis akan merapat.

Pasangan Kiara dan Yaris akhirnya menemukan harapan dan kelegaan karena ternyata yang mengalami kondisi seperti mereka bukan mereka saja. Di luaran sana banyak juga yang senasib. Dan kondisi vaginismus ini bisa disembuhkan. 

Teknik penyembuhannya ternyata membutuhkan alat yang disebut Dilator. Prosesnya ternyata lumayan memakan waktu dan emosi untuk istri yang mengalami vaginismus. Dan di novel ini penulis berhasil menyampaikan dengan baik bagaimana usaha keras dilatasi yang dilakukan Kiara.

Saya iseng mencari tahu apakah Dilator ini sama dengan Dildo. Jawabannya ternyata beda. 




Karena kondisi vaginismus ini, drama di novel ini begitu kental dan berhasil mengaduk emosi. Jujur, saya paling gampang dibikin sedih kalau baca cerita yang konfliknya tentang anak dan orang tua. Puncak konflik di novel ini muncul saat Kiara diminta dengan bahasa halus oleh ibu mertuanya untuk mundur dari pernikahan. Ibu mertuanya sudah merancang akan mendekatkan Yaris dengan mantan pacarnya waktu SMA, Ine.

Sedihnya mengoyak batin. Siapa pun perempuan di posisi Kiara pasti hancur hatinya karena diminta berpisah dengan suaminya. Dan lebih menyayat hati lagi saat Yaris kesal dengan ibunya dan ia memohon agar tidak dipisahkan dengan istrinya. Di posisi Yaris, ia ingin marah besar tapi lawannya adalah ibunya sendiri. Saya enggak bisa bayangin batin Yaris menahan amarah yang meledak demi tidak menyakiti ibunya. Di situlah saya ikut terbawa menangis.

Ini yang paling bener, ketika istri berkonflik dengan ibu mertua, suami memang harusnya berada di pihak istri. Dicari tahu masalahnya, dicari jalan keluarnya. Dan saya sangat terharu biru saat tahu latar belakang ibu mertua Kiara bersikap demikian. Apalagi saat akhirnya mereka saling bicara, saling memahami, dan saling meminta maaf. SUMPAH BANJIR BANDANG SEDIHNYA!

Menurut saya, novel ini mengandung banyak teladan baik untuk pasangan suami istri. Pelajaran yang enggak diajarkan di sekolah atau kuliah, tapi bisa didapatkan dari pengalaman orang-orang (walaupun ini fiksi). 

Penulis berhasil menyajikan cerita yang komplit, ada kisah manis, kisah sedih, kisah haru, juga kisah menegangkan. Drama domestik rumah tangga dituturkan dengan apik dan tidak menggurui. Diksi yang tidak bertele-tele. Dan ada wawasan baru yang disodorkan, ya soal vaginismus ini. Secara penokohan pun terasa sangat hidup. Pembaca bakal gampang berdiri di POV Kiara dan Yaris. 

Dari novel ini saya belajar soal bagaimana seorang suami mencintai istrinya, belajar bagaimana menempatkan posisi diri antara istri dan ibu sendiri, dan belajar kalau kesabaran pasti selalu berbuah baik.

Novel ini sangat saya rekomendasikan untuk pembaca yang gemar bacaan islami, konflik tentang rumah tangga, dan romansa dewasa. Dan kayaknya bakal membantu untuk pembaca yang memang sedang bersabar menunggu kehadiran buah hati dalam pernikahannya. Siapa tahu dari kisah Kiara dan Yaris ini banyak pembaca yang terkuatkan dalam proses kesabarannya.

Nah, sekian jurnal baca saya untuk novel (Bukan) Pengantin Baru karya Yessie L. Rismar ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!



Juli 03, 2025

Review Novel Utang Dan Sampah Sesudah Pesta - Mikhael N. Naibaho

[ Ulasan di bawah ini adalah kesan pribadi saya setelah membaca bukunya. Semua poin berdasarkan penilaian sendiri sesuai selera pribadi. Terima kasih. ]


Judul:
Utang Dan Sampah Sesudah Pesta

Penulis: Mikhael N. Naibaho

Editor: Afrianty P. Pardede

Desain sampul: Gofar Amar

Penerbit: Elex Media Komputindo

Terbit: Juni 2025

Tebal: viii + 192 hlm.

ISBN: 9786230071027

Tag: batak, bapak, keluarga, adat


Novel ini membahas soal keresahan Tona sebagai kepala keluarga yang tidak ingin dua anaknya menjadi budak. Pikiran ini muncul gara-gara Orang Asing yang datang ke Siborongborong mengucapkannya. Sejak itu pikiran Tona berlarian dan ia mendapatkan banyak wawasan baru.

Dia jadi pemikir yang beda dengan kebanyakan orang. Koyai, istrinya, sangat terkejut. Selalu ada beda pendapat. Tona berpikiran mendalam, Koyai belum cukup mampu memahami. Perdebatan kadang selalu muncul dan bisa kapan pun meledak.

Ide besarnya adalah bagaimana seorang Tona membawa perubahan kepada masyarakat Batak agar mereka sadar kalau kemiskinan mereka dibikin oleh keputusan sendiri. Isu paling disorot tentang pesta pernikahan yang dibiayai dengan hutang akibat permintaan sinamot yang mahal. Awal mula kemiskinan itu datang ya karena memaksakan diri, padahal adat aslinya tidak menuntut dengan perayaan besar. Ditambah paham masyarakat tentang 'banyak anak banyak rejeki' yang justru melanggengkan kemiskinan secara turun temurun.

Tapi jika melawan arus adat, tahu sendiri tekanannya seperti apa. Beruntung Tona memiliki kawan yang berpikiran terbuka seperti Gokma. Kawannya ini pemilik Buku Lapo, yang kemudian dijadikan tempat berdiskusi soal apa pun, paling sering membahas soal pemerintah yang belum becus mengatur negara.

Saya suka ceritanya karena sudut pandangnya menggunakan pria yang sudah jadi kepala keluarga. Di tengah tuntutan menafkahi keluarga, Tona justru dibuat pusing dengan semangatnya memperbaiki diri dan keluarga. Dan novel ini tidak menyodorkan keserbamudahan karena Tona yang berubah malah menimbulkan banyak masalah. Satu momen dia membikin istrianya marah dan Koyai pulang ke rumah orang tuanya. Makin sedih hati Tona karena kekeliruannya.

Banyak isu negara yang disinggung. Tapi banyak juga pelajaran soal keluarga yang disodorkan. Yang paling mengena itu soal pentingnya kematangan seseorang sebelum memutuskan menikah. Dan benar juga kalau pelajaran setelah menikah itu jarang diberikan, kebanyakan hanya membahas soal pentingnya melaksanakan pernikahan. Padahal kehidupan setelah pernikahan justru lebih dinamis dan menantang.

Tona dan Koyai adalah pasangan suami istri yang romantis dengan kadar pas. Naik turun hubungan mereka sebagai pasangan dan orang tua untuk kedua anaknya sangat menggemaskan. Kadang bikin kesal, lebih banyak bikin saya mesem-mesem. Mereka punya pikiran yang polos meski berusaha lebih cerdas agar keluarga mereka naik taraf.

Ada fenomena joget-joget yang disinggung di sini. Pilihan masyarakat kampung untuk mendapatkan uang lebih cepat dan mudah tapi tetap berdampingan dengan resiko pengabaian kepada keluarga. Efeknya angka perceraian naik. Kekinian banget isu yang dibawakan.

Penggalan cerita yang mengesankan saya adalah keberhasilan Tona mendirikan rumah di tanah yang dibeli sendiri dan dia persembahkan kepada istrinya, Koyai. Benar-benar mengharukan. Apalagi jika mengingat kalau mereka harus keluar dari kontrakan yang sudah lama mereka tempati. Dari sini saya belajar kalau jadi laki-laki harus bekerja keras untuk keluarga. Contohnya Tona, dia melakukan beberapa pekerjaan dan terus mengasah ilmu pertukangannya demi mewujudkan impian memiliki rumah sendiri walau sederhana. Jangan malas dan jangan gampang menyerah dengan keadaan.

Secara keseluruhan novel ini sangat menarik. Konflik yang dibawa sangat dekat dengan kita. Menampilkan tokoh-tokoh yang berasal dari masyarakat biasa. Dan walau banyak sindiran kepada pemerintah, ceritanya dibikin ringan. Beberapa bagian malah bikin saya ketawa.

Nah sekian kesan saya setelah membaca novel Utang Dan Sampah Sesudah Pesta. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!

***

Kutipan-Kutipan

  • Langkah pertama memang selalu berat (p.6)
  • Pernikahan hanya topeng untuk menormalisasi perbudakan (p.7)
  • Semua yang berlebihan selalu membawa kerusakan (p.13)
  • Hidup bukan tentang seberapa banyak uangmu, tapi bagaimana nasibmu yang telah tertulis (p.14)
  • Ini yang kukatakan sebelum kau menikah. Kau harus mempersiapkan mental, pemikiran dan iman (p.23)
  • Orang-orang kota sekarang ingin hidup di desa, kita ingin hidup seperti orang kota. Itu yang membuat hidup terasa berat (p.28)
  • Rezeki itu gabungan dari kerja keras, kecerdasan, dan keberanian (p.31)
  • Kejahatan di sekitar kita terjadi karena tidak adanya kepedulian (p.37)
  • Kalau kau yakin, lakukan. Kalau kau ragu, lupakan. Jangan lama-lama terlarut, masih banyak mimpi yang bisa kau wujudkan jadi kenyataan (p.41)
  • Pemikiran bagus itu harus diikuti sikap yang optimis (p.46)
  • Jika kebahagiaanku diukur dengan punya uang, maka seumur hidup aku tidak akan bahagia (p.63)
  • Perjalanan hidup mengajarkanku, ada yang harus direlakan hilang dan ada yang harus dipertahankan mati-matian (p.96)
  • Pikiranmu menentukan apa yang kau bicarakan, yang kau bicarakan membentuk sikapmu, sikapmu membentuk karaktermu, dan karaktermu menentukan nasibmu (p.104)
  • Ada kemudahan, ada kesulitan. Berjalanlah. Sesekali berhenti. Sesekali mundur, tapi jangan ubah tujuan hanya karena merasa tidak mampu. Ubah tujuan, jika memang untuk ditingkatkan. Jangan menurunkan standar (p.107)
  • Bunuh diri dan berbuat jahat pada manusia lain adalah kesalahan berpikir (p.112)
  • Cara terbaik bagi orang miskin untuk bertahan hidup adalah menyadari dia miskin dan tidak bertindak seperti orang kaya. Tidak perlu berutang untuk hidup seperti orang yang berpunya. Jalani hidup apa adanya (p.113)
  • Jika uang memang bisa mengatur segalanya, maka orang yang tidak kompeten mengatur masyarakat, akan bisa menjadi pejabat sebab ia dapat posisi karena banyak uang (p.140)
  • Kalau mau kayak, usahakan kekayaan. Jangan cari kekayaan, tapi mau bijak juga. Akhirnya nanti satu pun nggak dapat (p.145)
  • Jika hanya bekerja keras tanpa ada rencana dan strategi, itu akan sia-sia atau hasilnya jauh di bawah harapan (p.146)
  • Atas nama mengikuti zaman, kami dengan cepat mengubah budaya. Melakukan improvisasi. Yang semakin hari, bergerak semakin jauh. Adat sepertinya telah kehilangan esensinya (p.171)
  • Semakin banyak pengetahuan, akan semakin banyak kesedihan (p.173)
  • Setiap orang memiliki perjuangan hidup masing-masing. Nilai perjuangan hidup seseorang berbeda dengan orang lain. Tidak ada tolok ukur yang valid untuk perjuangan itu dan tak bisa digeneralisir (p.184)
  • Hidup mengikuti pendapat orang banyak, itulah yang membuat kami miskin lintas generasi (p.184)

Juni 27, 2024

Resensi Novel The Biscuits - Kim Sunmi

[ Ulasan di bawah ini adalah kesan pribadi saya setelah membaca bukunya. Semua poin berdasarkan penilaian sendiri sesuai selera pribadi. Terima kasih. ]

sampulnya menekuk pas baca, hehe


Judul: The Biscuits

Penulis: Kim Sunmi

Penerjemah: Dian Susanti

Editor: Grace Situngkir

Sampul: Tika Ardianti

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Terbit: Maret 2024

Tebal: iv + 180 hlm.

ISBN: 9786230057366


Novel The Biscuits ini menceritakan soal remaja 17 tahun bernama Seong Jesung yang bisa mendeteksi keberadaan Biskuit melalui suara berkat penyakit Obsesif-Compulsif Disorder (OCD) suara, hiperakusis, dan fonofobia, yang dideritanya. Penyakit ini membuat Jesung bisa mendengar suara sekecil apa pun.

Biskuit sendiri adalah istilah untuk orang-orang yang eksistensinya terus turun sehingga sosoknya jadi buram dan bisa sampai tidak terlihat. Biasanya ini terjadi karena orang tersebut mengalami perundungan, diabaikan, dan disepelekan. 

Pada satu momen ketika Jesung menginap di villa Bibinya, ia mendengar suara biskuit di lantai atas tetangganya. Namun saat digeledah bersama polisi, tidak ditemukan sosoknya. Merasa biskuit itu sedang dalam kondisi parah, Jesung merencanakan menolongnya dengan bantuan dua temannya: Deokhwan dan Hyojin. Rencananya pasti akan melanggar peraturan dengan memasuki properti orang lain tetapi tidak ada jalan lain.

***


Setelah membaca novel ini, saya merasa suka dengan konsep ceritanya yang berbeda dari kebanyakan. Banyak hal baru yang saya ketahui dari novel ini.

Jesung mengidap tiga sakit sekaligus: Obsesif-Compulsif Disorder (OCD) suara, hiperakusis, dan fonofobia. Sederhananya, pendengaran Jesung jadi super sensitif. Beberapa suara yang menurut orang normal terdengar biasa saja, bagi Jesung bisa sangat mengganggu. Contohnya suara tombol pulpen yang dimainkan berkali-kali atau suara ketukan pulpen di meja yang berulang-ulang. Bahkan Jesung bisa mendengar suara lirih anak kecil yang menangis tertahan di lantai atas vila Bibinya, yang justru tidak bisa didengar oleh Bibinya.


Hiperakusis: Penurunan toleransi suara terhadap suara lingkungan biasa. Penderita menggambarkan pengalaman suara yang awalnya normal menjadi tidak menyenangkan, menakutkan, dan menyakitkan.

Fonofobia: Ketakutan, kemarahan, atau kecemasan ketika mendengar suara-suara tertentu yang memicu emosi negatif.


Biskuit sendiri adalah istilah untuk orang-orang yang eksistensinya kurang dirasakan oleh masyarakat atau lingkungan sekitar. Fenomena ini bisa terjadi kepada siapa pun. Dalam kehidupan nyata pun kita pasti pernah mendapati seseorang yang kehadirannya enggak terasa tapi mereka ada. Biasanya kita baru sadar keberadaannya ketika mendapat kabar kalau dia meninggal atau mengalami sesuatu. Cuma di novel ini dibumbui fantasi dengan menggambarkan sosok biskuit menjadi samar-samar bahkan berubah transparan.

Biskuit digolongkan menjadi tiga tahap sesuai ciri-ciri kondisinya. Tahap pertama disebut terbelah dua dan dicirikan eksistensinya tidak terasa walaupun sosoknya terlihat. Tahap kedua disebut kondisi terpecah belah dengan ciri kehadirannya tidak stabil dan mereka biasanya tidak bisa melindungi diri sendiri karena lemah. Tahap ketiga disebut kondisi hancur berkeping-keping dengan ciri mereka hampir menghilang karena sudah tidak ada sisa eksistensinya di dunia.

Seseorang jadi biskuit karena mereka diremehkan, dirundung, bahkan diabaikan. Hyojin pernah berada di tahap ketiga karena ayahnya ternyata sibuk dan tidak memperhatikannya. Ditambah saat itu Hyojin bersedih karena kehilangan ibunya sehingga kesedihan dan pengabaian itu menyebabkannya perlahan-lahan menjadi biskuit.

Contoh lain adalah Perawat Park yang jadi biskuit karena ia kerap dirundung dan dimintai tolong menggantikan jadwal shift. Perawat Park tidak pernah menolak permintaan rekan lainnya. Ada keinginan untuk memberontak namun Perawat Park tidak berani. Dan karena hal ini ia makin jadi pendiam dan menutup diri, sehingga ia pun berubah jadi biskuit.

Josse atau Lee Jian pun menjadi biskuit karena dia anak kedua atau anak tengah. Perhatian orang tuanya sudah tercurah untuk kakaknya yang akan masuk perguruan tinggi dan untuk adiknya yang masih kecil yang butuh lebih banyak pengawasan. Sehingga Lee Jian terabaikan dan dia menanggung kesedihan sendirian.

Seseorang yang jadi biskuit bisa kembali normal asal dibantu oleh keluarga, teman, rekan kerja, atau siapa pun, yang bisa membuatnya percaya diri kalau dirinya berharga di dunia ini. Memotivasinya merupakan salah satu cara memulihkannya. Itu juga yang dilakukan Jesung kepada biskuit yang dia temui.

Setelah membaca novel ini kita diingatkan untuk bisa menumbuhkan rasa percaya diri, mencintai diri sendiri, dan mau tak mau kita harus punya kemampuan untuk bisa mengungkapkan apa yang kita pikir dan rasakan. Yang perlu diingat juga, orang lain tidak bisa mengetahui keadaan kita, apalagi untuk menolong kita, makanya kita perlu mengkomunikasikan jika memang kita butuh diperhatikan atau perlu didengarkan.

Tema keluarga dan pertemanan sangat kental di sini. Sub konflik pun berpusar di dua hal itu. Interaksi Jesung dan ayahnya. Interaksi Jesung dengan teman-temannya. Ini yang membuat novel ini terasa ringan tapi menyenangkan. Apalagi secara tipis-tipis penulis juga menyisipkan tema romansa yang malu-malu gitu. Bikin makin gregetan.

Karakter yang muncul memang tidak banyak, termasuk para biskuit yang ditemukan Jesung, tetapi untuk tokoh-tokoh pentingnya punya penggambaran yang jelas dan bulat. Saya bisa membedakan antara masing-masing tokoh dengan sifat-sifatnya. Karakter favorit tentu saja Kak Changsung, biar urakan dan menyebalkan tapi kayaknya dia tipe orang yang seru buat dikenal. 

Saya merekomendasikan novel ini dibaca untuk pembaca remaja. Semoga buku ini bisa menumbuhkan karakter mereka di tengah fase mencari jati diri. Terutama rasa percaya diri yang harus dimiliki agar jangan sampai terjebak seperti biskuit.

Sekian ulasan saya untuk novel ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!


Oktober 21, 2023

Resensi Komik Detektif Conan No. 2 - Aoyama Gosho


Judul:
Detektif Conan No. 2

Komikus: Aoyama Gosho

Alih bahasa: M. Gunarsah

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Terbit: Januari 1997

Tebal: 176 hlm.

ISBN: 9789796378340



[1]

Masaki Negisi (42) ditemukan tewas terbakar saat pesta api di Kota Gunma. Kabar ini mengejutkan Detektif Mouri karena selama tiga hari kemarin dia membuntutinya atas suruhan Yutaka Abe, teman lamanya Masaki. Dan kematian Masaki membuat Yutaka Abe menjadi ahli waris asuransi jiwanya sebesar lima miliar. 

Fakta ini membuat Detektif Mouri yakin kalau pembunuhnya Yutaka Abe. Sayangnya dia punya alibi kuat kalau saat kejadian pembunuhan itu dirinya sedang liburan. Apa yang keliru dengan urutan waktu antara saat pembunuhan dan ditemukan mayatnya?

[2]

Seorang gadis muda bernama Masami datang ke kantor Detektif Mouri meminta bantuan untuk mencari keberadaan ayahnya, Kenzo Hirota, yang menghilang sudah sebulan. Berkat nama kucing yang dimiliki Hirota, Detektif Mouri bisa menemukan tempat tinggalnya. Masami dan Hirota pun dipertemukan. Namun sejak itu, Masami susah dihubungi. Ran khawatir dan saat mereka mengunjungi rumah Hirota lagi, mereka dikabari kalau Hirota tewas menggantung dan menurut polisi itu pembunuhan.

Dalam kasus ini, Detektif Mouri berhadapan dengan detektif lain yang sama-sama diminta untuk mencari Hirota dengan cerita yang berbeda yang disampaikan Masami. Namun, orang yang membayar detektif lain itu ikut terbunuh. Tersangka utamanya adalah Masami. Tapi apa motifnya?

[3]

Conan yang masuk SD harus dilibatkan untuk membasi hantu di Puri Kuno yang berada di RW 4. Kabarnya pemilik Puri ini dibunuh dan keluarganya pindah entah kemana. Menurut Ayumi, setiap malam sering terdengar jeritan dari dalam puri dan mereka ingin mencari tahu ada apa. Akhirnya kesepakatan dibuat berempat; Conan, Ayumi, Mitsu, dan Genta.

Saat mereka mulai melakukan penelusuran di Puri tersebut, Mitsu menghilang lebih dulu, kemudian disusul Genta. Conan dan Ayumi menemukan pintu menuju ruang bawah tanah dan mereka menemukan penjara. Rahasia pembunuhan lima tahun lalu pun terungkap, tapi siapa pelaku sebenarnya?



Shinici Kudo yang berubah jadi kecil dan mengganti nama menjadi Conan Edogawa akhirnya masuk SD. Ia pun merasa terjebak dengan bocah-bocah tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Bagian dia berinteraksi dengan teman sekelasnya lumayan seru dan lucu.

Di komik ini Conan mendapatkan alat-alat baru dari Profesor berupa sepatu untuk menedang dengan kekuatan lebih besar dan kacamata pelacak. Tubuh kecilnya memang tidak bisa diandalkan untuk membekuk penjahat dan perlu alat pendukung setelah sebelumnya dia mendapatkan dasi kupu-kupu pengubah suara.

Pada kasus kedua, Shinici Kudo juga mendapatkan informasi tipis mengenai perkumpulan jubah hitam yang menyebabkannya menjadi anak kecil. Semangatnya menyala untuk membongkar keberadaan perkumpulan tersebut karena pada kasus ini semakin jelas kalau perkumpulan itu membahayakan.

Resensi Komik Detektif Conan No. 1

Resensi Komik Detektif Conan No. 3

Resensi Komik Detektif Conan No. 5

Ada pesan moral yang sangat jelas untuk kasus ketiga dimana pembunuh pemilik Puri dilatarbelakangi oleh perasaan marah karena hinaan. Untuk itu kita harus menjaga lisan sebaik mungkin ketika berbicara dengan siapa pun, termasuk dengan keluarga sendiri. Sebab ketika seseorang sakit hati, akal jernihnya keruh sehingga siapa pun bisa nekad melakukan kejahatan, walau pun ujung-ujungnya akan menyesal.

Secara keseluruhan kisah di komik ini sangat seru dan mengaduk adrenalin. Saya suka komik nomor ini karena banyak adegan aksinya. Ditambah ada cerita yang mengarah ke hantu membuat rasa takutnya makin terasa. Bisa dibilang komik ini punya suasana nano-nano.

Oke, sekian ulasan saya untuk komik ini. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!

Oktober 15, 2023

Resensi Komik Detektif Conan No. 5 - Aoyama Gosho


Judul:
Detektif Conan No. 5

Komikus: Aoyama Gosho

Alih bahasa: M. Gunarsah

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Terbit: Januari 1997

Tebal: 188 hlm.

ISBN: 9796636905




[1]

Ran datang bersama Conan setelah diundang oleh teman SMAnya, Sonoko Suzuki, ke vila. Mereka berpapasan dengan sosok pria misterius bermantel hitam dan wajah diperban sewaktu mau melintas di jembatan gantung. Saat dikonfirmasi kepada undangan yang lain, mereka pun sempat berpapasan tanpa menaruh curiga.

Ternyata di waktu bersamaan di vila tersebut ada reuni club film kakaknya Sonoko, Ayako Suzuki. Yang datang adalah Chikako Ikeda (sutradara), Masaru Ota (broker mobil), Hiroki Sumiya (editor majalah film), dan Ryoichi Takahashi (pekerja di perusahaan makanan). Ada tema obrolan yang membuat tensi mereka naik saat sedang bercengkrama yaitu soal kasus bunuh diri teman mereka, Atsuko.

Chikako kemudia jadi korban pembunuhan oleh sosok pria misteris itu. Tubuhnya dimutilasi dan dibuang di dalam hutan. Selain itu, pria misterius tadi menyerang Ran sampai dua kali. 

Apa yang sebenarnya terjadi sampai Ran pun jadi target?

[2]

Setelah kejadian di vila, Sonoko mengajak Ran bertemu vokalis band Lex, Tatsuya  Kimura, pada perayaan penutupan pentas. Selain Tatsuya, ada anggota band lainnya yaitu Meiko Shimazaki (gitar), Katusmi Yamada (drum), dan Mari Terahara (manajer Lex).

Selama perayaan di tempat karoke itu, perubahan suasana kentara sekali ketika Tatsuya mulai mengoceh tentang anggota yang lain. Ia pun mengungkapkan akan keluar dari band dan akan berkarir solo. Namun tiba-tiba Tatsuya muntah darah dan meninggal di lokasi. Hasil pemeriksaan menyatakan Tatsuya keracunan Sianida.

Siapa pelakunya dan apa motif pembunuhan ini?




Saya suka komik Detektif Conan No. 5 ini karena di kasus pertama, kekejian pembunuhannya begitu terasa. Mutilasi yang dilakukan pelaku membuat saya bersimpati dengan nasib yang lainnya, apakah mereka akan selamat atau korbannya akan bertambah. Sadisnya pelaku karena tubuh korban dipotong-potong menjadi beberapa bagian; tangan, kaki, bahkan kepalanya. 

Sedangkan di kasus kedua, saya merasa ada kebetulan konektifitas karena minggu-minggu ini kasus kopi sianida yang melibatkan sosok Jessica kembali memanas setelah film dokumenternya rilis di Netflix. Kalau di kasus nyata, dugaan sianidanya dicampur ke kopi, tetapi di komik ini sianidanya dibalurkan ke barang. Sama-sama berbahaya, sama-sama mematikan.

Trik pelaku dalam menyamarkan aksinya pun cukup memukau. Berbeda dengan detail di komik Detektif Conan No. 3 yang menurut saya tidak membuat saya terkejut, di sini justru lebih berkembang dan cukup mengecoh. Kejutan siapa pelaku pembunuhnya pun cukup mengena. 

Resensi Komik Detektif Conan No.3 

Resensi Komik Detektif Conan No. 1

Dan pada akhir komik, kita akan dibuat penasaran dengan nasib Conan yang harus berhadapan dengan Laki-Laki Bertopeng, yang tampaknya ada hubungan dengan pelaku yang membuat Conan mengecil.

Sekian ulasan saya untuk komik ini, terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!



Oktober 13, 2023

Resensi Komik Detektif Conan No. 1 - Aoyama Gosho


Judul: Detektif Conan No. 1

Komikus: Aoyama Gosho

Alih bahasa: M. Gunarsah

Penerbit: PT Elex Media Komputindi

Terbit: Januari 1997

Tebal: 180 hlm.

ISBN: 9789796377909




[1]

Putri tunggal keluarga Tani, Akiko Tani (10 tahun), diculik oleh pria berjubah. Detektif Kogoro Mouri dipanggil untuk mencari tahu. Tersangka pertama adalah asisten rumah tangga, Aso. Setelah didesak dia pun mengakui kalau penculikan ini ide dari Akiko yang ingin mencari perhatian ayahnya.

Keterlibatan Aso hanya sebatas membawa Akiko ke hotel terdekat. Tetapi naasnya Akiko sungguhan diculik oleh orang lain dan meminta uang tebusan. Aso meyakinkan kalau pelaku bukan temannya dan bukan bagian dari ide penculikan yang digagas Akiko. Lalu siapa pelaku ini?

[2]

Seorang artis bernama Yoko Okino datang ke kantor Detektif Mouri untuk minta bantuan menyelidiki orang yang menguntitnya. Yoko mengalami situasi tidak menyenangkan selama ini, bahkan kamar apartemennya seperti dimasuki juga. Dan saat mendatangi apartemen Yoko, mereka menemukan mayat dengan pisau tertancap di punggungnya.

Tersangka yang dicurigai adalah Yamagishi (manajer Yoko) dan Yuko Ikezawa (rekan sesama artis) dengan alasan Yamagishi adalah orang terdekat Yoko, sedangkan Yuko adalah rekan artis yang proyeknya dialihkan ke Yoko.

Keduanya punya alibi meyakinkan. Lalu siapa pelaku sebenarnya dan apa motif pembunuhannya?




Sebagai komik nomor pertama, kita akan menemukan kisah awal mula kenapa Shinichi bisa terjebak di tubuh mungilnya. Bisa dibilang dia berada di situasi salah. Dan kondisinya ini membuat Shinichi harus berjuang mencari racun yang menyusutkan badannya untuk menemukan obat penawarnya. Dan lawannya nanti kayaknya sekelompok mafia berbahaya.

Kasus pertama di komik ini menurut saya sangat ringan sebab motif pelaku melakukan penculikan karena sekadar "situasinya memungkinkan" akibat melihat anak kecil makan sendirian. 

Barulah di kasus kedua misterinya menjadi lebih dalam karena ditemukannya mayat dengan pisau tertancap di punggung. Penyebab runtutan kejadian di sini akibat salah paham sehingga ujung-ujungnya harus ada yang meregang nyawa.

Resensi Komik Detektif Conan No. 3

Resensi Komik Detektif Conan No. 5

Detail petunjuk apa yang terjadi dalam komik ini lumayan seru. Saya sendiri tidak bisa menebak siapa pelakunya dan sulit mencari petunjuk yang mengarah ke pelaku. Saya agak bergidik ngeri membayangkan adegan korban melompat dari kursi dengan mengarahkan punggungnya ke pisau yang diposisikan menancap. Beneran bikin linu, hiiii.

Sebagai komik nomor pertama, cerita di komik ini sangat seru dan saya tidak sabar dengan pencarian Shinichi menemukan obat agar bisa mengembalikan tubuhnya ke ukuran semula. Menjadi Conan si anak kecil ternyata mengurangi kemampuannya menangkap penjahat, terutama soal tenaganya yang berkurang jadi jika melawan penjahat akan terasa tidak ada apa-apanya.

Saya juga penasaran dengan hubungan Ran dan Shinichi di situasi sulit ini. Ran bakal makin uring-uringan karena tidak bertemu Shinichi yang mendadak menghilang. Dan suara saja tetap tidak cukup mengobati kerinduannya, hehe.

Sekian ulasan saya untuk komik ini, terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!



Oktober 10, 2023

Resensi Komik Detektif Conan No. 3 - Aoyama Gosho


Judul:
Detektif Conan No. 3

Komikus: Aoyama Gosho

Alih bahasa: Tita Feronti

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Terbit: Januari 1997

Tebal: 176 hlm.

ISBN: 9796635771




[1]

Gara-gara ketinggalan kapal, Detektif Mori, Conan, dan Ran, menumpang di kapal pesiar sewaan keluarga Hatamoto dalam perjalanan ke Tokyo. Rupanya keluarga Hatamoto berkumpul setelah menghadiri pernikahan Natsue, cucu Pak Gozo Hatamoto.

Anggota keluarga Hatamoto tidak akur. Tampaknya ada isu perebutan warisan. Sampai akhirnya terjadi pembunuhan terhadap Pak Gozo Hatamoto di kamarnya. Yang tertuduh adalah Takeshi Hatamoto, suami Natsue, karena dia adalah orang terakhir yang bertemu Pak Gozo. Di tengah kebingungan menduga-duga pelakunya, korban kedua ditemukan yaitu Tatsuo Hatamoto, suami dari kakak Natuse.

Semua menunjuk Takeshi sebab dia ternyata kabur dari gudang setelah sebelumnya dikurung atas tuduhan pertama tadi. Dan tidak lama setelahnya, lampu kapal tiba-tiba mati, dan Ichiro Hatamoto ditemukan terluka tusukan di toilet.

Apakah betul Takeshi pelakunya? Lalu apa motif dia melakukan pembunuhan di atas kapal ini?

[2]

Setelah kejadian di kapal pesiar, kantor Detektif Mori kedatangan dokter bedah bernama Ogawa yang membawa banyak mainan bekas. Menurut pengakuannya, dia mendapatkan mainan itu untuk anaknya dan kiriman uang sejumlah 25 juta. Ada surat yang isinya kalau pengirim akan mengambil penggantinya.

Hadiah misterius itu dikirim setiap tanggal 3 Agustus dan sudah berjalan selama 2 tahun. Dokter Ogawa meminta bantuan Deketif Mori untuk mencari tahu apa tujuan si pengirim. Pencarian pelaku pun mengerucut kepada pasien yang berobat di tanggal 3 Agustus atau yang pulang di tanggal tersebut.

Siapa pengirim hadiah misterius itu? Dan apa yang akan diambil pengirim tersebut?




Saya tidak banyak membaca komik tetapi setelah melihat koleksi komik di aplikasi perpustakaan Kominfo, saya memutuskan menjajal beberapa judul. Pilihan pertama saya adalah komik Detektif Conan. Hanya saja saya tidak bisa membaca berurutan nomornya sebab menyesuaikan ketersediaan komik yang belum dipinjam orang lain.

Di komik Detektif Conan No. 3 ini, rasa formula detektifnya memang seperti yang sudah saya tahu karena dulu pernah membaca komik Conan secara random dan sepintas. Templatnya adalah ada satu acara dimana banyak orang berkumpul, lalu ada yang terbunuh secara misterius. Semua yang hadir akan mengemukakan alibinya.

Yang selalu saya tunggu adalah detail-detail yang dibongkar Conan berupa petunjuk-petunjuk yang mengarah ke pelaku. Sayangnya di komik ini tidak banyak detail yang dibahas, hanya soal remah roti saja yang membuat saya takjub, sisanya biasa saja.

Pada kasus pertama yang membuat saya penasaran adalah bagaimana pelaku akan kabur mengingat kejadian pembunuhan ada di kapal pesiar. Tidak terbayang kalau pelaku mau kabur, pilihannya hanya melompat ke laut.

Sedangkan di kasus kedua, lumayan menyedihkan sebab membahas tentang balas dendam karena kehilangan orang tersayang. Sayangnya, di kasus kedua ini penyelesaiannya begitu cepat, si pelaku langsung sadar merasa bersalah.

Bagian lain yang menarik adalah soal kecurigaan Ran kepada Conan yang begitu mirip dengan pacarnya, Shinichi Kudo. Tetapi di ujung cerita kecurigaan Ran bisa dipatahkan berkat bantuan profesor Agasa sehingga Conan bisa menjalani nasib tubuhnya yang mengecil dengan lebih tenang.

Sekian ulasan saya untuk komik ini, terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!

Mei 26, 2023

Resensi Novel Lara Rasa - Nureesh Vhalega


Judul:
Lara Rasa

Penulis: Nureesh Vhalega

Editor: Anindya Larasati

Ilustrasi & sampul: Amalina Asri

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Terbit: 2023

Tebal: viii + 214 hlm.

ISBN: 9786230046315


Di usia 28 tahun, Alara masih belum punya pekerjaan tetap, kondisi finansialnya memprihatinkan, dan target memiliki rumah sekaligus menikah sebelum berumur 30 tahun terasa kian jauh dari jangkauan. Parahnya, dia justru membuat keputusan-keputusan salah dan memperumit hidupnya sendiri. Mulai dari bekerja di perusahaan rintisan yang membuatnya seakan rodi, terlibat dalam drama percintaan yang videonya viral, sampai bertengkar hebat dengan orang tua. Alara harus mengurai permasalahannya dan mencari solusi agar hidupnya kembali berjalan normal. Dan, di atas segalanya, agar target hidupnya tercapai.



Novel Lara Rasa ini menceritakan seorang gadis bernama Alara yang secara usia sudah matang tetapi dia belum menikah, pacar saja belum punya. Masalah hidup Alara bukan soal jodoh saja, dia juga bermasalah dengan pekerjaan barunya yang super-pressure. Kalau bukan karena keinginan besarnya untuk membeli rumah, Alara pasti sudah resign dari lama.

Plus, Alara tinggal dengan orang tua toxic yang saban waktu selalu bertengkar adu mulut. Tidak jarang benda-benda di rumah melayang hingga pecah dan rusak. Baginya rumah bukan tempat nyaman untuk pulang makanya sesekali ia menginap di apartemen sepupunya, Tiani. Dan impian terbesar Alara adalah membeli rumah agar bisa segera kabur dari rumah orang tuanya.

Di pesta pernikahan temannya, Alara justru bertemu dengan Putra, teman SMA. Perhatian Putra sangat manis sehingga hubungan keduanya pun naik ke level pacaran. Di tengah hubungan manis yang sedang dirajut, Alara merasa tidak nyaman pada kedekatan Putra dengan Venita, mantannya. Menurut Putra hubungan mereka sudah berakhir dan kedekatan saat ini karena mereka menjalankan bisnis bareng-bareng.



Puncak masalah Alara datang bertubi-tubi. Satu, Mama Alara bohong soal dia meminjam uang tabungan yang disiapkan untuk DP rumah karena salah satu tantenya butuh urgensi, dan uang itu harus hilang akibat penipuan investasi. Dua, Alara dilabrak Venita karena dianggap perebut pacar di sebuah acara promosi film. Videonya viral hingga membuat Alara terpuruk. Dan buntut dari keributan itu Alara harus memutuskan hubungan dengan Putra. Tiga, Alara dihardik Papanya dengan kata-kata jahat dan membuatnya memutuskan untuk keluar dari rumah itu.

"Dasar anak nggak tau diri! Bisanya cuma bikin malu keluarga!" hardiknya. "Kalau mau jadi perempuan murahan, belajar yang benar! Jangan setengah-setengah dan ketahuan. Pantas saja sampai umur segini kamu nggak nikah. Siapa yang mau sama perempuan rusak kayak kamu?" -hal.152.

Beruntung Alara memiliki orang-orang terdekat yang care. Ada Tiani (sepupunya), Kevan (temannya, naksir Tiani tapi ditolak mulu), dan Ansel (rekan kerja Alara yang usianya lebih muda). Mereka tidak membiarkan Alara berjuang sendiri, mereka selalu siaga di sampingnya.

Tapi, apakah Alara bisa bertahan di tengah masalah yang bertubi-tubi itu?



Setelah membaca novel As Always, I Love... saya kembali membaca novel terbaru Kak Nureesh yang tahun ini baru saja diterbitkan.

Novel ini mengharukan karena ada bagian yang relate dengan hidup saya. Alara dan saya sama-sama punya masalah yang banyak. Dan kami sama-sama harus bisa mengurai dan menyelesaikan masalah tersebut. Membaca novel ini membuat saya tambah semangat hidup sebab sebanyak apa pun masalah pasti bisa diselesaikan.

Ciayo!!!

Ada dua masalah gede yang dihadapi Alara. Pertama, dia punya orang tua yang toxic. Bagaimana perasaan Alara tidak hancur kalau hampir setiap hari mendengar Papa dan Mamanya adu mulut, dia sering dikata-katain dengan kasar, dan bahkan kelahiran Alara sering disebut sebagai biang masalah mereka? 

Saya geram banget membaca bagian hubungan Alara dengan orang tuanya. Pengen banget teriak di telinga Papa dan Mamanya, "Woiii, kalian yang nge*e, kalian yang ena-ena sampai kebobolan, kenapa anak yang disalahin?! Kalian yang nggak mikir sebelum begituan, bangs*t!!!"

Dari orang tua Alara kita belajar, "Enggak semua yang tua itu dewasa." Dan gara-gara masalah orang tua ini, Alara ingin segera kabur dari rumahnya. 



Kedua
, Alara jatuh cinta dengan orang yang salah. Walau Putra itu punya material pasangan yang baik, tapi sikap dia yang enggak tegas soal mantan jelas-jelas bakal berpengaruh untuk kelangsungan hubungan percintaannya. Alara denial sama gelagat aneh Putra yang kalau ditanya soal mantan, jawabnya gagap dan enggak tegas.

Bucin boleh saja tapi jangan sampai membuat insting jadi tumpul. Karena manusia itu punya kedalaman hati yang enggak bisa ditebak. Kecuali kalau kita sudah siap patah hati.

"Al, jangan terlalu percaya sama orang. nanti lo yang sakit akhirnya." -hal. 9

Gaya penulisan Kak Nureesh terasa renyah sekali. Tidak menggunakan banyak bahasa inggris, dialognya terasa banget bahasa ngobrolnya, dan narasinya juga lugas. Ini yang membuat saya merasa kalau novelnya page turner banget, betah dibaca.

Plot ceritanya tidak melebar kemana-mana jadi kita bisa fokus ke masalah yang gede-gede saja. Dan penyelesaian konflik yang dipilih Kak Nureesh sudah cukup adil, terutama konflik keluarga ya. 

Tidak semua keluarga itu harmonis, dan pilihan antara anak dan orang tua untuk jalan masing-masing bisa jadi keputusan terbaik dari keputusan buruk yang mau enggak mau harus ditempuh.

Penokohan di novel ini juga sangat baik. Alara digambarkan gadis yang penuh masalah tapi vibes-nya positif. Kekurangan Alara hanya satu, suka menyalahkan diri sendiri. Tetapi saya suka dengan perubahan sikap Alara terhadap masalah yang dihadapinya. 

Kalau Putra tipikal pria dewasa yang romantis. Sayangnya dia kurang tegas sama keputusannya. Kekurangan ini bisa membuat hubungan rentan sebab perempuan itu butuh keputusan pasti. Sedangkan Ansel tipe pria pemalu, pendiam, tapi perhatian. Dia tidak tergesa-gesa menarik lawan jenis, menunggu momen yang tepat. Ansel juga punya hubungan yang baik dengan keluarganya.

Tokoh lainnya yang memberi warna alur novel ini ada Tiani, Kevan, Safa, dan beberapa lagi yang disebutkannya hanya sekilas. Namun peran Tiani dan Kevan sangat penting di hidup Alara sebab mereka ini yang memastikan Alara kuat digempur masalah.


Secara keseluruhan, membaca novel ini bagai diingatkan untuk terus bertahan di tengah banyaknya masalah. Sekaligus hidup itu enggak melulu adanya momen manis dan indah saja. Sedih, capek, putus asa, bosan, jenuh, muak, akan menimpa siapa saja. Tapi jangan berhenti hidup. Lepaskan semua emosi dengan menangis, jika kurang, mengumpat saja. Sebab hidup terlalu berharga untuk diakhiri sebelum waktunya.

"Pernah nggak lo mikir, kalau yang sebenarnya lo butuhin buat ngerasa bahagia adalah berdamai sama diri sendiri?..." -hal. 10

Ada satu paragraf yang isinya pengakuan Alara kepada psikolognya dan itu bikin saya tertohok. Ada di halaman 197. Intinya, Alara cuma ingin mendengar kata maaf setelah mereka mengucapkan kata-kata yang menyakitkan. Menurut saya memang kata maaf itu bisa meluruhkan segalanya. Makanya kita semua harus berani mengucapkan kata maaf ketika terjadi perselisihan, jangan justru merasa sok paling benar.

Untuk novel mengharukan ini yang mengajari kita untuk menjadi manusia utuh, saya memberikan nilai 5/5 bintang. Saya sangat merekomendasikan novel ini dibaca oleh kalian yang beranjak dewasa agar tahu gambaran gimana beratnya menjadi dewasa.

Sekian ulasan saya, terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku.